Home CSR Kampanye Re.juve Cares, Budayakan Gaya Hidup Berkelanjutan sebagai “Our New Normal”

Kampanye Re.juve Cares, Budayakan Gaya Hidup Berkelanjutan sebagai “Our New Normal”

30
Re.juve Partnership with KOMPIS for Maggot Farm

CSRINDONESIA – JAKARTA,  PT Sewu Segar Primatama, produsen cold-pressed juice dengan merek dagang Re.juve sebagai brand asli Indonesia, hari ini meluncurkan kampanye Re.juve Cares secara virtual. Inisiatif ini merupakan upaya terintegrasi dan menyeluruh perusahaan dalam memberi manfaat terbaik bagi kesehatan tubuh, bumi, dan masyarakat, serta menjadi bentuk dukungan terhadap gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle) yang makin marak selama pandemi. Re.juve Cares terbagi dalam tiga pilar, yaitu #GoodforYou, #GoodforEarth, dan #GoodforSociety.

“Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk beradaptasi dan mulai menerapkan pola-pola hidup yang baru. Ada kebiasaan yang baik dan patut dipertahankan bahkan setelah nanti pandemi telah selesai, namun ada juga yang seringkali luput dari perhatian kita tapi ternyata kurang baik atau kurang tepat bagi tubuh maupun lingkungan. Ini menjadi pokok bahasan dalam peluncuran Re.juve Cares hari ini, tentang bagaimana kami sebagai perusahaan selalu berupaya untuk bisa memberikan sesuatu yang berkelanjutan bagi masyarakat, untuk tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tapi juga lingkungan dan masyarakat di sekitar kita,” ujar Richard Anthony, CEO dan Presiden Direktur Re.juve.

Salah satu perubahan besar yang dirasa ketika masa pandemi adalah frekuensi kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan yang berkurang secara drastis. Padahal, kebutuhan tubuh akan nutrisi yang seimbang yang salah satunya didapat dari sayur dan buah-buahan segar justru semakin meningkat demi menjaga daya tahan tubuh secara maksimal. “Di masa pandemi ini, penting bagi kita untuk terus meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan segar berkualitas baik secara langsung ataupun produk-produk pengganti dengan kandungan nutrisi dan vitamin yang setara yang dibuat hanya dari 100% buah dan sayur segar tanpa tambahan apapun. Ini menjadi intisari dari pilar pertama Re.juve Cares, #GoodforYou, di mana kita ingin masyarakat lebih jeli dan bijaksana dalam memilih produk-produk yang baik dan tepat bagi tubuh. Hal ini menjadi sangat krusial, karena kita sedang berperang melawan pandemi, di mana senjata utama kita adalah daya tahan tubuh, yang ditopang oleh asupan makanan berkualitas,” tambah Richard Anthony.

CEO dan Presiden Direktur PT. Sewu Segar Primatama ( Re.juve ), Richard Anthony

Hal lainnya yang juga ingin diketengahkan oleh Re.juve melalui kampanye ini adalah kepedulian terhadap sampah. Gerakan menuju nol sampah (towards zero-waste) memang menjadi motor utama kampanye ini. Hal ini berangkat dari kekhawatiran akan semakin mendesaknya persoalan sampah, khususnya di Jakarta. Ajakan-ajakan untuk diet plastik sudah sering kita dengar, namun kesadaran akan tingginya produksi sampah organik harian di Jakarta kadang masih terabaikan. Padahal produksi harian sampah organik di Jakarta bahkan bisa mencapai 60 persen atau lebih tinggi dari sampah nonorganik. Sebagai produk yang menggunakan buah dan sayuran segar, Re.juve juga tidak menampik, bahwa dalam produksi hariannya ada volume sampah organik yang cukup besar yang dihasilkan. Untuk itulah sejak Februari 2020 yang lalu, Re.juve bekerja sama dengan KOMPIS, untuk mengolah sampah buah dan sayuran sisa produksi menjadi maggot pakan ternak bernilai tinggi. Meski setelah diolah sampah organik ini menjadi bernilai ekonomi, Re.juve memberikan sisa produksi tersebut secara cuma-cuma sebagai bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik tawaran dari Re.juve untuk terlibat dalam pengolahan sampah organik menjadi maggot. Dengan mengirimkan secara langsung sampah organik dari Central Production Facility (CPF) di Cikupa ke fasilitas pengolahan maggot di Ciater, Tangerang Selatan, Re.juve telah membantu meniadakan proses pemilahan sampah yang memakan biaya tinggi, serta turut memberdayakan hingga tujuh warga sekitar untuk mengolah materi organik menjadi 50 kilogram maggot per hari dan mampu memberikan keuntungan kepada warga hingga Rp10.500.000,00/bulan,” kata Emil Kaburuan, pendiri KOMPIS.

Tidak berhenti di hulu saja, atau memastikan proses produksi menuju bebas sampah, Re.juve juga berkomitmen untuk tidak menambah sampah plastik baru. Sejak Januari 2020 lalu, Re.juve telah mengubah seluruh kemasan botol plastik minuman Re.juve dengan 100% plastik Recycled-PET yang aman untuk makanan dan minuman. Selain itu, per April 2019, Re.juve telah melibatkan partisipasi konsumen untuk mengoptimalkan program Bring Back Your Empty Bottle. Tidak ada poin atau insentif yang ditawarkan pada program ini, karena Re.juve ingin menumbuhkan kepedulian pada konsumennya yang bukan didasarkan pada reward yang diharapkan. Re.juve bekerja sama dengan Bank Sampah untuk mengolah kemasan botol plastik yang dikirim ke pabrik daur ulang menjadi produk dakron yang dipakai sebagai bahan tekstil dan perkakas rumah tangga yang bernilai tinggi. Program menuju bebas sampah dari hulu hingga ke hilir ini menjadi basis dari pilar kedua Re.juve Cares, yaitu #GoodforEarth.

Re.juves-HACCP-Certified-True-Cold-Pressed-Production-Facility-with-High-Pressure-Technology/IST

Misi Re.juve untuk mengajak konsumennya tidak hanya memperhatikan kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar juga diperkuat dengan pilar ketiga Re.juve Cares, #GoodforSociety, yang berfokus pada hal-hal baik bagi masyarakat di sekitar kita. Hal ini salah satunya diejawantahkan melalui dukungan dana dan produk bagi pembinaan atlet bulu tangkis di Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), serta pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik yang memiliki nilai ekonomi melalui kerja sama dengan KOMPIS sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan.

“Sesuai dengan visi produk kami untuk menjadi brand with integrity, kami percaya pada suatu upaya holistik dan berkelanjutan dalam berbuat baik, tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi bumi dan masyarakat. Kami berharap Re.juve Cares dan diskusi pada hari ini dapat menginspirasi dalam upaya kita menuju gaya hidup berkelanjutan, yang dapat diterapkan tidak hanya sekarang di masa pandemi ini, tapi juga nantinya setelah kita benar-benar kembali ke situasi normal,” tutup Richard Anthony. |CSRI-WAW