Home Berita #CSR INDONESIA AWARDS 2021: Tantangan dan Tanggungjawab Perusahaan di Masa Covid-19

#CSR INDONESIA AWARDS 2021: Tantangan dan Tanggungjawab Perusahaan di Masa Covid-19

69
USSIE SAMSI/IST

CSRINDONESIA –  Selamat tahun baru 2021, semoga tahun ini membawa keberkahan untuk seluruh isi dunia, diberikan kesehatan yang paripurna, ditengah pandemik covid-19 yang belum berakhir. Sejak di temukan virus ini untuk pertama kalinya di kota Wuhan, Cina, pada penghujung tahun 2019, cepat merebak ke seluruh penjuru dunia juga Indonesia yang mengumumkan bahwa virus sudah masuk ke tanah air pada Maret 2020, yang kemudian mulai diberlakukan PSBB.

Sampai akhir tahun 2020 dan memasuki awal tahun 2021 ternyata virus covid-19 belum juga mau hengkang, malah penyebarannya semakin massif dengan bertambahnya terus pasien yang terpapar. Bermula dari sebuah pesta dansa, warga negara Indonesia yang tertular dari WNA Jepang sampai akhirnya menyebar ke segala pelosok negeri.

Perkembangannya dari bulan ke bulan sungguh fantastis. Sampai pada penghujung Desember 2020 dan data update Corona per 1 Januari 2021 tercatat sebanyak 751.270 orang yang positif terpapar virus Covid-19, meninggal 22.329 orang dan sembuh 617.936 orang (liputan6.com-1/1/21). Jika dibandingkan pada awal Maret yang hanya 2 orang saja selama 10 bulan telah berkembang menjadi 751.270 orang. Meskipun tak dapat dipukul rata namun Jika dirata-ratakan setiap bulannya orang yang terpapar covid-19 sejumlah 75.127 orang. Dan jika tidak diantisipasi dengan penanganan yang benar bukan mustahil di tahun 2021 ini akan terus bertambah.

Penutup tahun 2020 telah mengukir sejarah di belahan dunia mana pun, pada sepanjang abad ini. Hanya 3 bulan saja (60 hari), terhitung sejak bulan Januari – awal Maret 2020, kita hidup dengan normal, setelah itu, saat memasuki pertengahan bulan Maretnya, kita hidup dengan seluruh protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Secara berjamaah, tiba – tiba saja seluruh proses kehidupan berubah. Kita semua mempunyai kebiasaan yang sama, rasa kekuatiran yang sama. Bahkan, meskipun agama berbeda, namun esensi doa menjadi sama. Kita bersujud, menunduk, memohon dan berdoa agar dapat kembali seperti dulu lagi, tanpa masker, tanpa jarak, tanpa sekat.

Tatanan kehidupan dengan kenormalan baru menjadi kebiasaan bersama yang harus dilakukan dan dipatuhi sebagai syarat dari protokol kesehatan. Akibat Corona ini juga, melumpuhkan berbagai lini kehidupan mulai dari perkantoran, pendidikan, pariwisata, UMKM, yang semuanya berkaitan dengan bisnis dan roda perekonomian. Tak luput penyelenggaraan tahunan CSR – Indonesia Awards IV tahun 2020, yang sejatinya akan diselelenggarakan di Yogyakarta menjadi batal. Social distancing dan membuat keramaian yang menyebabkan kerumunan menjadi ‘haram’ dilakukan saat tinggi-tingginya penularan covid-19

“Setelah absen 1 tahun lalu, di tahun 2021 ini, kami akan menyelenggarakan kembali gelar bergengsi dari #CSRIndonesiaAwards 2021 untuk yang ke 4 (empat) kalinya,” ujar Aendra Medita, Pimpinan Utama MEPRINDO dalam rilisnya.

Sebelumnya CSR-Indonesia Awards ini sudah dilaksanakan di Jakarta, Bandung, dan Bali. Tema yang akan diusung tahun ini adalah “Clallenges and Responsibilities of Companies to the Surounding Environment in The Era of The Covid-19 Pandemic”– Tantangan dan Tanggungjawab Perusahaan Terhadap Lingkungan Sekitar di Era Pandemi Covid-19.

Tentunya pelaksanaan ini nantinya akan memperhatikan dan memberlakukan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19. Harapannya semoga setelah adanya vaksin yang sudah mulai disosialisasikan ini, orang akan lebih merasa aman bepergian dari penularan Covid -19

Sebagaimana ke-khasan dari penyelenggaraan CSR-Indonesia Awards yang selalu mengusung soal seni budaya dan heritage, kami akan memilihkan tempat yang mengusung nilai historikal dengan bangunan klasik ala mediterania dengan pemandangan laut lepas pantai yang membentang luas ke alam bebas. Ecowisata dengan pantai yang eksotic memberikan nilai tersendiri yang patut untuk disambangi selain nantinya juga akan melihat masyarakat sekitar (UMKM) pedesaan dalam pembuatan otak-otak, atau hasil laut (ikan) yang dikeringkan. Anyer, sebagai kota nelayan, maskot ikan sebagai ikon penghasil pada masyarakatnya merupakan sejarah panjang dari mata pencaharian di sana.

Dikarenakan wabah Corona ini semua perekonomian, pariwisata maupun bisnis menjadi sepi pengunjung, demikian juga dengan penyelenggaraan acara. Meski saat ini kita harus berdamai hidup dengan kenormalan baru, rasa rindu untuk bertemu dan hidup berdampingan dengan budaya lama saling berjabat tangan, peluk dan cium pada sahabat sontak terhenti, kini kita sedunia mempunyai budaya yang sama untuk tetap jaga jarak, cuci tangan, menghindari kerumunan.

Pada prinsipnya semua sudah merasa bosan dan letih menjalani tahun duka karena Corona, mata kadang sulit terpejam ketika malam larut dan menggayut, asa dan rindu yang mungkin hanya bisa terungkap dalam kata dan lisan. Kapan semua ini berakhir? Tak ada yang tahu, bahkan lantunan lagu Ebid G. Ade, ‘coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang’ tak bisa memberikan kepastian jawaban kapan virus segera pergi.

Mungkin, Sang Khalik punya rencana lain pada jagad raya dan planet dimana kita hidup ini, ketika kita semua tertegun, dunia ini menjadi hening dan di selimuti takut yang sama pada sesuatu yang tak kasat mata. De Javu–tak ada yang kebetulan di dunia ini, alam dan semesta sudah diatur oleh kuasa NYA. Mungkin kita sekarang menjadi sadar, bahwa kita adalah makluk yang lemah, terhadap sesuatu yang tak terlihat. Segala rencana bisa dengan mudah berubah, seperti memutar balikkan telapak tangan, ketika Sang Khalik berkehendak berbeda. Di tengah perjuangan bertahan menerjang badai pandemi, untuk menyosong harapan baru, never give-up– terus berjuang, percayalah tak ada harapan yang sia – sia. KITA BISA

Apresiasi yang setinggi-tingginya pada segenap kita dan perusahaan yang terus melakukan CSR sebagai bentuk tanggungjawab dan rasa empati pada masyarakat sekitar, berjuang dan memberikan bantuan di tengah pandemic yang menerjang hebat. Selamat Tahun Baru 2021, percayaah Gusti Allah Mboten Sare—Allah Tidak Tidur. Kita akan selalu melihat dan merasakan betapa ALLAH tak pernah luput menyayangi kita umat NYA apalagi menebar kebaikan dan kebajikan meskipun hanya sebesar biji zahra. Salam Sehat tetap semangat untuk kita semua dan Sampai jumpa di awal bulan April, pada CSR-Indonesia Awards 2021.***

Susi Andrini, Pemimpin Redaksi CSR-Indonesia & Dosen STIKOM Interstudi-Jakarta