Home CSR Pendidikan Literasi Keuangan ; HIDUP HEMAT VS PELIT

Literasi Keuangan ; HIDUP HEMAT VS PELIT

26
CSRINDONESIA – Literasi Keuangan bertema Frugal Living Vs Pelit yang telah di selenggarakan pada Jumat, 26 Januari 2024 bertempat di kampus STIKOM Interstudi ini adalah dalam rangka tugas UAS Mata Kuliah  Event Management for Creative PR.  Kegiatan ini mempunyai tujuan agar mahasiswa/i Eksekutif PR angkatan 2022 ini dapat menerapkan antara teori dan praktik dengan menyelenggarakan sebuah acara 

Hidup hemat adalah konsep hidup yang fokus pada prioritas keuangan dan mampu mengatur pengeluaran. Seseorang yang ingin menerapkan gaya hidup harus memahami apa tujuan keuangan mereka dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Jadi dalam menjalani gaya hidup ini harus ada visi dan misi hidup.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan konsep hidup hemat dan membedakannya dengan sikap pelit, sehingga peserta dapat memahami bahwa gaya hidup hemat bukan sekadar tentang hemat akan uang, melainkan tentang pengelolaan uang dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang diperoleh

Pada kegiatan ini dihadiri oleh 24 orang peserta beserta panitia, narasumber dan juga dosen pembimbing. Panitia yang terdiri dari kelas <span;> Humas <span;> eksekutif angkatan 2022 telah mengatur dan mempersiapkan rangkaian acara dari sebelum acara dimulai. <span;> Op <span;> en <span;>registrasi dimulai dari pukul 13.30 wib dan peserta mulai berdatangan pada pukul 14.00 wib.

Selanjutnya acara dimulai pada pukul 14.30 wib yang dibuka oleh MC dari panitia yaitu Syahdat. MC membacakan susunan acara dan kegiatan ini dibuka dengan Perayaan dari Ibu Dra. Susi Andrini M.Si, selaku dosen pengampu dan pembimbing mata kuliah <span;> Event Project For Creative PR. <span;> Dalam Berbagai dia berkata, “Kasus pinjaman online (pinjol), invetasi bodong, judi online yang menjerat banyak pelajar dan masyarakat umum akhir-akhir ini membuktikan kurangnya pemahaman tentang literasi keuangan, karena itu pengetahuan mengenai literasi keuangan/finansial ini dinilai sangat penting untuk diketahui, bahkan sejak usia dini. Misalnya dengan menabung,” jelas ibu Susi yang kerab dihubungi bu Ussie.

Setelah itu, acara inti dimulai yaitu diskusi bersama narasumber Amelia Sintama SE CRP, seorang yang sudah berkecimpung di bidang keuangan dan pasar modal lebih dari 10 tahun dan di pandu oleh Olive yang juga merupakan ketua panitia acara. Di awal pemaparannya, ‘Ka Amel’ begitu kami menyebut selama acara, dengan membuka diskusi dengan kata apa arti kata pelit dan kata hemat. Ka Amel membuka materi presentasinya dengan mengarahkan pertanyaan ke peserta apa makna pelit, yang dijawab dengan antusias oleh peserta.

Dalam paparannya Ka Amel menjelaskan bahwa dalam menentukan gaya hidup hemat kita harus mempunyai tujuan keuangan, hal apa saja yang ingin di capai dalam jangka waktu dekat, menengah dan panjang. Tujuan keuanganlah yang bisa membuat kita bisa lebih fokus serta konsisten dalam menjalankan pola hidup hemat. “Boleh memberikan  self reward   dengan  healing , membeli pakaian,  jajan   dan  nongkrong   bersama teman-teman , akan tetapi tetap menjelaskan budget yang ada supaya tidak terjebak di pinjol, payltater l maupun  judi online ” tutur Ka Amel. 

Lebih lanjut Ka Amel menjelaskan bahwa dalam mencapai tujuan keuangan, kita bukan saja harus hemat, namun harus mulai berinvetasi, apalagi investasi saat ini sangatlah mudah dan murah. “Generasi jaman sekarang sangatlah beruntung, literasi keuangan dan investasi saat ini sangatlah mudah di akses, selain itu investasi juga murah. Hanya dengan 10 ribu kita sudah bisa mulai berinvestasi” jelas Ka Amel

Selain itu  hidup hemat bukan sekedar mengendalikan pengeluaran, namun juga tentang membagi alokasi pengeluaran. Contohnya Ka Amel sendiri menerapkan alokasi pengeluaran 40:30:20:10 yang artinya dari setiap pendapatan yang didapat ; 40% untuk  biaya hidup , 30% untuk bayar hutang (cicilan rumah, kendaraan, dll), 20% untuk invetasi dan 10% untuk asuransi jiwa, Lalu bagaimana dengan pelajar yang pendapatannya masih dapat dari orang tua ? “Untuk pelajar bulanannya masih dapat dari orang tua tetap bisa melakukan alokasi pengeluaran, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyisihkan untuk investasi. Misal dalam satu bulan mendapat uang saku 1 juta, apakah beratnya hanya menyisihkan 10 ribu setiap bulannya untuk alokasi investasi?” tanya Ka Amel.

Meskipun peserta yang hadir tidak memadati ruang seminar namun diskusi berjalan lancar dengan sangat antusias dari para peserta. Moderator juga berbagi pengalamannya, dan bertanya kepada para peserta untuk <span;> berbagi <span;> bersama. Salah satu dari peserta ada yang menceritakan pengalaman tentang lingkungan teman-temannya yang terjerat pinjol dan judi online, sehingga hidupnya tidak tenang. Diskusi sangat hangat dan riuh bersahutan dan saling berbagi pengalaman, sehingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 wib. Di akhir acara diskusi, Ka Amel memberikan pernyataan terakhir , “sebagai generasi milenial dan Gen Z yang melek finansial, saya wajib sangat memahami pentingnya investasi! Dengan berinvestasi sebanyak mungkin, kebiasaan menabung dan menabung akan berkembang. Semakin banyak investasi, semakin cepat tujuan investasi tercapai dan semakin banyak yang akan diperoleh di masa depan” Jelas ka Amel. 

Belum selesai sampai disitu saja, sebagai kenang-kenangan Ibu Ussie memberikan plakat kepada ka Amel sebagai kenang-kenangan dari STIKOM InterStudi. Kemudian panitia pelaksana yang di wakili Fauzan Farhan juga memberikan kenang-kenangan kepada ibu Ussie berupa Foto bersama.  

Acara ditutup dengan pembagian doorprize ke 3 orang peserta yang sebelumnya di berikan pertanyaan manfaat apa yang didapat dari acara literasi keuangan ini.

Peserta pertama memberikan jawaban tentang manfaat keuangan kita harus mulai belajar menabung uang dari sekarang dan berinvestasi mulai dari sekarang.

Peserta kedua memberikan jawaban tentang manfaat yang dapat diperoleh yaitu ilmu baru mengenai apa maksud dari pelit dan bijak dalam mengeluarkan uang untuk diri sendiri (self reward).

 Peserta ketiga memberikan jawaban bahwa manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah Pendapatan yang kami terima dari bekerja harus di sesuaikan dengan jangka pendek, kemudian pentingnya tabungan untuk generasi  sandwich . (Sebuah fenomena di mana seseorang harus menghidupi tiga generasi keluarganya yang terdiri dari orang tua, dirinya sendiri, dan anaknya)

Kemudian setelah pembagian doorprize sebagai kenang-kenangan, kami mengabadikan momen dengan foto bersama. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan pemahaman yang lebih baik tentang  Frugal Living vs Pelit. Dengan memahami konsep hidup hemat dan membedakannya dengan sikap pelit, kita dapat mengelola keuangan dengan lebih bijaksana dan seimbang. Hidup hemat bukanlah tentang menjadi pelit, melainkan tentang bagaimana mengelola keuangan secara bijaksana dan seimbang. Dengan memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta menetapkan tujuan keuangan yang jelas, kita dapat mengelola keuangan dengan lebih baik. Selanjutnya para peserta dan panitia dapat mengadopsi gaya hidup yang lebih bijaksana secara finansial.

Sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir panitia memberikan sebuah sertifikat sebagai bukti partisipasi dan bolpoint cantik yang disiarkan Literasi Keuangan – Interstudi. Dan setelah acara literasi keuangan “Frugal Living vs Pelit”, para panitia dan dosen pembimbing melakukan evaluasi kegiatan. Kurangnya peserta yang hadir disebabkan beberapa faktor seperti; – Pendek semester yang hanya 3 minggu saja dengan 6 SKS yang masuk setiap hari dari Senin sampai Jumat. Diwaktu yang sempit itu, harus menerapkan antara teori dan praktek sehingga sedikit waktu untuk berpromosi, dan tanggal kegiatan sudah memasuki masa tenggang untuk persiapan ujian akhir.

Namun demikian, kekurangan jumlah peserta yang memenuhi harapan, justru para peserta yang hadir mengaku senang dan puas karena mendapat banyak manfaat dari acara ini dan sangat berkualitas. Semoga dilain waktu bisa mengadakan kembali kegiatan untuk Literasi Keuangan yang lebih banyak diikuti oleh umum dan khusunya pada civitas Akademis. Hemat bukanlah pelit, Yuk berhitung untuk masa depan yang lebih baik.  (Olive,Farhan,Syahdat,Tito,Felice,Annisa- Mahasiswa PR Eksekutif Stikom InterSudi).