Home Berita Cerita Para Penyintas Covid-19, Berpikirlah Positif dan Bahagialah Selalu

Cerita Para Penyintas Covid-19, Berpikirlah Positif dan Bahagialah Selalu

62

CSRINDONESIA –  wabah Covid-19 yang masih merajalela adalah keadaan yang harus kita terima saat ini. Masyarakat yang terinfeksi virus pun bisa dari keluarga dekat, teman, dan orang-orang yang pernah kita temui. Tapi bagaimana respon masyarakat terhadap status orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG)? Respon masyarakat pun berbeda-beda, ada yang sudah menerima dan masih ada yang memberikan respon tidak baik. Oleh karenanya, Mahahasiswa/i STIKOM InterStudi dalam Mata Kuliah Corporate Social Responsibility & Ethics, menyelenggarakan Webinar Nasional pada Jumat, 5 Februari 2021 lalu dengan judul Penyintas Covid-19 Berbagi Cerita “Positive Thinking for a Happier Life”.

Webinar yang diikuti oleh 135 yang ikut bergabung ini, dibuka oleh Dra, Susi Andrini., M.Si  yang juga sebagai pengempu Mata Kuliah Corporete Social Responsibility & Ethics. “Era pandemi di masa sekarang ini menyulitkan kita untuk berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai, dan protokol Kesehatan yang awalnya menjadi 3M sudah disesuaikan menjadi 5M.  Pandemi semakian masif penyebarannya, dosen, dan mahasiswa di STIKOM InterStudi pun pernah terpapar. Di webinar nasional ini kami mengundang narasumber yang akan memberikan pengalamannya, bagaimana mereka terus semangat dan bangkit untuk bisa sembuh,” ungkap Ussie panggilan akrabnya.

Pembukaan dilanjutkan oleh Prof Dr Martani Huseini., DEA – Ketua STIKOM InterStudi, beliau mengatakan selamat dan sangat bangga bahwa mahasiswa STIKOM InterStudi peduli pada keadaan pandemi saat ini, sehingga mau berbagi semangat dan kepedulian kepada para penyintas dan mereka yang masih sehat.

Empati terhadap keadaan pandemi ini diwujudkan oleh para 16 panitia webinar, dengan sebuah karya, pembacaan musikalisasi puisi  berjudul ‘Semua Yang Hilang’ dengan diiringi instrumen biola dari Adra Jeneva.

Narasumber pertama dr. Otto Rajasa – seorang dokter relawan yang pernah bertugas di RS Wisma Atlet memberikan pengetahuan bagaimana tahapan virus Covid-19 bisa menular dan bermutasi pada tubuh manusia. “Cara virus Covid-19 menular pada manusia yang pertama adalah lewat droplet, dengan hanya perlu ratusan jumlah virus untuk tertular,” ungkap dr. Otto Rajasa. Dokter yang saat ini sedang bertugas di Balikpapan pun menambahkan bahwa virus yang keluar pada saat bernafas adalah 20 virus, berbicara 200 virus, dan pada saat batuk atau bersin adalah 200 juta virus”.

Dosen STIKOM InterStudi Gita – S.IKom, M.S berbagi cerita awal mula ia bisa terinfeksi Covid-19. Selama ini Gita sudah sadar akan protokol kesehatan, namun karena ada satu momen pekerjaan yang mengharuskan berkumpul bersama teman kantor dan makan bersama. Tanpa disadari salah satu teman ada yang sudah terinfeksi terlebih dahulu. Pasca momen tersebut, Gita merasakan kalau kesehatannya menurun dengan diawali oleh gejala flu. Setelah pemeriksaan, Gita mendapat kepastian bahwa dirinya positif Covid-19. “Awalnya saya panik, dan tidak memberitahu keluarga. Langkah yang saya lakukan adalah isolasi mandiri, saya tetap berfikir positif, istirahat cukup, tetap happy, dan 10 hari kemudian saya negatif,” cerita Gita.

Tidak hanya dosen yang diundang pada Webinar Nasional ini, mahasiswa pun ikut serta menceritakan pengalamannya, Alvian Ardi, mahasiswa jurusan Penyiaran STIKOM InterStudi angkatan 2015 ikut membagikan semangat.  Alvian bercerita bahwa tidak hanya dirinya yang terinfeksi virus, tetapi ayah dan ibunya juga. Dengan kesabaran dan rasa optimis Alvian dan sekeluarga akhirnya bisa sembuh. “Supaya tidak jenuh di rumah saat isolasi mandiri, saya melakukan banyak kegiatan seperti berolahraga dan menjalankan hobi yaitu memelihara ikan cupang,” ujarnya.

Pada webinar ini, panitia juga mengundang penyintas di luar kampus STIKOM InterStudi, Dr. Ir. Imam Teguh Saptono., MM,  Presiden Direktur Trihamas Syariah Finance sekaligus Pengusaha dan dosen SB-IPB. Pria yang akrab disapa Imam ini, pernah mengalami keadaan kesehatan di titik yang paling rendah, yaitu harus diopname di rumah sakit dengan keadaan tidak sadar. Saat webinar pak Imam menjelaskan bahwa virus Covid-19 menyerang organ paru-parunya.

“Paru-paru saya terkena fenomena “ground glass opacity” yaitu paru-paru tidak kembali, yang membutuhkan recovery 2-3 bulan. Terkadang rasa mengganjal saat bernafas masih muncul,” cerita Imam.

Rasa syukur terhadap Tuhan terus dirasakan oleh pak Imam, karena saat ini beliau sudah sehat kembali. “Saya bersukur kepada Allah SWT, karena telah memberikan keluarga yang sayang dengan saya, saat saya diopname keluarga saya memberikan suport dengan memberikan MP4 Player yang berisi ayat suci Al-Quran, supaya saya tetap bereaksi” ceritanya sambil menahan haru. Imam pun memberikan nasehat bahwa pada keadaan titik terendah kesabaran dan keikhlasan adalah kunci untuk memberikan kedamaian.

Narasumber terakhir yang juga ditunggu oleh para peserta Webinar, adalah seorang artis cantik Poppy Sovia. Ibu anak 1 ini mengatakan bahwa dia sangat kagum dengan semangat tiga para penyintas Covid-19 yang sudah mau menjadi narasumber. Perempuan yang berprofesi sebagai penyiar radio ini, mengungkapkan bahwa diri dan keluarganya masih diberikan kesehatan. Selama ini Poppy Sovia terus menerapkan protokol kesehatan, “Aku nggak peduli orang lain bilang aku lebay dengan menerapkan protokol kesehatan, yang selalu bersih-bersih setiap saat, karena pekerjaan aku yang mengharuskan ketemu orang saat siaran. Karena aku mau keluarga terutama anak aku tetap sehat,” ungkapnya semangat.

Sebanyak 275 orang yang mendaftar acara ini, tercatat 135 orang yang ikut bergabung dalam webinar tersebut. Para peserta webinar ini ada yang dari Aceh, Padang Riau, Jawa, Bali dan Kalimantan. Mereka tak bisa bergabung karena gangguan koneksi, mungkin karena di daerah fasilitasnya  tidak sebaik  seperti Jakarta.

Semoga acara ini dapat memberikan nilai, manfaat, dan hikmah yang bisa didapat pada peserta webinar khususnya para civitas STIKOM InterStudi, untuk terus semangat dalam menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan dan menjalani hidup di era new normal ini. Acara ini didukung oleh CSR-Indonesia, KTM Indonesia, Husqvarna Indonesia, SND, Micronics Internusa, Ardians Motocross Shop, Nano-Ceramic, ASR MX, dan PW Transindo MX78. (AT/CSRI)