Home Berita Perjalanan BUMN Menuju CSR Strategis, PKBL Habis Kini Ada TJSL

Perjalanan BUMN Menuju CSR Strategis, PKBL Habis Kini Ada TJSL

142

CSRINDONESIA – Pada Webinar Jumat 18 Juni 2021 ada pembahasan tentang  Kementerian BUMN menerbitkan Permen BUMN tentang Program TJSL BUMN dalam Permen BUMN PER-5/MBU/04/2021. Artinya, BUMN wajib melaksanakan Program TJSL BUMN dengan memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri BUMN ini. Istilah PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) tidak digunakan lagi, diganti menjadi TJSL (CSR/Corporate Social Responsibility).

Regulasi ini membuat BUMN Indonesia memiliki kiprah yang lebih luas dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui CSR, membuat CSR terintegrasi dalam strategi bisnis, mengacu pada standar global ISO 26000 tentang Tanggung Jawab Sosial.

Tema “Habis PKBL Terbitlah TJSL” mengupas lebih jauh bagaimana sebenarnya subtansi dari Permen itu dan apa sekiranya yang spirit atau value yang adanya mendasari perubahan dari mendobrak pakem karna hampir berbelas-belas tahun nama PKBL bertahan dan tidak berubah.

Menurut Maria R Nindita Radyati, PhD, Dip. Cons, Dip. PM, Cert. IV IRM Direktur Eksekutif CECT Universitas Trisakti, pada tahun lalu membantu Kementrian BUMN untuk Menyusun Grand Design (pada saat ini Kementrian BUMN menyebutnya arstitektur TJSL) dan memberi masukan mengenai Permen BUMN.

“Komitmen perusahaan terhadap pembangunan yang berkelanjutan nah ini menariknya yang Namanya SDG langsung dimasukan kedalam Permen, kemudia ada juga tambahan mengenai memberikan maanfaat kepada tidak hanya ekonomi, sosial, lingkungan tetapi juga hukum dan tata Kelola jadi mengikuti pengelompokkan SDG yang dirumuskan oleh BAPERNAS jadi ini menariknya itu inline, jadi kan kadang kadang suka katanya orang orang nih ego sectoral ini ada aturan sendiri ini ada aturannya sendiri,” ujarnya.

Jadi ini betul-betul mendukung karna Kementrian BUMN merupakan satu kesatuan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan, jadi ada komitmenny salah satunya adalah BUMN, lanjutnya.

“Ada yang menarik kedua disini adalah merupakan bagian dari pendekatan bisnis perusahaan, jadi langsung disebutkan bisnis approachnya, jadi sudah diakui bahwa CSR itu dikaitkan dengan bisnis inti,” ujar Maria R Nindita.

Jadi PKBL Habis Kini Ada TJSL dalam Perjalanan BUMN Menuju CSR Strategis ini semoga menjadi komitmen yang mana Komite TJSL itu adalah untuk mengkoordinir landasan tersebut akan dijalankan didalam program-program CSR untuk mencapai SDGs.

Pelaksanaannya adalah dengan berkolaborasi antara Yayasan BUMN, RB, TJSL BUMN lalu tujuan akhirnya keberlanjutan perusahaan, masyarakat dan lingkungan.

Jalal selaku Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia mengatakan bahwa yang sudah dipresentasikan oleh Maria R Nindita Radyati adalah jadi titik point dari webinar ini adalah.

Diskusi ini menarik karena Permen no.5 BUMN ini sudah resmi dikeluarkan walaupun masih ada kesempatan dari kita semua sebagai stakeholder termasuk khususnya dari bapak dan ibu dari BUMN untuk memberikan masukan-masukan kepada Kementrian karena sekira tadi buku pendomannya untuk penjabaran dari peraturan itu sudah diproses.

“Termasuk dari format-format laporan dan sebagainya dan bahkan tadi ada informasi bahwa sedang dalam proses uji coba,” jelasnya.  (HANNY/CSRI)