Home Berita Lingkaran.co, Startup Edukasi yang Makin Bersinar di Masa Pandemi

Lingkaran.co, Startup Edukasi yang Makin Bersinar di Masa Pandemi

32
Wendy Pratama Lingkaran DSC X/ist

CSRINDONESIA – Pandemi virus corona atau COVID-19 yang melemahkan segala sektor dan industri masih belum kunjung usai.  Masyarakat telah mengubah tatanan hidupnya, mulai dari cara bekerja, beraktivitas, hingga mendapatkan akses pendidikan.

Aktivitas belajar mengajar formal di sekolah atau universitas, maupun pendidikan non-formal hampir seluruhnya telah dialihkan menggunakan metode virtual, sehingga penggunaan platfrom pembelajaran daring pun semakin melonjak. Hal ini berdampak positif bagi startup yang bergerak di sektor pendidikan berbasis daring. Salah satu platform pendidikan non-formal yang semakin bersinar di masa pandemi ini adalah lingkaran.

lingkaran adalah sebuah platform pendidikan kreatif bagi para wirausahawan dan professional muda yang ingin mengembangkan diri, karir, dan bisnis melalui berbagai pelatihan in-demand skills oleh para praktisi dan ahli di bidangnya masing-masing. Pelatihan yang diadakan beragam, meliputi pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, manajemen keuangan dasar, pembangunan karakter, dan lain sebagainya.

“Lingkaran berawal dari kebingungan dan kegelisahan saya sendiri. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur, saya diminta untuk merenovasi rumah saya sendiri. Nyatanya, teori semasa kuliah tidak mudah diaplikasikan. Saat itu saya tidak memahami bagaimana cara mengeksekusi dan mewujudkan desainnya; bagaimana cara menghitung biaya, mencari kontraktor, dan hal-hal teknis lainnya. Setelah banyak berdiskusi dengan orang sekitar, ternyata faktanya terdapat missing gap antara apa yang dipelajari di institusi pendidikan formal dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan di industri atau dunia profesional,” ujar Wendy PratamaCEO dan Founder lingkaran dalam rilisnya yang diterima Redaksi Selasa, 6 Oktober 2020.

Wendy pun membangun lingkaran dengan semangat untuk membantu anak muda di Indonesia mengatasi tantangan kesenjangan pengetahuan dan keterampilan. Bersama timnya, Wendy bertekad untuk menciptakan sebuah ekosistem yang dapat menjembatani kesenjangan antara apa yang diberikan dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Membangun Startup Edukasi Berkualitas

Setelah 6 tahun berdiri, lingkaran telah dikenal sebagai salah satu platform pendidikan kreatif terdepan di Indonesia. Dengan visi “Menjadi ekosistem progresif yang mendorong dan mendukung para entrepreneur dan profesional muda di Indonesia untuk mencapai standar kelas dunia”, lingkaran telah mengadakan lebih dari 1.500 program khususnya di bidang kreatif, digital dan wirausaha, mengembangkan lebih dari 20.000 pelajar, dan telah menginspirasi lebih dari 150.000 generasi muda di seluruh Indonesia.

“Sebagai ekosistem, lingkaran menjadi lebih dari sekadar jembatan untuk menutup celah pengetahuan. lingkaran telah menjelma menjadi extended network di mana para wirausahawan muda di Indonesia dapat terhubung dan mendapatkan dukungan satu sama lain, apapun latar belakangnya,” jelasnya.

Untuk mematangkan bisnisnya, pada tahun 2019 lalu, Wendy mengikuti Diplomat Success Challenge (DSC). Selain termotivasi untuk mendapatkan hibah modal usaha dengan total Rp 2 Miliar, Wendy juga memiliki keinginan untuk terkoneksi dengan mentor-mentor berpengalaman dan meluaskan jaringannya dengan rekan-rekan sesama wirausahawan dalam komunitas Diplomat Entrepreneur Network (DEN).

Pada saat itu, bisnis saya sudah berjalan selama 5 tahun dan kami sedang membutuhkan bantuan berupa modal tambahan dan mentorship untuk pengembangan produk digital kami. Walaupun lingkaran belum menjadi pemenang, namun dengan semangat #BIKINGEBRAKAN banyak hal yang didapatkan selama mengikuti program DSC seperti ilmu, pengalaman dan network baru. Selain itu DSC juga membantu meningkatkan awareness publik terhadap lingkaran, terutama untuk audiens di Pulau Jawa,” tutur Wendy lebih jauh.

DIkatakan Wendy, keberadaan mentor juga sangat berperan terhadap pengembangan dirinya sebagai pemimpin perusahaan maupun sebagai wirausahawan. Para mentor banyak membagikan pengetahuan dan pengalamannya, sehingga hal-hal tersebut dapat menjadi insight yang bermanfaat yang dapat diterapkan hingga kapanpun. Pendampingan oleh mentor-mentor juga tetap berlanjut di mana Wendy masih menyempatkan berinteraksi dan berdiskusi dengan mereka untuk mengeksplor peluang-peluang baru setelah program rampung.

Menjadi Startup dengan Kiprah Positif di Masa Pandemi

Berbasis pembelajaran yang mengombinasikan metode daring sejak didirikan, lingkaran justru mendapatkan dampak positif di masa pandemi ini. Bahkan dapat dikatakan bahwa industri teknologi edukasi merupakan industri yang imun dengan pandemi COVID-19.

Selain meningkat dari segi awareness, permintaan dari pasar juga mengalami lonjakan yang signifikan. Target pasar menjadi lebih menyadari akan pentingnya pendidikan dan pelatihan keterampilah di luar sekolah / institusi formal untuk membantu mereka lebih relevan lagi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini, terutama di tengah kondisi kenormalan baru.

Di sisi lain, pandemi yang mengharuskan masyarakat melakukan karantina mandiri membuat orang mengurangi aktivitas di luar rumah. Selama itu pula, masyarakat kian mengeksplorasi dan melakukan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan, seperti mencari hobi baru, belajar melalui e-learning platform, membuka bisnis rumahan, dan aktivitas lainnya seiring dengan dibutuhkannya banyak keterampilan baru.

Dengan peluang tersebut, saat ini lingkaran masih melanjutkan pengembangan digital produknya, yaitu LMS (Learning Management System) dan Authoring Tools untuk membantu proses belajar mengajar dan meningkatkan tingkat ketersampaian dan keberhasilan pembelajaran daring.

Hingga saat ini, lingkaran telah berhasil berkembang secara organik sebesar 5x lipat dibandingkan tahun sebelumnya. lingkaran berhasil mengembangkan program dan produk online learning dan menjangkau lebih banyak anak-anak muda Indonesia hingga ke daerah-daerah Indonesia Timur seperti di Maluku dan Nusa Tenggara Timur, serta luar negeri seperti Australia, Inggris, dan Belanda. Dalam capaian angka, lingkaran berhasil mendapatkan 50% revenue growth, 450% margin growth, 500% user growth, dan 300% retention growth selama 2020 berjalan.

Selain itu lingkaran juga baru saja meluncurkan inisiatif terbarunya, yaitu platform bagi para pencari kerja lepas, yaitu lepasan.co. Platform ini menawarkan berbagai jenis layanan pekerjaan kepada perusahaan maupun individu yang membutuhkan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas pengaruh lingkaran dengan menciptakan kembali lapangan kerja dan membawa antusiasme serta harapan baru kepada semua pekerja yang terkena dampak krisis pandemi.

Kiat Bertahan di Masa Pandemi bagi Startup

Kunci bertahan di masa pandemi yang telah diaplikasikan Wendy pada timnya di lingkaran adalah agility dan open-minded mindset. Kedua hal tersebut dapat membantu mengubah masalah dan tantangan menjadi kesempatan dan peluang dengan tanggap serta cepat. Proses adaptasi pastinya tidak mudah. Perubahan adalah dua mata pisau, di mana pada satu sisinya memberikan gairah dan antusiasme baru, namun di sisi lainnya juga menghadirkan perasaan takut karena kita akan menuju ke sebuah tempat baru yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah, mempersiapkan diri dengan baik dan membekali diri kita dengan senjata dan amunisi yang tepat sebelum masuk ke medan perang “perubahan” tersebut. Kedua, lakukan riset produk dan pasar, bacalah laporan-laporan global maupun lokal terkait penangangan pandemi dan bagaimana perusahaan-perusahaan besar menghadapinya. Yang ketiga dan tidak kalah pentingnya, perbanyak komunikasi dengan tim internal, pemangku kepentingan, hingga pengguna dan target audiens yang ingin disasar. Dengarkan kebutuhan dan keluh kesah mereka, berempatilah, temukan penderitaan utama mereka yang dapat kita bantu selesaikan dengan solusi yang dimiliki perusahaan atau bisnis kita.

Berikutnya setelah melengkapi data kuantitatif dan kualitatif yang kuat, startup dapat melakukan pivoting dan prototyping produk atau fitur baru. Lakukan iterasi sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin menyempurnakannya dengan mengikutsertakan komentar dan umpan balik dari pengguna. Lanjutkan prosesnya sampai kita menemukan bentukan baru dari produk atau bisnis, hingga dapat mencapai titik product-market fit.

Bagi yang baru ingin merintis usaha, mulailah dengan mencari permasalahan mendasar yang terjadi di sekitar dan tawarkanlah solusi untuk menjawabnya dengan bisnis yang akan dirintis. Bisnis atau usaha yang mampu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat niscaya akan lebih sustainable dibandingkan dengan bisnis yang hanya mengikuti tren belaka.

Penting juga diingat bahwa menjadi seorang wirausahawan adalah perjalanan yang panjang. entrepreneurship adalah sebuah perlombaan lari maraton, bukan lari cepat, sehingga para wirausahawan baru diharapkan dapat memiliki grit.

“Grit mencakup banyak hal, termasuk; ketekunan, passion, semangat untuk tujuan jangka panjang, purpose, growth mindset, serta resiliency yang akan membuat wirausahawan memiliki tekad yang besar untuk bangkit kembali dari kegagalan dan kemunduran, salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk #BIKINGEBRAKAN adalah dengan bergabung bersama eksositem wirausaha yang solid seperti Diplomat Success Challenge yang kini sedang membuka pendaftaran baru untuk DSC XI”, tegas Wendy.

Raih hibah modal usaha total Rp 2 miliar, pendampingan dan mentor untuk wujudkan bisnis impian. Daftarkan ide bisnis melalui situs www.diplomatsukses.com dan #BIKINGEBRAKAN pada Diplomat Success Challenge XI, pendaftaran ditutup 19 Oktober 2020. (CSRI/RED-TA)