Home Berita ISCC: Petani Kopi Masih Termajinalkan

ISCC: Petani Kopi Masih Termajinalkan

50
Ketua Umum Semangat Gotong Royong (SEGORO) Cut Meutia Adrina, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Mohamad Sukri  dan CEO Indonesia Sustainable Coffee Cooperative (ISCC) Ayub Suleman Pulungan dalam obrolan sore Ngopi di SIPIROK COFFEE/AEN

CSRINDONESIA – Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Mohamad  Sukri dan CEO Indonesia Sustainable Coffee Cooperative (ISCC) Ayub Suleman Pulungan, dan Ketua Umum Semangat Gotong Royong (SEGOROCut Meutia Adrina membahas tentang kesejahteraan petani kopi di Indonesia. dan sepakat bahwa nasib petani kopi khususnya saat ini masih termajinalkan. dan harus dibantu.

Yang masih menikmati hasil kopi-kopi dalam bisnis besar saat ini masih para pengusaha besar, petani belum sejahtera. Kopi dalam bentuk green bean harga dari dulu tetap sama, petani kita masih termajinalkan belum menikmati hasil kopi secara kehidupan yang layak,” ungkap Mohamad Sukri dalam perbincangan sore di Kopi Sipirok kawasan TB Simatupang Jakarta Selatan, Selasa 23 Maret 2021.

Ayub Suleman Pulungan CEO ISCC dan juga owner Kopi Sipirok mengamini pernyataan Mohmada Sukri bahwa petani kopi sampai kini memang belum sejahtera. “Masih tertinggal jauh kasian para petani ini, bahkan sampai kini hasil panennya sudah banyak yang di ijon. Makanya di ISCC saat ini kami membangun Coffee HUB,”katanya.

Coffee HUB adalah program ISCC dengan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) mendukung program Coffee HUB sebagai pusat pengembangan usaha perkopian dari hulu sampai hilir.  Program Bogor Coffee Hub merupakan program Unversitas Juanda Bogor dalam upaya mengembangkan pusat pengembangan kopi dari hulu sampai hilir. Program Coffee Hub ini menjadikan Unida Bogor sebagai pusat kegiatan yang meliputi budidaya, pengolahan, konsultasi pemasaran dan rantai pasok serta kegiatan terkait lainnya. Program ini melibatkan multi stakeholders, dan salah satunya ialah Indonesia Sustainable Coffee Cooperative-ISCC.
Kerjasama Pengembangan Penanaman dan Usaha Kopi antara Universitas Djuanda Bogor dengan Indonesia Sustainable Coffee Cooperative-ISCC ( Koperasi Kope Lestari Indonesia) sejak Januari 2019. MoU antara Unida dengan ISCC sebagai penunjang kerjasama antara pelaku dunia usaha dengan dunia pendidikan guna peningkatan kompetensi sumberdaya manusia serta mengupayakan hubungan timbal balik atas manfaat hasil penelitian.
“Selain program itu juga kami sedang membuat program barcode kopi Indonesia asal kopi dari mulai sejarah kopi apa dan juga lokasi kopi juga big data kopi yang benar,” ujar Ayub begitu gamblang menjelaskan.
“Intinya ISCC ini akan membantu dalam mensejahterakan petani, jangan sampai masih termajinalkan sejak zaman Belanda hingga kini,” tambah Sukri yang juga ketua dewan Penagawas di  ISCC, menambahkan.
Sementara itu Cut Meutia yakin bahwa dengan membantu petani Kopi di tanah air harusnya petani bisa sejahtera, “Jika ini dibantu maka petani tidak terbengkalai dan kami Segoro siap bantu dan ikut dukung ISCC untuk petani kopi di Indonesia lebih baik,” ungkapnya.
Kita tahu bahwa ini tren kopi meningkat bahwa Indonesia surga Kopi dunia adalah jelas. Bahkan kopi Indonesia menjadi incaran dunia, cuma ada sejumlah pemburu rente dimana kopi kita kadang tak berlabel asal kopi, hanya menyebutkan pulaunya saja. ISCC  dalam hal ini akan sedang upayakan agar stempel pasti asal kopi terindetifikasi, jangan kopi asal man di stempel kopi dengan label lain yang lagi laku keras.
Pun demikian soal regulasi lainnya yang terus menjadi perhatian agar semua ini masuk dalam ruang besar aset bangsa karena kopi tanah air ini makin banyak varitasnya asalnya yang makin banyak dimintai dunia. Jadi ayo kita dukung ISCC dan berbuat jujurlah agar seperti kopi yang selalu juur meski pahit ia tetap diburu dan dinikamti dengan hati. (RNZ/CSRI)