Home Berita CATATAN WEBINAR NASIONAL : PERAN SPONSORSHIP “PENYINTAS COVID-19 BERBAGI CERITA”

CATATAN WEBINAR NASIONAL : PERAN SPONSORSHIP “PENYINTAS COVID-19 BERBAGI CERITA”

22
Mahrani Mahasiswi Public Relations – STIKOM Interstudi/IST

Oleh : Mahrani (Ketua Pelaksana Webinar)
Mahasiswi Eksekutif Public Relations 2018
STIKOM – InterStudi Jakarta

Terselenggaranya Webinar STIKOM InterStudi (5/2) lalu, tak luput dari peran sponsorship yang menjadi sangat penting, untuk melihat tingkat kepedulian perusahaan terhadap krisis komunikasi Covid-19 yang melanda dunia, khususnya di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat.

Jumlah korban yang terinfeksi virus Covid-19, dalam setahun ini tembus mencapai lebih dari satu juta orang, sungguh fantastis! Kondisi ini membuat kita harus menyesuaikan kebijakan-kebijakan pemerintah melalui program dari 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) menjadi 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilisasi dan interaksi).

Hal ini menyebabkan terbatasnya lingkup interaksi dan komunikasi secara langsung, baik secara personal maupun kelompok yang menimbulkan perasaan tidak aman dan tidak nyaman dalam diri kita.

Berdasarkan itu, pemerintah memberlakukan peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), WFH (Work From Home), PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan sebagainya, sehingga komunikasi yang dianggap efektif saat ini, adalah komunikasi tidak langsung atau secara virtual melalui platform media digital yaitu Zoom, Google meets, Whatsapp, Google classroom. Atas dasar inilah kami mahasiswa/i STIKOM InterStudi konsentrasi Public Relations dalam mata kuliah Corporate Social Responsibility and Ethics, membangun kreativitas dan inovatif melalui kegiatan webinar seminar nasional secara online dengan menggunakan media Zoom yang saat ini sedang marak dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan komunikasi online.

Ide atau gagasan kami untuk menyelenggarakan webinar dengan Tema “Penyintas Covid-19 Berbagi Cerita” dan sub temanya “Positive Thinking For Happier Life” bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 yang mungkin banyak berpendapat bahwa Covid-19 ini antara ada dan tiada. Karena itulah kami mengundang orang-orang yang pernah terpapar Covid-19 dan sudah sembuh untuk berbagi cerita mengenai komunikasi kehidupan mereka pada saat terpapar Covid-19. Kami juga menghadirkan selebritas Poppy Sovia yang memiliki mobilitas dan kesibukannya yang tinggi, beliau menceritakan cara mendisiplinkan diri agar terhindar dari virus Covid-19.

Dengan menghadirkan Keynote Speaker dalam acara ini, Prof. Dr. Martani Huseini selaku Ketua STIKOM InterStudi. Dihadirkan pula sejumlah narasumber lainnya yang kompeten di bidangnya, yaitu: dr. Otto Rajasa (Alumni dokter relawan di Rumah Sakit Wisma Atlet), Kemayoran Jakarta. Selain itu, Pengusaha Dr. Ir. Imam Teguh Saptono, MM, Gita Widiasanti, S.Ikom, M.Si selaku Dosen Komunikasi dan Mahasiswa STIKOM InterStudi, Alvian Ardi. Sepanjang webinar berlangsung, dipandu oleh Moderator, Dra. Susi Andrini, M.Si, selaku ketua umum dari webinar ini & dosen pengampu mata kuliah Corporate Social Responsibility and Ethics STIKOM InterStudi .

Apresiasi dan partisipasi para pengusaha yang memberikan sponsor sebagai bentuk empati atas kondisi pandemik saat ini, dimana mahasiswa/i sebagai generasi millennial dan, jembatan penghubung secara tidak langsung untuk mendukung kebijakan dari pemerintah yang diinformasikan kepada khalayak dengan memanfaatkan media Zoom. Ada beberapa tahapan yang kami lakukan sebelum terlaksananya kegiatan tersebut. Tahap pertama, kami mengidentifikasi permasalahan Covid-19 melalui pemberitaan di media online, dan menemukan data jumlah orang yang terpapar dan sembuh dari Covid-19. Tahap ke dua, adalah membuat perencanaan dan program serta pembentukan tim kerja (team work) kemudian menentukan tema apa yang tepat untuk diinformasikan.

Disepakati temanya adalah penyintas Covid-19 dan kemudian menentukan perusahaan yang akan memberikan sponsor. Tahap ke tiga, adalah implementasi dan tindakan komunikasi, kami menentukan komunikator yang memiliki kompetensi dan kredibel serta menguasai materi yang telah ditentukan untuk menyampaikan informasi tentang penyintas Covid-19, dan diperoleh beberapa narasumber sebagaimana yang telah disebutkan di atas, kemudian menentukan media yang tepat. Tahap terakhir adalah mengevaluasi program yang telah dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada audience sebagai peserta.

Dalam implementasinya pemaparan dari para narasumber atau pembicara menggambarkan bagaimana perjuangan mereka untuk sembuh dan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak terutama keluarga untuk memberikan semangat yang tinggi, motivasi, kepercayaan, dan penghargaan dari lingkungan sekitar yang masih menganggap bahwa orang yang terpapar Covid-19 itu adalah aib. Hal ini menandakan masih adanya diskriminasi terhadap penyintas Covid-19, yang dapat mengganggu perkembangan psikologis dan mungkin tidak mereka sadari.

Muatan pesan atau informasi yang disampaikan kepada audience memberikan pembelajaran agar kita berupaya bagaimana caranya terhindar dari Covid-19 dengan memperhatikan peraturan-peraturan yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran, disiplin, guna mengantisipasi meningkatnya penyebaran virus Covid-19 ini.

Kegiatan webinar tersebut mendapat perhatian dari perusahaan motor pabrikan kelas atas yaitu KTM dan Husqvarna juga dari berbagai perusahaan lain ASR MX, Ardians Motocross Shop, SND, PW Transindo, Nano-Ceramic. Perusahaan-perusahaan ini memberikan sponsorship untuk menyukseskan pelaksanaan webinar dengan memperhatikan dan mempertimbangkan output dari kegiatan seminar nasional tersebut sebagai bagian dari program CSR yang mereka terapkan dalam perusahaan.

Untuk memperoleh sponsorship diperlukan keahlian dalam berkomunikasi (Skill of communication) dalam menuangkan ide-ide atau konsep kebaruan agar isi pesan yang disampaikan memiliki daya tarik yang dapat mempengaruhi perhatian, minat, keinginan dan keputusan dari perusahaan untuk memberikan sponsorship. Strategi komunikasi yang dilaksanakan adalah komunikasi persuasif yang sifatnya dua arah (Two way of Communication) sehingga membentuk mutual agreement dan terciptanya mutual understanding, sehingga memperolah sponsor (Goal).

Melalui tahapan komunikasi inilah maka kami sebagai calon Public Relations Officer dengan keterbatasan kondisi saat ini masih mampu menunjukkan tingkat keberhasilan dalam memperoleh sponsorship. Padahal komunikasi yang kami lakukan sifatnya secara tidak langsung yaitu melalui email, whatsapp dan telephone langsung, yang pada kenyataannya mampu meyakini pihak sponsor sehingga mau berpartisipasi sebagai efek dari komunikasi. Proses komunikasi tersebut untuk kondisi saat ini dianggap efektif.

Fakta di lapangan para sponsor menghadiri undangan seminar nasional tersebut sehingga membangun kepercayaan (Trust Building) bahwa kegiatan ini benar adanya atau nyata, dan memberikan respons positif, bahkan tiga dari sponsorship bertanya kepada salah satu narasumber pada saat webinar berlangsung. Jadi dapat dikatakan bahwa para narasumber menyampaikan informasinya secara sistematis sehingga dapat menimbulkan pertanyaan dari para audience.

Fenomena komunikasi tersebut dapat dikatakan aplikasi dari materi perkuliahan yang diperoleh selama ini. Salah satunya adalah mata kuliah Corporate Social Responsibility and Ethics yang syarat dengan berbagai strategi komunikasi, interaksi komunikasi CSR, teori-teori yang berhubungan dengan sosial yaitu, teori pertukaran sosial, teori hubungan sosial, teori norma budaya, dan teori kategori sosial yang menjadi dasar penting untuk merumuskan program-program yang dilakukan oleh perusahaan karena kenyataannya teori-teori tersebut mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi dilapangan.

Materi ini harus diterapkan dalam pelaksanaan seminar nasional secara online, menurut pendapat kami tidaklah mudah akan tetapi kami berusaha dan pada kenyataannya kami memiliki kemampuan untuk memahami dan mengaplikasikannya. Sehingga kami, selaku mahasiswa/i dituntut mengerahkan kemampuan pengetahuan ilmu komunikasi yang diperoleh untuk menyelenggarakan suatu kegiatan seperti seminar online yang dikenal dengan istilah webinar dan kegiatan ini yang membutuhkan proses perencanaan, strategi komunikasi Public Relations.

Kegiatan yang kami laksanakan selaku mahasiswa/i dapat diibaratkan seperti bola salju/snow ball yang memiliki pengaruh kuat ketika kami menerapkan tahap demi tahap dan memerlukan konsentrasi serta pemahaman penuh dari seorang calon Public Relations Officer/Corporate Comunication Officer, untuk membangun citra dan reputasi perusahaan ataupun organisasi, karena penilaian objektif atas kegiatan yang kami lakukan sangat bergantung kepada persepsi atau opini khalayak.

Kegiatan ini bukan sekedar hanya webinar semata, namun lebih dari itu karena sifatnya Nasional dan banyak sekali audience yang mendaftar seperti dari Sabang (Aceh), Padang, Medan, Lampung, DKI-Jakarta, Bandung, Subang, Bali, Kalimantan bahkan Makassar, semua nyaris mencapai 300 orang yang tertarik mengikuti acara ini. Selain dari pada itu melalui flyer kampus, medsos pribadi yang tersebar di Instagram, Grup Whatsaap, Facebook, maupun twitter masing-masing dari panitia juga turut meramaikan dan mempromosikan para sponsorship yang logonya terpampang di sana.

Dalam hal ini perusahaan yang mesponsori kegiatan ini terpuaskan karena banyaknya animo atau respons dari masyarakat luas yang telah mengikuti webinar, maupun yang tidak berkesempatan dan bisa nantinya melihat di laman youtube yang sedang digarap. Berawal hanya ingin membantu untuk kegiatan kampus tapi memiliki efek yang besar dalam meningkatkan reputasi dan citra perusahaan melalui brand yang mereka miliki.

Terimakasih sekalii lagi kami ucapkan kepada seluruh sponsor yang mendukung acara ini yaitu; KTM dan Husqvarna, ASR MX, Ardians Motocross Shop, SND, PW Transindo, Nano-Ceramic, dan media CSR-Indonesia yang telah secara terus menerus memberikan informasi kegiatan ini. Semoga kiranya kegiatan semacam ini dapat berguna bagi masyarakat luas sehingga tercapai harapan dalam memadukan pelajaran antara teori dan praktiknya dalam mata kuliah CSR & Ethics terlebih lagi sebagai wujud dari Tri Dhama Perguruan Tinggi.

Editor : Susi Andrini

(CSRINDONESIA)