Home CSR Kesehatan Tahun 1992 – Sekarang, Jumlah Pendonor VPDS di Atas Rata-Rata

Tahun 1992 – Sekarang, Jumlah Pendonor VPDS di Atas Rata-Rata

19

Tahun 1992 – Sekarang, Jumlah Pendonor VPDS di Atas Rata-Rata

 

CSR-INDONESIA.COM – Kegiatan donor darah di lingkungan Vihara Pluit Dharma Sukha (VPDS) sejak tahun 1992 sampai sekarang diyakini sebagai penyelenggaraan dengan jumlah peminat terbanyak dibandingkan dengan (penyelenggaraan) di tempat lain terutama di wilayah Jakarta Utara. VPDS yang berdiri pada perayaan Waisak di bulan Mei 1992, pengurusnya rutin menyelenggarakan donor darah. “Dulu tahun 1990 an, bisa sampai 150 pendonor (memenuhi syarat). Saya ingat, karena saya mulai masuk PMI (Palang Merah Indonesia) tahun 1990, dan kadang tugas di sini (VPDS). Setahu saya, dulu empat bulan sekali ada (penyelenggaraan) donor. Kami dari PMI DKI, kadang ada juga PMI cabang Jakarta Utara yang masuk kesini (VPDS),” petugas unit donor darah PMI DKI Jakarta, Farida mengatakan kepada Redaksi.

Donor darah sebagai salah satu kegiatan sosial merupakan wujud kepedulian sesama manusia. Selain untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan transfusi darah, Donor darah juga membuat tubuh Pendonor menjadi lebih sehat karena sel-sel darah darah di dalam tubuh menjadi lebih cepat terganti dengan yang baru. VPDS menyelenggarakan donor darah pada hari Minggu (12/5) usai kebaktian dalam rangkaian Waisak 2568 BE tahun 2024. Panitia menggunakan ruang kebaktian, sehingga donor darah otomatis baru bisa digelar selesai kebaktian. “Sejak gedung ini (VPDS) berdiri, awalnya penyelenggaraan donor darah di bawah (lantai dasar) tahun 1990-an. Kami bisa dapat 150 pendonor. Awalnya, ada 200 yang mendaftar. Tapi tidak semua bisa memenuhi syarat terutama tekanan darah, hemoglobin, berat badan minimal calon pendonor. Kami bisa dapat 150 pendonor, (jumlah tersebut) sudah di atas rata-rata di tempat (penyelenggaraan) lain,” kata Farida.


Masa pandemic covid-19 (Maret 2020 – akhir tahun 2022), tentunya banyak orang khawatir untuk melakukan donor darah. Walaupun sebetulnya tidak ada bukti bahwa COVID-19 dapat menular melalui darah. Saat COVID-19 merebak, banyak kegiatan termasuk industry, keagamaan yang merasakan dampak pandemi COVID-19 akibat pembatasan tersebut. PMI menghadapi masalah kondisi stok darah yang menurun, bahkan sangat drastis karena banyak orang yang ragu untuk mendonorkan darah. “Di VPDS juga, otomatis tidak ada penyelenggaraan donor. Seingat saya, selama dua tahun vakum. Kali ini, kondisi sudah normal. Kami dapat 70-an pendonor. Awalnya, ada sekitar 90 umat VPDS yang daftar. Tapi sekitar 30 ditolak karena kondisi tensi darahnya atau hemoglobin, berat badan dan lain sebagainya,” kata Farida.**