Home Berita Cuci Tanganmu dengan Sabun

Cuci Tanganmu dengan Sabun

62

CSRINDONESIA – Corporate Social Responsibility atau CSR merupakan tanggung jawab perusahaan sosial dari suatu perusahaan. CSR adalah program berkesinambungan yang dibutuhkan untuk perusahaan bisa terus menunjukkan eksistensinya dan mempertahankan reputasi positif dengan menjaga masyarakat serta lingkungan sekitar. Karena apabila perusahaan tersebut menjaga masyarakat dan lingkungan sekitar, saat perusahaan mengalami krisis manajemen, masyarakat dan lingkungan sekitar akan membela perusahaan tersebut. Menurut pendapat salah satu ahli yaitu (Kotler dan Lee, 2005) “tanggung jawab sosial perusahaan adalah komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui praktik bisnis dan kontribusi sumber daya perusahaan”.

Wahyuni dan Azheri dalam jurnal “Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Citra Perusahaan Multinasional” (2014) juga mengungkapkan, pelaksanaan CSR yang diterapkan perusahaan dapat memperbesar dan memperpanjang corporate branding. Perusahaan menjadikan CSR selaku strategi untuk menjaga dan memajukan citra & reputasi perusahaan yang menunjukkan keberadaan perusahaan di customer dan consumen perusahaan.

Perusahaan yang telah menerapkan CSR secara tidak langsung akan memberikan banyak manfaat di mana produk perusahaan akan semakin disukai konsumen.
Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

Salah satu perusahaan global di Indonesia yang konsisten mengadakan program CSR adalah Lifebuoy sebagai brand sabun kesehatan Indonesia di bawah corporate Unilever dengan kampanye cuci tangannya. Dalam sebuah laman unilever disebutkan bahwa; selama 83 tahun, lewat Yayasan Unilever Indonesia, sebuah misi kesehatan, menurut Sinta Kaniawati, Kepala Yayasan Unilever, mengatakan bahwa; bukan hanya sekedar CSR, tapi bisa dikatakan sebagai Unilever Sustainable Living Plan (USLP). Unilever terbiasa menggunakan istilah sustainability program. Jadi ini bukan hanya sekadar CSR, tapi bagaimana bisnis pada perusahaan beroperasi. Dalam konteks kami, namanya Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

USLP diartikan sebagai frame work global yang mengimplementasikan strategi bisnis Unilever yang berkesinambungan dan tidak hanya difokuskan di Indonesia saja, tapi juga negara lain yang Unilever berada di dalamnya.

Penetapan USLP dimulai secara menyeluruh sejak 2010, yang mempunyai tujuan untuk melipatgandakan tumbuh kembangnya binis Unilever pada 2020. Namun rencana tersebut didampingi dengan langkah Unilever yang ingin meminimalisir efek lingkungan dan berimbas positif terhadap lingkungan sosial pada Negara yang sudah menghadirkan Unilever, hal ini merupakan ambisi besar yang ditargetkan oleh Unilever.

Kampanye cuci tangan yang dijalankan oleh Lifebuoy tidak hanya sukses dilakukan di Indonesia tapi juga dilakukan di seluruh dunia. Salah satu contoh kampanye cuci tangan yang sukses terjadi di India pada acara Maha Kumbh Mela tahun 2013. Maha Kumbh Mela adalah ritual ziarah yang dilakukan oleh umat Hindu di India setiap 12 tahun sekali.

Acara yang dijalankan di Sungai Gangga selama 3 hari ini, merupakan festival keagamaan terbesar di dunia, dimana umat Hindu berdoa, tinggal, dan makan secara bersama-sama.
Karena acara Maha Kumbh Mela dihadiri oleh jutaan umat Hindu, Lifebuoy melihat sebagai kesempatan untuk membangun awareness kampanye cuci tangan.

Lifebuoy menggunakan media roti yang disajikan pada umat Hindu yang hadir untuk menyampaikan pesan cuci tangan sebelum makan. Eksekusi yang dilakukan Lifebuoy adalah mencetak 2.5 juta roti yang sudah jadi dengan pesan “Did you wash your hands with Lifebuoy?”, lebih dari 5 juta orang terpapar pesan dari kampanye ini, dengan menanam investasi sebesar 36,000 dolar. Tidak hanya itu, parameter lain pada return on investment (ROI) pun mendapatkan nilai yang meningkat:
• Brand recall: improved by 4%.
• Market share: 3-year high.
• Global media impressions: 79 million.
• Earned media: 59.3 million dollar, over 1600 times ROI.
Lifebuoy menargetkan, setelah kampanye cuci tangan ini dijalankan. Masyarakat di India dan di dunia bisa menjadikan cuci tangan sebagai kebiasaan sehat yang dilakukan sebelum makan. Karena dari kebiasaan sehat yang kecil bisa membuahkan dampak besar bagi kesehatan, seperti mencegah beragam penyakit, membunuh kuman, dan mencegah potensi resistensi antimikroba.

Roti bertuliskan “did you wash your hands with Lifebuoy?“
Sumber: causemarketing.com

 

Tujuan dari kampanye adalah bagaimana pesan yang dibangun, bisa merubah perilaku. Proteksi Diri dengan Cuci Tangan di Era New Normal Kemenkes RI pada 2014 pun mengungkapkan, dalam mencuci tangan hanya memakai air saja tanpa sabun tidak dapat mematikan bakteri dan virus yang terdapat di tangan. Apalagi jika mencuci tangan tidak dibawah air mengalir. Kebiasaan menggunakan dan berbagi wadah cuci tangan pada air yang tidak mengalir, sama saja saling berbagi kuman dan tidak menghilangkan kuman yang menempel pada tangan.

Kebiasaan itu harus dirubah menjadi yang lebih sehat dengan standar prosedur melakukan cuci tangan menggunakan sabun. Karena menurut informasi dari lifebuoy.co.id sabun bisa membasmi bakteri dan virus dalam waktu cepat, dengan cara kerja mengeluarkan sel-sel bakteri dan virus dari tangan kita, dan membilasnya dengan air akan menghilangkan bakteri dan virus sepenuhnya. Bonusnya aroma tangan pun bisa menjadi lebih wangi dan segar.

Pada 15 Oktober 2019, Lifebuoy mengadakan kampanye “100 Juta Tangan Bersih di 2020” pada Hari Cuci Tangan Sedunia. ”
“1 miliar orang di dunia sudah digapai oleh Lifebuoy dengan kampanye edukasi cuci tangan. Di Indonesia, Lifebuoy mempunyai target100 juta tangan sehat pada tahun 2020. Target tersebut hampir terpenuhi pada tahun 2019, dengan pencapaian 99 juta tangan sehat,” ungkap Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing and Baby Unilever Indonesia. Lifebuoy memfokuskan 3 spot untuk edukasi cuci tangan yaitu sekolah, posyandu, dan rumah sakit.

Di 2020 pada era New Normal cuci tangan semakin menjadi perhatian khusus, dikarenakan penyerangan virus Covid-19. Unilever merasa prihatin atas dampak buruk yang terjadi pada masyarakat di dunia. Dengan cara proteksi diri melalui cuci tangan, Unilever percaya dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Hemant Bakshi, President Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk berujar “Unilever Indonesia memberikan dukungan kepada masyarakat, berupa menyediakan produk kesehatan seperti sabun dan hand sanitizer dari Lifebuoy. Serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya cuci tangan dan menjaga higienitas diri secara komprehesif”.

Saat virus Covid-19 mewabah membuat cuci tangan bukan hal yang sepele lagi dilakukan tapi sudah menjadi hal yang diperhatikan. Masyarakat di dunia pun memproteksi diri sendiri dengan cuci tangan sebagai langkah awal. Ajakan untuk menjaga kebersihan melalui cuci tangan dengan air mengalir dan sabun pun, menjadi semakin dikumandangkan oleh pemerintah dan para ahli kesehatan masing-masing negara di dunia. Mari, kita bangun kebiasaan sehat cuci tangan untuk generasi sekarang dan yang akan datang. Siapa yang akan memulai kalau bukan dari diri sendiri. Cuci tangan mu dengan Sabun !

Aldila Dense
STIKOM Interstudi, Public Relations Executive 2018

 

 

 


Referensi:
Aida Nurbaiti, Intania Ihsani, Santoso Tri Raharjo, Sahadi Humaedi. (2019) Perilaku hidup bersih dan sehat melalui program berbagi sehat oleh PT Unilever.
Novia Dessy Kartika Sari, Kadarisman Hidayat, Edy Yulianto. (2017) Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Citra Perusahaan Multinasional. Unilever.co.id (2019-2020).
Lifebuoy.co.id (2019). Causemarketing.com (2013). en.wikipedia.org/wiki/Kumbh_Mela (2013).