Home Berita Kapal Kemanusiaan Antarkan 1.000 Bantuan Menuju Kalimantan Selatan

Kapal Kemanusiaan Antarkan 1.000 Bantuan Menuju Kalimantan Selatan

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin menyampaikan bahwa musibah ini membuat kita semua kembali mendekatkan diri kepada Allah. Rentetan bencana alam yang terjadi merupakan ujian, di mana hikmah-hikmah kehidupan terkandung.

18

CSRINDONESIA,JAKARTA – Belasan kota/kabupaten di Kalimantan Selatan terendam banjir hingga setinggi atap rumah pada Januari 2021 ini. Per Kamis (28/1/2021), BPBD Kalimantan Selatan mencatat, 11 kabupaten/kota terendam banjir, lebih dari 627 ribu jiwa terdampak, 24 orang meninggal dunia, 712.129 jiwa terdampak dan sekitar 63 ribu jiwa mengungsi akibat banjir. Sebelas kota/kabupaten yang terdampak banjir di antaranya Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tapin.

Warga Kalimantan Selatan yang harus bertahan hidup dengan segala kondisi yang ada, ekonomi belum pulih, kegiatan belajar mengajar belum berjalan, bahkan stok kebutuhan darurat semakin terbatas. Oleh karenanya, Aksi Cepat Tanggap merangkul berbagai elemen bangsa untuk melayarkan bantuan pangan dan logistik bagi saudara di Kalimantan Selatan melalui program Kapal Kemanusiaan.

Sabtu (30/1/2021), Kapal Kemanusiaan lepas sauh dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kapal membawa 1.000 ton bantuan logistik yang terdiri dari bahan pangan, pakaian, popok bayi dan lansia, selimut, terpal, tenda dan logistik lainnya. Ribuan ton bantuan ini berasal dari masyarakat DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT/IST

Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT menyampaikan bahwa musibah ini membuat kita semua kembali mendekatkan diri kepada Allah. Rentetan bencana alam yang terjadi merupakan ujian, di mana hikmah-hikmah kehidupan terkandung.

“Semoga Kapal Kemanusiaan ini bukan sekadar sensasi tapi sebagai bentuk kebesaran kepedulian dalam urusan kemanusiaan, dan tolong-menolong. Bangsa yang hebat dengan energi gotong royongnya. Hanya memerlukan keseriusan kita menghadapinya, sekaligus menjadi teguran bahwa jangan saling menyalahkan antar elemen bangsa. Mari kita adu hebat jangan hanya melalui kata-kata hebat tapi juga tindakan hebat atas sebuah kejadian bencana. Terlebih, bencana alam juga akan berdampak pada bencana kemiskinan dan bencana ekonomi. Tentu bangsa yang besar tidak akan bisa besar tanpa ujian besar. Sehingga kita harus selalu berbaik sangka,” ungkapnya.

Pelayaran Kapal Kemanusiaan merupakan bagian rangkaian penanganan tanggap darurat di Kalimantan Selatan. Hal ini mengingat kebutuhan pangan menjadi hal yang diperlukan korban bencana di fase tanggap darurat. Apalagi jumlah pengungsi saat ini masih sekitar 63 ribu jiwa. Ribuan ton bantuan pangan yang akan dikirimkan melalui Kapal Kemanusiaan akan meluaskan jangkauan bantuan pangan bagi korban banjir di Kalimantan Selatan yang hingga kini masih merasakan dampaknya.

Marzuki Ali selaku Ketua Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) pun juga menyampaikan pesannya bahwa bencana ini menjadi salah satu teguran dari Tuhan Yang Maha Esa. “Pelepasan bantuan ini sebagai bentuk solidaritas sosial dan kemanusiaan dan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Namun, ini jangan keterusan, harus ada perbaikan-perbaikan tata kelola terkait urusan-urusan alam ini. Kita punya kewajiban untuk menjaga alam ini. Luar biasa lahan-lahan kita dibakar, digunduli untuk keserakahan perusahaan atau individu tertentu. Alam ini milik kita semua,maka dari itu kita semua jangan serakah, mari saling memperbaiki diri,” ungkapnya dalam pidato pelepasan Kapal Kemanusiaan di Surabaya.

Ahad (24/1/2021), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memutuskan memperpanjang lagi status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari sebab banjir belum juga surut. Status tanggap darurat bencana banjir di Kalsel didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Nomor 360/038/BPBD/2021. Masa tanggap darurat fase pertama diberlakukan selama 14 hari, mulai 14 Januari hingga 27 Januari 2021.

Inilah saatnya kita bergerak bersama selamatkan bangsa dengan melayarkan Kapal Kemanusiaan. Karena bangsa Indonesia adalah bangsa penggerak kebaikan, bangsa yang peduli, saling tolong menolong dan membantu sesama. Kami memohon doa dan dukungan terbaik dari Sahabat Dermawan agar kapal ini dapat berlayar dengan lancar sampai ke tujuan. Sehingga, saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir di Kalimantan Selatan, dapat menerima amanah kedermawanan dari para donatur. (ATA/CSRI/RED)***