Home CSR Kesehatan Anies Baswedan Apresiasi Gerakan 5 Juta Masker dari Aice Group dan GP...

Anies Baswedan Apresiasi Gerakan 5 Juta Masker dari Aice Group dan GP Ansor

23
Pelepasan distribusi Masker Medis SHIELD

CSRINDONESIA – Gubernur DKI, Anies Baswedan mengapresiasi kontribusi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan produsen es krim Aice Group lewat pembagian lima juta masker medis ke masyarakat DKI dan puluhan kota lainnya di Indonesia. Penguatan masker medis di kelompok masyarakat yang rentan tertular Covid-19 diyakininya akan membantu Kampanye 3-M dan sangat berdampak positif bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kontribusi GP Ansor dan Aice Group dalam Gerakan Pembagian Lima Juta Masker ini. Distribusi kepada kelompok rentan tertular Covid-19 diharapkan memperkuat kampanye 3-M di masyarakat luas,” jelas Anies.

Pernyataan Anies disampaikan dalam kesempatan Peluncuran Kampanye Lima Juta Masker Medis di Kantor Pengurus Pusat GP Ansor, Jakarta, Sabtu (14/11). DKI sendiri menjadi momen ketiga gerakan ini setelah distribusi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (22/10) dan seremoni Pembukaan Kampanye 20 Kota di Kantor Staf Presiden (14/10) di Jakarta.

Gerakan Pentahelix yang mengombinasikan kebijakan pemerintah dengan keterlibatan lima kelompok pemangku kepentingan utama di masyarakat ini menyasar berbagai kelompok masyarakat bawah yang berkategori rentan penularan Covid-19. Mereka antara lain, petugas penggali kubur atau pemakaman khusus Covid-19, petugas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, pedagang pasar dan warung, hingga kalangan pelajar di pesantren, dan sekolah umum.

Wilayah yang menjadi sasaran kampanye 5 juta masker ini antara lain DKI Jakarta dan sekitarnya, Bogor, Cirebon, Bandung, Rembang, Semarang, Pekalongan, Surabaya, Yogyakarta, dan Ambon yang masuk dalam aktivitas kampanye di tahun ini. Lalu pada 2021 akan dilanjutkan dengan Palembang, Medan, Batam, Malang, Kudus, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Madiun, dan Makassar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas sendiri meyakini bahwa pilihan 20 kota yang disambangi sangatlah tepat. Pertimbangan kepadatan penduduk, aktivitas ekonomi dan perdagangan informal yang tinggi, kegiatan pendidikan, hingga fokus pada petugas yang menjadi garda terdepan pengurusan sampah dan penggali kubur menjadi langkah riil dalam mengurangi perburukan pandemi di tingkat masyarakat atau akar rumput.

“Peningkatan yang gradual dari angka penularan covid di masyarakat sudah menjadi concern berbagai kalangan, terutama di masyarakat menengah ke bawah. Pengabaian atas penguatan masker dan edukasi soal menjaga jarak dan kebersihan di masyarakat yang rental terdampak dapat membawa malapetaka bagi bangsa kita,” jelas pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Ia menilai, kampanye yang dilakukan dalam melawan virus jahat ini harus berawal dari kolaborasi pentahelix yang solid dan disertai dengan kegiatan edukasi yang oleh para aktivis dan tokoh masyarakat di berbagai daerah secara persisten. Menurutnya, aspek psikologis dan aktivitas yang riil mendekati masyarakat dalam aktivitas pencegahan, sama pentingnya dengan elemen kurasi medis yang dijalankan pemerintah dalam menangani pandemi ini.

“Orang Indonesia itu tidak bisa hanya diberikan aturan dan sanksi saja. Pendekatan kultural yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari masyarakat bawah menjadi kunci. Pola guyub dan aktivitas sosial dan ekonomi menjadi peluang, sekaligus tantangan dalam mencegah virus ini menjadi lebih masif menulari masyarakat,” pungkas Gus Yaqut.|CSRI-WAW