Home CSR CSR Pendidikan Seminar Nasional: Revolusi Industri 4.0 dan Kurikulum 4.0 di Perguruan Tinggi

Seminar Nasional: Revolusi Industri 4.0 dan Kurikulum 4.0 di Perguruan Tinggi

1391
1

CSRINDONESIA – JAKARTA, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Stikom Interstudi bekerjasama dengan LP2M STDI – Interstudi, mengadakan Seminar Nasional bertajuk “Re Orientasi Riset dan Inovasi Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Kurikulum 4.0 di Perguruan Tinggi” pada Kamis, (13/9/18). di Auditorium STIKOM-Interstudi, Jakarta. Dr. Irwansyah MA, Ketua Program Pasca Sarjana dan Plt. Wakil ketua 1 bidang Akademik STIKOM Interstudi, mengatakan, bahwa Ide ini dibangun atas semangat dalam menghadapi perkembangan global sekarang ini yang sangat dipengaruhi sekali dengan perkembangan industri kearah masuknya revolusi industry four poin zero (4.0)

“Revolusi industri yang digagas oleh Jerman sekarang ini sudah masuk dalam revolusi industri 4.0, yang diperlukan semangat bahwa setiap orang tidak lagi bicara tentang pertanian, manufacturing atau pabrikasi dan tidak juga berbasis sekedar informasi dan komputer tetapi sudah membangunnya dalam sistem struktur yang nirkabel. Revolusi industri yang berbasis 4.0 ini tidak hanya semata miliknya orang tehnik, salah satu gagasan yang diinginkan presiden adalah dengan membuat perubahan (making industry 4.0 ) yakni perubahan dalam sistem pendidikan dengan kurikulum yang memasukkan unsur elemen revolusi 4.0.” Jelas Irwansyah (11/9)

Di tempat terpisah Dr. Poppy Ruliana, M.Si, Ketua LP2M STIKOM Interstudi mengatakan “Kurikulum merupakan perangkat pendidikan yang dinamis, oleh karena itu juga harus peka dan sekaligus mampu merespon beragam perubahan dan beragam tuntutan stakeholder yang menginginkan adanya peningkatan kualitas pendidikan. Di samping itu, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi segera merespon dengan mengubah kurikulum perkuliahan yang disepakati dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) yang berlangsung di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.”

Dr. Dadang Mulyana, Ketua LP2M STDI Interstudi mengatakan bahwa, sekolah tinggi Desain Indonesia menjadi bagian yang ikut mengembangkan kreatifitas dan inovasi, dalam rangka membangun industri kreatif yang berbasis kurikulum 4.0. Pembenahan dilakukan secara internal yang masih perlu dirapikan agar benar-benar secara sistematis bisa membangun Indonesia empat point nol. Ia berharap apa yang dilakukan saat ini sangat prestisius dan menyambut gembira dengan ajakan LPPM Stikom untuk bekerjasama dan semoga kerjasama ini terus berlanjut.

Poppy juga berharap, Hasil yang diharapkan dalam workshop ini adalah tersusunnya suatu penelitian berbasismodel penerapan kurikulum 4.0 pola baru berdasarkan interaksi pemikiran dan pengalaman terkait dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan perkembangan IPTEKS berbasis media digital.| CSRI/SUN

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.