Home Berita MENJADI ANAK HEBAT BERSAMA INTERSTUDI

MENJADI ANAK HEBAT BERSAMA INTERSTUDI

50

MENJADI ANAK HEBAT BERSAMA INTERSTUDI

CSR-INDONESIA — Gak nyangka kan, kalau di pinggiran Jakarta ternyata masih ada yang buta huruf? Inilah kenyataannya di daerah Lebak Bulus, Pondok Labu dan Cinere, asuhan dari Rumah Hebat Anak Indonesia (RHAI), sebanyak 70 anak-anak para pemulung, rentang usia 2-12 tahun tak bisa mengenyam pendidikan. Minimnya pengetahuan, sanitasi dan kesehatan juga perekonomian menjadikan mereka kurang hidup layak. Karena inilah Mahasiswa/I Stikom Inter Studi mengadakan kegiatan sosial dengan tema, “ Menjadi anak hebat bersama Interstudi,” yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu (14/5/22) lalu di tempat penampungan sampah daerah Pondok Labu- Cinere.


Dari 70 anak-anak tersebut hanya 9 orang saja yang bisa membaca dan menulis. Selebihnya mereka belum bisa membaca, dikarenakan tidak bersekolah. Meskipun menurut pasal 34 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan bahwa pemerintah daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Namun pada kenyataannya, r ternyata masih saja ada anak yang belum bisa mengenyam pendidikan
Menurut Agnes Entaren, Pembina dan penggagas RHAI ini mengatakan, “ Seluruhnya ada sekitar 115 anak yang tergabung dalam RHAI saat ini. Memulai kegiatan ini di saat pandemic dengan memakai protokol kesehatan, saya mulai mengajarkan membaca, anak-anak ini tidak dapat bersekolah, mohon maaf, karena mereka adalah hasil pernikahan sirih dan mereka tidak mempunyai akte kelahiran sebagai persyaratan untuk mendaftar ke sekolah. Kebanyakan mereka adalah anak-anak pemulung yang tinggal di sekitar sana, sehingga memang kenyataannya masih banyak yang buta huruf.”
Hal ini yang membuat Mahasiswa Public Relations STIKOM-INTESTUDI terpanggil untuk melakukan edukasi tentang baca tulis, dan mengedukasi tentang kesehatan, terutama tentang bagaimana mencuci tangan yang baik, lingkungan yang bersih dan sehat agar tidak terkena penyakit cacingan. Kegiatan ini adalah juga sebagai bentuk dari Tridharma Perguruan Tinggi untuk Pengabdian Kepada Masyarakat, dalam mata kuliah CSR dan Ethics dibawah bimbingan Dra. Susi Andrini.,M.Si.

Kegiatan dimulai pada pukul 15.00wib-17.00Wib dengan memberikan kepada 64 anak materi pengajaran dan pembelajaran membaca, serta sebanyak 6 orang anak yang sudah bisa membaca dengan pengajaran proses menulis kreatif. Setelah itu memberikan edukasi tentang kesehatan dan ingkungan yang bersih serta bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar. Anak-anak juga diberikan obat cacing setelah pembelajaran itu.
Pada akhir acara STIKOM Interstudi yang diwakili oleh dosen pengampu mata kuliah CSR & Ethics, Ibu Ussie, memberikan kenang-kenangan kepada ibu Agnes, sebagai perwakilan dari RHAI. Seluruh anak-anak juga diberikan bingkisan lalu pulang dengan gembira dan suka cita. Sarah, ketua pelaksana kegiatan ini menagtakan rasa terimakasihnya kepada seluruh tim RHAI, teman-teman dan ibu Ussie dan ibu Agnes, juga CSR Indonesia dan para donatur/ sponshorhip yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini
Hari sudah sore menorehkan banyak pelajaran yang di dapat bagi mahasiswa/I STIKOM Inter Studi, harapannya, tidak hanya anak-anak dari Yayasan Rumah Hebat Anak Indonesia yang nantinya dapat merasakan pendidikan yang layak, serta dapat menjadi anak Indonesia hebat, namun juga bagi anak-anak Indonesia lainnya walaupun dengan berbagai keterbatasannya.

Laporan Mahasiswa/I STIKOM Interstudi
Jurusan PR Eksekutif 2020 (Jaka, Ade, Sarah, Salsa, Diana)

Previous articleSUV dan Akhir Bias Gender pada Perempuan Pengendara Masa Kini
Next articleDua Desa di Bantul Jogjakarta dapat Progam Review Berbasis Masyarakat dari Japan Initiative