Home CSR Re.juve Dukung Cara Flexitarian Atasi Pola Makan Buruk Karena Pandemi

Re.juve Dukung Cara Flexitarian Atasi Pola Makan Buruk Karena Pandemi

112
Sumber Foto: dok. Re.juve

CSRINDONESIA – Diet dipercaya sebagai salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap prima. Apalagi ada berbagai jenis metode diet yang bisa kita pilih sesuai dengan kemampuan yang kita punya. Salah satunya yang kini tengah moncer yaitu diet flexitarian.

Sebenarnya diet flexitarian adalah salah satu metode diet yang lama. Namun karena kondisi pandemi yang menimpa, diet flexitarian kembali naik daun karena dianggap cocok dengan keadaan kritis yang tengah terjadi.

Terkait dengan fenomena itulah maka PT Sewu Segar Primatama, produsen cold-pressed juice dengan merek dagang Re.juve, Kamis (03/12) menggelar webinar dengan tajuk “Flexitarian: Sustaining the Healthy Habits with Real Food”.

Menghadirkan Richard Anthony, CEO dan Presiden Direktur Re.juve, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes, konsultan gizi, dan Astri Puji Lestari, content creator sekaligus pegiat gaya hidup sehat, webinar ini digelar Re.juve sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan dampak pola makan yang tidak teratur selama pandemi dan pola konsumsi yang bisa menjadi solusinya.

“Mulai banyak riset yang mengaitkan data kenaikan berat badan signifikan pada masyarakat akibat berkurangnya aktivitas luar ruang, meningkatnya level stres, dan pola makan kurang terjaga selama masa pandemi. Fenomena ini tentunya menjadi alarm bagi kita, karena kombinasi dari ketiga hal tadi dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti obesitas serta penyakit degeneratif lainnya. Diskusi kita hari ini bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga asupan nutrisi seimbang, memperhatikan aktivitas fisik, serta mengelola stres dengan baik agar terhindar dari berbagai macam penyakit,” jelas Richard Anthony memaparkan fenomena yang harus kita hadapi karena pandemi ini.

Richard Anthony, CEO dan Presiden Direktur Re.juve – Sumber Foto: dok. Re.juve

Sementara itu, tren metoda pola makan sehat terus berkembang dan semakin banyak pilihannya. Salah satunya adalah metode flexitarian yang meskipun tidak tergolong baru, tapi belum bderkembang sepopuler metode pola makan sehat lainnya di
Indonesia.

Padahal, metode flexitarian dinilai cukup ideal untuk dijalankan dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Pasalnya, metode yang berfokus pada peningkatan konsumsi buah dan sayur tanpa betul-betul menghilangkan konsumsi protein hewani, karbohidrat, dan nutrisi tambahan lainnya ini yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Di Re.juve, kami meyakini perlunya pola makan seimbang sebagai bagian penting dalam pola hidup sehat. Melahap karbohidrat dan protein saja dapat mengakibatkan risiko avitaminosis atau kekurangan gizi yang tinggi. Padahal, tubuh kita juga memerlukan berbagai kandungan vitamin dan mineral yang hanya bisa didapat dari sayur dan buah untuk menjaga fungsi organ dan daya tahan tubuh. Oleh karenanya, perpaduan seimbang antara konsumsi protein hewani namun dengan porsi yang dikurangi, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur seperti pada metode flexitarian, kami nilai sebagai pola konsumsi yang paling ideal,” lanjut Richard.

Memperkuat pernyataan Richard, konsultan gizi, Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes, mengamini bahwa demi menjaga daya tahan tubuh, masyarakat harus lebih cermat dalam memilih pola makan yang lebih sehat namun fleksibel. Tujuannya, agar masyarakat dapat mendapatkan manfaat terbaik dari jenis pola makan yang dipilih tanpa khawatir kekurangan nutrisi dan energi.

Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes – sumber foto: dok. Re.juve

“Sebanyak 93,6 persen masyarakat Indonesia belum mengonsumsi sayur dan buah setiap harinya dalam porsi yang cukup untuk tubuh. Di sini, metode flexitarian bisa menjadi pilihan yang tergolong cukup mudah untuk diadopsi oleh orang-orang yang baru memulai menerapkan gaya hidup sehat dan berkelanjutan,”jelas Rita.

Rita menambahkan bawhwa dengan konsisten mengonsumsi buah dan sayur sebagai porsi utama setiap harinya, maka masyarakat dapat merasakan berbagai manfaat baik dari metode tersebut.

“National Center for Biotechnology Information juga mengungkapkan bahwa salah satu manfaat flexitarian adalah berkurangnya risiko berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung hingga 32 persen, turunnya berat badan secara stabil dan konsisten, serta bertahannya kemampuan memori,” papar Rita.

Sayangnya, meskipun sayur dan buah wajib menjadi menu harian saat menerapkan metode flexitarian, namun hal ini terkendala oleh masa simpannya yang kurang tahan lama, sehingga menjadi tantangan tersendiri yang harus diatasi.

Nah, salah satu solusinya adalah mengkombinasikan pembelian buah dan sayur segar dan organik dengan produk-produk cold-pressed juice seperti produk Re.juve.

Teknologi cold-pressed juice memiliki nilai lebih berupa kandungan nutrisi yang setara dengan sayur dan buah yang diambil melalui teknik juicing terbaik, yaitu cold-pressed.
Teknik cold-pressed sendiri telah terbukti dapat mencegah terpaparnya buah dan sayur dari panas dan oksidasi. Sehingga, satu botol 435ml cold-pressed juice Re.juve dapat mengandung nutrisi 1 kilogram sayur organik dan buah segar asli, serta memiliki masa simpan lebih lama dalam lemari pendingin karena juga diolah melalui teknologi HPP (High-Pressure Technology) pertama di Indonesia.

Selain itu, Re.juve juga menawarkan paket “3 Days Juice Fast Program”, yang berfungsi mempermudah konsumen dalam memulai proses meningkatkan konsumsi sayur dan buah harian, sehingga konsumen dapat mendapatkan 100% nutrisi alami dari sayur dan buah.

Tidak hanya menggunakan teknik juicing terbaik, tingkat higienitas selama proses pembuatan juga diperhatikan sedetail mungkin. Re.juve menggunakan teknologi ultra-higienis melalui metode end-to-end cold-chain environment di Cold-Pressed Production Facility yang sudah bersertifikasi HACCP, di mana dari awal proses produksi hingga ke tangan konsumen, Re.juve mengatur suhu pada kisaran 8-12°C untuk proses produksi dan 0-4°C untuk penyimpanan.

Fasilitas Pabrik Re.juve

Apalagi, air yang digunakan untuk membersihkan sayur organik, buah dan rempah, Re.juve hanya menggunakan air berkualitas standar air minum atau air reverse osmosis (RO water). Tujuannya, untuk mencegah terpaparnya bahan-bahan alami dan segar yang Re.juve gunakan dari bakteri, mikroorganisme, dan residu yang dapat membahayakan tubuh.

Menurut Richard Anthony, sebagai merek yang konsisten menyediakan asupan nutrisi berkualitas bagi masyarakat melalui produk makanan dan minuman yang enak, sehat, dan dan transparan, RE.juve akan terus berupaya untuk menyediakan produk-produk buah dan sayuran organik terbaik dalam kemasan yang praktis, yang dapat diperoleh melalui toko, delivery hotline, dan situs internet.

“Melihat banyaknya orang-orang yang mengadopsi metode flexitarian saat ini, kami ingin memastikan bahwa Re.juve menjadi pelopor tren positif ini. Harapannya, masyarakat dapat terus tergerak untuk memiliki gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan melalui konsumsi nutrisi seimbang,” pungkas Richard Anthony.| CSRI-WAW

Previous articleIMPLEMENTASI KEUANGAN BERKELANJUTAN BANK-BANK DI ASEAN, JEPANG, DAN KOREA SELATAN MASIH PERLU DIAKSELERASI
Next articleJohnson & Johnson Indonesia Menyerahkan Produk Listerine