Home Berita “Brisia Jodie & Hendro Yulius Putro Ajak Pemuda Bangun Negeri Dengan Teknologi”

“Brisia Jodie & Hendro Yulius Putro Ajak Pemuda Bangun Negeri Dengan Teknologi”

115

CSRINDONESIA – Kedua mata seorang pemuda fokus pada layar laptop di hadapannya. Di tangan kirinya terdapat sebuah benda yang terdiri dari rangka dengan kabel warna-warni dan komponen lampu kecil yang berkedip sesekali.

Tangan kanannya memegang solder yang baru saja selesai digunakan untuk merakit rangkaian elektronika. Rupanya pemuda itu sedang menunjukkan cara merakit kerangka robot kepada sejumlah anak melalui metode daring.

Di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, pemuda itu masih aktif mengajarkan dunia robotik kepada anak-anak di Surabaya. Adalah Hendro Yulius Putro, seorang pemuda yang memiliki mimpi membangun negeri dengan teknologi. Dia adalah sosok penting pencetus sekolah robotik Yayasan Adicita Wiraya Guna (AWG) Robotic Course yang memiliki banyak murid berprestasi di bidang robotik dan mendapatkan gelar juara maupun penghargaan tak hanya di dalam, tetapi juga luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Beijing hingga Jepang.

Pemuda yang kerap dipanggil Hendro ini merupakan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 bidang teknologi karena mengenalkan dunia robotik kepada anak-anak hingga membawa teknologi robotik Indonesia ke kancah dunia. “Masa depan adalah milik kita yang menyiapkannya sekarang. Kelak peran teknologi akan mendisrupsi banyak hal. Tingkatkan kepedulian terhadap teknologi untuk terus belajar dan menghasilkan karya-karya,” ujar Hendro.

Pada hari ini (11/7), Hendro berbagi kisahnya dalam inspira webinar yang diadakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia bersama dengan Young On Top dan dipandu oleh moderator Ernest Prakasa. Hendro berduet dengan Brisia Jodie, seorang penyanyi dan content creator yang juga berbagi cerita berkarya dengan teknologi.

Brisia saat ini memiliki 5 juta pengikut di akun Instagram dan 817.000 subscribers di akun Youtube-nya. “Menurutku bedanya semangat pemuda 90-an dan 2000-an ya itu. Kalau anak muda tahun 2000-an, dari kecil sudah dikasih handphone dan sudah punya media sosial. Jadi berkarya pun banyak memanfaatkan digital,” ujar gadis berusia 24 tahun itu.

 

 

 

Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 bidang teknologi sekaligus Pencetus Yayasan AWG Robotic Course Surabaya, Hendro Yulius Putro tengah serius mengutak-atik robot rakitannya (foto atas). Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 bidang teknologi sekaligus Pencetus Yayasan AWG Robotic Course Surabaya, Hendro Yulius Putro (foto diambil sebelum COVID-19 -bawah).

Majukan Negeri Melalui Robotik Hendro merupakan penggagas ekstrakurikuler di bidang teknologi khususnya robot di tempatnya mengajar. Ide itu bermula dari turunnya jumlah murid yang mendaftar di sekolah tempat ia mengajar, sehingga pengurus yayasan berniat menutup sekolahnya. Kemudian, pemuda lulusan Universitas Negeri Surabaya jurusan Fisika itu berseru lantang meyakinkan sang pengurus agar tidak menutup sekolahnya.

Gayung bersambut, usahanya selama lima bulan berbuah kabar menggembirakan dengan bertambahnya murid di tempat ia mengajar. Dua tahun berjalan, Hendro pun didapuk sebagai wakil kepala sekolah.

Mencari murid masih menjadi masalah utama sekolah yang dipimpinnya. Berbekal keyakinan teknologi dapat mendongkrak nama sekolahnya, ia mulai merintis ekstrakurikuler robotik di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya.

Ide itu tercetus sepulangnya menghadiri kontes robot yang diadakan Institut Teknologi Sepuluh November tahun 2011. Ia berusaha mencari mentor untuk anak muridnya dan membuat modul untuk dipelajari oleh siswanya sehingga mereka mampu merancang robot penjejak garis dan mini soccer robot.

Berkat kegigihannya, Hendro berhasil menciptakan robot penyiram tanaman bernama Loving Plant Robot yang mendapat penghargaan khusus di International Robot Olympiade di Beijing, Cina pada tahun 2012.

Kesuksesannya dalam membangun ekstrakurikuler robotik hingga mendapatkan penghargaan di kancah internasional membuat ia semakin tergerak untuk mengembangkan kemampuan teknologi robotik sekolah lain.

Hendro akhirnya mendirikan sekolah robot Yayasan AWG Robotic Course yang kini memiliki 400 anak murid dan menjalin kerjasama dengan 21 sekolah dari Surabaya, Solo, Pasuruan, Gresik, Palu hingga Sorong. Perjalanan panjang Hendro Yulius Putro memperkenalkan robot ke generasi muda Indonesia pada akhirnya membawanya menjadi penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2019 bidang teknologi. Sama seperti tahun sebelumnya, SATU Indonesia Awards menjaring anak muda hingga ke seluruh pelosok Indonesia yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Apresiasi diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi serta satu kategori yaitu kelompok yang mewakili bidang tersebut. Pada tahun ini, Astra juga memberikan tambahan kategori apresiasi khusus kepada para pejuang tanpa pamrih di tengah pandemi COVID-19. Meskipun pandemi di negeri ini belum berakhir, tetapi tidak menyurutkan minat pemuda Indonesia untuk mendaftarkan dirinya atau sosok yang dinilai pantas mendapatkan apresiasi ini.

Sejak pendaftaran dibuka pada 2 Maret 2020, jumlah pendaftar SATU Indonesia Awards 2020 telah mencapai lebih dari 7.631 pendaftar. Target jumlah pendaftar tahun ini diharapkan dapat melampaui jumlah pendaftar tahun 2019 yang mencapai 8.654 pendaftar. SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 305 anak muda, yang terdiri dari 59 penerima tingkat nasional dan 246 penerima tingkat provinsi. Selain memberikan apresiasi kepada tiap pemenang berupa dana pembinaan Rp60 juta, Astra juga memberikan pembinaan kegiatan secara berkelanjutan.

Semangat para pemuda dalam berjuang menebar kebaikan bagi sekitarnya sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut bisa dilihat di www.satu-indonesia.com serta ikuti juga akun Instagram (@SATU_Indonesia), Youtube (SATU Indonesia), Facebook (Semangat Astra Terpadu) dan Twitter (@SATU_Indonesia).| AT/CSRINDONESIA

 

Previous articleMenilai Keberhasilan CSR Melalui Prinsip Good Corporate Governance
Next articleSTIKOM INTERSTUDI: Re-Set Our Mental Health In New Normal