Defi Nofitra, Country Manager Kaspersky pertama untuk Indonesia | IST
CSRINDONESIA – Di tengah meningkatnya ancaman digital dan serangan siber yang makin canggih, Kaspersky — perusahaan keamanan siber dan privasi digital global — membuat langkah strategis: menunjuk Defi Nofitra sebagai Country Manager pertama untuk Indonesia. Penunjukan ini bukan sekadar penambahan struktur organisasi. Ini adalah pesan tegas, Indonesia adalah medan strategis, dan pertahanan digital bukan lagi opsional.
Langkah ini menandai babak baru dalam ekspansi Kaspersky di Asia Tenggara. Sebuah keputusan yang, menurut Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, mencerminkan keseriusan perusahaan untuk membangun jejak yang lebih dalam di pasar Indonesia yang kini menjadi prioritas di kawasan.
“Penunjukan Defi menandai langkah signifikan dalam ekspansi berkelanjutan kami di Indonesia,” ujar Hia. “Dengan keahlian dan kepemimpinannya, kami memperkuat komitmen untuk mengembangkan solusi keamanan siber yang disesuaikan dan membangun keterlibatan lebih dalam dengan pelanggan enterprise di seluruh sektor utama.”
Lanskap Ancaman yang Kian Brutal
Indonesia tidak lagi sekadar pasar potensial; negara ini telah menjadi zona rawan serangan siber. Pada 2024, menurut data internal Kaspersky, bisnis di Indonesia mencatat jumlah serangan ransomware tertinggi dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Polanya jelas: semakin berkembang ekosistem digital Indonesia, semakin canggih pula taktik para penyerang.
Defi Nofitra sendiri menyebut kondisi ini sebagai “titik kritis” bagi sektor bisnis Indonesia.
“Organisasi harus beradaptasi dengan berinvestasi pada solusi keamanan siber tangguh,” kata Defi. “Solusi yang tidak hanya berbasis teknologi canggih, tetapi juga ditopang oleh intelijen ancaman waktu nyata.”
Sosok Defi: Veteran Kanal dan Strategi
Di balik penunjukan ini berdiri sosok yang bukan sembarang profesional. Dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di sektor teknologi informasi dan komunikasi di Asia Tenggara, Defi dikenal luas di ranah sales & channel — sebuah keahlian yang sangat krusial untuk menavigasi pasar Indonesia yang kompleks.
Sebelum bergabung dengan Kaspersky, Defi telah memimpin strategi pengembangan bisnis di sektor-sektor vital seperti pemerintahan, manufaktur, otomotif, dan sektor publik. Ia juga dikenal memiliki pemahaman mendalam terhadap pasar berkembang seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Dengan latar belakang akademis Teknik Mesin dari ITB dan Magister Manajemen dari UGM, ia memadukan pendekatan teknis dan bisnis dalam satu paket kepemimpinan yang solid.
Kaspersky: Dari Moskow ke Nusantara
Didirikan pada 1997, Kaspersky telah melindungi lebih dari satu miliar perangkat dari ancaman siber. Dari solusi endpoint hingga layanan keamanan terkhusus, perusahaan ini memiliki portofolio yang mencakup kebutuhan organisasi global dan lokal, termasuk di bidang infrastruktur penting dan pemerintahan.
Saat ini, Kaspersky melayani lebih dari 200.000 klien korporat di seluruh dunia. Di Indonesia, dengan bertumbuhnya ekosistem digital dari UMKM hingga perusahaan multinasional, kebutuhan terhadap keamanan siber yang presisi dan proaktif menjadi panggilan zaman.
Penunjukan Country Manager bukan hanya perubahan administratif. Ini adalah pengakuan: bahwa Indonesia membutuhkan pendekatan yang spesifik dan serius dalam menangkal ancaman digital. Bukan hanya produk yang dibutuhkan, tetapi juga pemahaman budaya pasar, kemitraan lokal, dan kepercayaan jangka panjang.
Defi tidak sekadar datang sebagai “penjual teknologi”. Ia diharapkan menjadi arsitek strategi yang menjembatani teknologi global dengan tantangan lokal. Bahwa di balik dashboard dan dashboard keamanan, ada manusia-manusia yang harus merasa aman dalam bertumbuh.
Penunjukan ini adalah pengingat: keamanan siber bukan lagi urusan teknisi semata. Ia kini menjadi bagian dari strategi bisnis, dari keberlangsungan ekonomi, dan dari perlindungan identitas bangsa. Indonesia sudah terlalu besar untuk dibiarkan lemah di ranah digital.
Kini, kita hanya perlu menunggu: apakah strategi Kaspersky dan Defi akan cukup tajam untuk menangkis gelombang ancaman berikutnya? |WAW-CSRI