Home Berita #NgopiPagi: SOAL GEISHA PANAMA KOPI ENAK & MAHAL

#NgopiPagi: SOAL GEISHA PANAMA KOPI ENAK & MAHAL

14
CSRINDONESIA – Saya hari ini untuk kesekian kalinya mencisipi kopi Geisha Panama. Kopi ini khas dan memang enak. Pagi panatik kopi kopi ini luar biasa. Dan saya hanay ingin sharing saja soal kopi ini di bawa ada dua artikel CNNIndonesia yang saya kutip silakan simak saja lengkapnya.
Cuma saya ingin sampaikan bahwa saat kopi ini di sampaikan disini saya minum sambil dinikmati dengan rasa dan ketenangan. Foto kopi yang sudah saya seduh dan potret diri sambil minum kopi diambil dengan lensa Izumanon extrawide90- Japan.
Artikel pertama CNN
Alasan Geisha Panama Jadi Kopi Termahal di Dunia
Bagi sebagian orang, secangkir kopi adalah ritual wajib tiap pagi. Namun jika bicara kopi Geisha Panama, tampaknya Anda harus berpikir dua kali sebelum menjadikannya ritual wajib. Sebab kebiasaan ini lumayan menguras kantong.
Pasalnya kopi yang pertama kali ditanam di Gesha, Ethiopia ini dibanderol dengan harga Rp14,4 juta per 450 gram. Bisa dibayangkan, jika memakai rasio 12 gram, secangkir nilainya bisa lebih dari Rp350.000. Tak heran pada 2019 kopi Geisha Panama diklaim berpredikat sebagai kopi termahal di dunia.
Salah satu kedai kopi di Tangerang sempat menjajal menjual Geisha Panama. Secangkirnya dihargai Rp100.000. Tapi kini, kedai kopi tersebut sudah tutup.
Geisha merupakan varietas kopi. Sebagaimana typica, bourbon atau juga caturra. Dan kopi Geisha ini sebenarnya juga tak hanya tumbuh di Panama. Menurut Willford Lamastus, dari Elida Estate–penghasil Geisha–varietas kopi ini juga bisa ditemukan di Costa Rica, Colombia, Brasil juga Hawaii.
Akan tetapi, mengapa Geisha Panama harganya selangit?
Biji kopi Geisha Panama selalu memperoleh nilai tinggi dari Speciality Coffee Association (SCA). Organisasi inilah yang menetapkan standar dan penilaian terhadap kopi-kopi dari berbagai belahan dunia.
Melansir dari Home Grounds, SCA menggunakan skala penilaian hingga 100 poin. Geisha Panama selalu memperoleh poin di atas 90. Hal ini pun diakui oleh Bo Thiara, pemilik kedai kopi kenamaan di San Francisco.
“Seperti wine, skala hingga 100, kopi ini mendapat peringkat
terbaik,” ujar dia seperti dikutip dari Home Grounds.
Kemudian, soal lokasi penanaman kopi. Secara letak geografis, Panama seolah jadi hak istimewa buat petani kopi. Daratannya sempit sehingga memungkinkan kedekatan dua laut yakni Pasifik dan Karibia ditambah benturan angin dari arah berlawanan.
Selain itu, komposisi tanahnya pun berupa tanah vulkanis dengan iklim Chiquiri. Jenis iklim di mana kondisi arus dingin yang turun dari utara dan arus panas dari selatan. Pelbagai faktor tersebut menyokong tumbuh kembang perkebunan kopi.
Meski dianugerahi lahan pertanian yang menakjubkan, bukan berarti perawatan kopi bakal mudah. Geisha bukan kopi ‘gampangan’. Varietas kopi ini termasuk yang sulit tumbuh dan perlu pemeliharaan yang rumit. Ketinggian lahan tanam harus lebih dari 1.600 meter di atas permukaan laut, perlu fotosintesis yang efisien dan, waktu yang tepat untuk panen.
Biji berkualitas tinggi dari tanah penuh berkah tersebut mampu menghasilkan kopi dengan citarasa unik. Citarasanya bisa menyerupai bunga (flowery) atau buah (fruity) bergantung lokasi penanaman.
Sekalipun butuh pemeliharaan yang tinggi, Geisha belum tentu pula menghasilkan banyak biji ketika dipanen. Proses yang pelik ini membuat stok kopi Geisha terbatas, sedangkan permintaan dari pelbagai negara selalu datang.
(els/NMA)
Sumber tulisan etntang Kopi Gesha Panama masih dari CNNINDONESIA juga dengan judul
Kopi Termahal di Dunia: Rp1,08 Juta per Cangkir
Penggemar kopi bersedia membayar mahal untuk secangkir kopi seduhan yang sempurna. Namun jika diberi harga yang super mahal, maukah mereka tetap membelinya?
Orang-orang California membawa kopi seduhan ke tingkat atas yang sampai saat ini dianggap tingkat tertinggi. Selain itu mereka juga menjualnya dengan harga yang sangat mahal.
Secangkir kopi dijual dengan harga US$75 (Rp1,08 juta) di Klatch Coffee, San Francisco. Kafe ini menjadi tuan rumah untuk pencicipan selama akhir pekan ini.
Kopi ini dibuat dari salah satu biji kopi sumber organik yang dikenal sebagai Elida Geisha Natural. Biji kopi jenis ini dijual dengan harga lelang yang cukup tinggi. Satu pon biji kopi ini dijual dengan harga US$803 (Rp11,6 juta). Sedangkan harga yang sudah dipanggang, harganya meroket sampai US$1.200 (Rp17,4 juta) per pon, tulis afiliasi CNN KGO di San Francisco.
Klatch sendiri membeli 10 pon biji kopi tersebut. Ini hanya 10 persen dari 100 pon biji kopi yang dilelang dalam lelang kopi Best of Panama di seluruh dunia. Lelang ini diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Panama pada 2018.
“Kopi ini tidak dipanggang seperti di tempat lainnya. Ini dipanggang dengan cara tradisional,” kata Bo Thiara, pemilik Klatch.
(chs/chs)
Nah pagi ini saya menikmatinya dan masih punya beberapa stok Gesha Panama. Yang minat mangga. Gitu aja. (ame)