Home CSR Kampanye Sarapan Sehat Untuk Turunkan Stunting

Kampanye Sarapan Sehat Untuk Turunkan Stunting

43
Foodbank bagikan sarapan gratis untuk anak-anak |IST
Foodbank bagikan sarapan gratis untuk anak-anak |IST
CSRINDONESIA – Aice Group dan Foodbank Indonesia mengampanyekan sarapan sehat bagi anak Indonesia sebagai upaya menurunkan angka stunting yang masih saja tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Kampanye digelar bersamaan dengan Hari Anak Internasional ke balita dan anak se-Jabodetabek sejak akhir Mei hingga Sabtu (10/06/2023) kemarin. 
Koalisi dua lembaga tersebut, mendistribusikan bantuan pangan dan memberikan edukasi pola makan yang sehat kepada ratusan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Jabodetabek. Upaya ini dinyatakan sebagai upaya serius mengurangi kelaparan dan stunting yang masih membayangi balita dan anak Indonesia. Koalisi juga membuka akses informasi, pengetahuan dan keterampilan bagi sekolah dan kalangan ibu rumah tangga agar mempertahankan budaya sarapan dan camilan yang bergizi seimbang di sekolah-sekolah. 
Kolaborasi triple helix dari Aice, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan kalangan sekolah ini, masuk dalam inisiatif #15HariAiceBerbagiSehat dan program Sarapan Sehat Anak Nasional (SARASEHAN) dari Aice Group dan Foodbank Indonesia. 
Koalisi berusaha menekan angka kelaparan dengan membiasakan pola sarapan anak melalui lembaga sekolah. Kegiatan ini melibatkan gerakan para Relawan Ibu Hebat, untuk bergotong royong dalam mengelola bantuan pangan menjadi menu sarapan bergizi. Mereka juga aktif mengedukasi dan membangun kesadaran akan pentingnya memenuhi nutrisi yang cukup bagi anak dan pemilihan camilan yang sehat kepada anak. 
Juru Bicara sekaligus Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana Zhong, mengatakan bahwa sebagai brand es krim world class quality yang dekat dengan masyarakat, Aice Group berkomitmen untuk senantiasa membangun kebahagiaan masyarakat dari titik terkecil, yakni keluarga. 
Menurutnya, akses kesehatan baik sama pentingnya dengan kesadaran pola hidup sehat di masyarakat. Ia menyitir data Foodbank Indonesia yang menunjukkan bahwa angka kelaparan serta permasalahan stunting yang masih tinggi dapat mengancam masa depan anak Indonesia. Gagal tumbuh secara kognitif, motorik, serta gangguan metabolisme di anak dapat menggagalkan bonus demografi. Dan dalam jangka panjang, dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi bangsa.  
Untuk mengatasinya, Aice menyadari pentingnya peran aktif sektor swasta akan berkontribusi besar dalam membantu upaya pemerintah memeratakan akses pangan yang bergizi ke seluruh Indonesia.  
“Lewat kampanye #15HariAiceBerbagiSehat yang berkolaborasi dengan Foodbank Indonesia, Aice Group berusaha menjalankan pendekatan holistik di pemerataan akses pangan yang  bergizi, seperti makanan siap santap untuk sarapan. Visi pangan bermutu tersebut sejalan dengan visi perusahaan memproduksi es krim bernutrisi tinggi. Koalisi juga mengedukasi soal pentingnya pemenuhan nutrisi anak melalui budaya sarapan yang  sehat, di banyak sekolah.  Aice berharap, inisiatif ini ikut memastikan lahirnya generasi emas Indonesia yang memotori bonus demografi kita pada 2035 mendatang,” jelas Sylvana.  
Sarapan Sehat dan Pemberdayaan Petani & Pedagang Kecil  
Selain menyediakan makanan sehat bagi sarapan anak, koalisi juga memperkuat basis petani dan pedagang kecil. Koalisi menyatakan bahwa seluruh bantuan pangan yang disalurkan diperoleh dari petani dan pedagang lokal di sekitar Jabodetabek. Beras, sayur mayur, dan buah-buahan yang didistribusikan koalisi didapatkan langsung dari para petani binaan Foodbank Indonesia. Para petani yang terlibat menerapkan pola cocok tani organik. 
Berbagai Sembako yang juga didistribusikan koalisi, dibeli dari para pedagang kecil di berbagai wilayah. Koalisis berusaha memperkuat roda ekonomi para petani dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Inisiatif tersebut berusaha memberikan multiplier yang optimal ke berbagai lapisan masyarakat yang menerima manfaat dari kampanye #15HariAiceBerbagiSehat tersebut. 
Selain pendekatan kesehatan anak, Aice Group juga menerapkan pendekatan humanis lewat keceriaan ke kalangan anak, ibu dan guru sekolah. Aice mendistribusikan ribuan es krim Aice sebagai elemen pendukung proses edukasi pentingnya sarapan tersebut. 
“Lewat es krim Aice, kami juga mengedukasi soal keceriaan yang di kalangan anak. Es krim merupakan camilan anak yang sangat baik. Tingkat gizi, vitamin dan kelezatan es krim akan menumbuhkan memori positif tentang cemilan sehat. Kami membagikan beberapa jenis es krim Aice seperti Aice Mochi yang bergizi dan mudah untuk dinikmati anak-anak layaknya cemilan ke berbagai PAUD di Jabodetabek,” jelas Sylvana. 
Puluhan PAUD di Jabotabek menjadi sasaran distribusi sarapan dan es krim oleh koalisi. Berbagai PAUD seperti PAUD Melur Bangsa 011 Petamburan, PAUD Rimba Bermain Cilincing, BKB PAUD Mekar Sari Pisangan, BKB PAUD Mawar dan Sandi Manggarai, PAUD KB Manggis Sawangan, bersama banyak PAUD lain menjadi titik distribusi koalisi. 
Sementara itu, Foodbank Indonesia dalam kesempatan sama mengangkat masih cukup tingginya angka kelaparan dan stunting di Indonesia. Mengacu pada Studi Status Gizi Indonesia 2022, Foodbank memaparkan bahwa 7.7% balita masih mengalami kekurangan gizi. Selain kekurangan gizi, 17,1% balita di Indonesia juga mengalami kekurangan berat badan yang normal.  
Angka stunting yang cukup tinggi juga dialami oleh balita di Indonesia, yang mencapai 21,6% . Selain itu, 50% balita pun masih mengalami kelaparan tersembunyi. Berbeda dengan kelaparan umumnya, kelaparan tersembunyi tidak menimbulkan rasa lapar secara harfiah. Namun, bagi mereka yang mengalaminya, tubuh akan kekurangan zat gizi penting dan lama kelamaan dapat menimbulkan masalah serius.  
Foodbank juga menjelaskan kaitan antara angka kelaparan yang tidak terlepas dari kualitas pola sarapan masyarakat. Data Survei Diet Total Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, menunjukkan 66,8% anak sarapan dengan kualitas gizi rendah atau belum terpenuhi kebutuhan gizinya terutama asupan vitamin dan mineral. Sementara itu, hanya 10,6% dari sarapan anak yang mencukupi asupan energi lebih dari 30 persen. 
CEO Foodbank Indonesia Hendro Utomo, memaparkan beberapa faktor pemicu rendahnya angka sarapan bergizi seimbang anak Indonesia. Pola asuh instan para orang tua yang malas menyediakan sarapan yang bergizi seimbang dan kecenderungan memberikan uang jajan tanpa pengawasan, menjadi penyumbang utama buruknya kualitas sarapan anak. Selain itu, kesibukan dan ketidakpedulian orang tua terhadap pentingnya sarapan bergizi seimbang bagi anak-anak, serta minimnya pengetahuan atas jenis makanan yang bergizi seimbang, menjadi penyebab lainnya.  
“Lewat kolaborasi kampanye#15HariAiceBerbagiSehat dan Sarapan Sehat Anak Nasional (SARASEHAN), kita berupaya untuk meningkatkan budaya sarapan yang sehat dari hulu hingga hilir. Kita berangkat dari lingkungan terdekat kita. Koalisi berusaha memastikan ratusan pelajar PAUD se-Jabodetabek mendapatkan paket makanan siap santap bergizi seimbang yang kita peroleh dari para petani dan pedagang kecil, lengkap es krim Aice yang bernutrisi menceriakan anak. Koalisi melibatkan para guru dalam proses edukasi anak tentang pentingnya sarapan sebelum memulai aktivitas pembelajaran dan camilan yang bergizi. Berbagai permainan yang menyenangkan dilakukan, agar pesan pentingnya sarapan mudah dicerna dan diterima oleh anak-anak,” jelas Hendro. 
Dukungan dan apresiasi kalangan guru bermunculan atas kampanye Aice Group tersebut. Kalangan guru yang terlibat, mengakui pentingnya upaya bersama untuk menghidupkan budaya sarapan sehat di siswa PAUD. Dampak positif dari sarapan yang teratur dan berkualitas tidak hanya terlihat pada aspek kesehatan, tetapi juga pada semangat dan konsentrasi belajar anak.  
Kalangan guru mengakui, peningkatan prestasi akademik dan perkembangan kognitif anak berkorelasi dengan kualitas sarapannya. Salah satunya, Guru PAUD Melur Bangsa 011 Petamburan Titin Herdiana, yang mengapresiasi sumbangan dan dukungan edukasi sarapan siswa dari koalisi. 
“Adanya program yang dihadirkan oleh Aice Group dan Foodbank Indonesia, membuat kami sangat terbantu dalam memberikan makanan tambahan yang bergizi kepada anak. Siswa bertambah energinya, lebih konsentrasi saat belajar, dan berkemampuan akademik tinggi.  Program ini memberikan pendampingan yang efektif kepada kami, para guru dalam mengedukasi pentingnya sarapan bergizi seimbang ke kalangan siswa siswa dan orang tuanya. Kegiatan ini mampu meyakinkan siswa dan keluarganya untuk selalu memiliki sarapan yang bergizi di rumah. Kami yakin, kerja sama banyak pihak yang efektif seperti ini akan ikut menjamin lahirnya generasi terbaik bangsa,” pungkas Titin. |WAW-CSRI