Home Berita Doktor CSR Indonesia, Frans Bambang Siswanto Berpulang

Doktor CSR Indonesia, Frans Bambang Siswanto Berpulang

167
Frans Bambang Siswanto (tengah) usai menjadi Keynote Speaker dalam #CSRINDONESIAAWARDS2019 di SwissBel-Resort Sanur Bali 30 Juli 2019/ oasis

CSR-INDONESIA.COM – Kabar duka kini sedang menyelimuti Bali. Tokoh Corporate Social Responsibility (CSR) asal Bali Dr. Ir. Franxiscus Bambang Siswanto M.M berpulang pada 08 Agustus 2019 pukul 01.30. Frans biasa dipanggil dalam usia 75 tahun  meninggal di RS Malaysia.

Frans adalah tokoh CSR Bali, ia bahkan meraih gelar Doktor dalam Program kepedulian sosial Corporate Social Responsibility yang dilakukan PT Bali sejak 1971 dan telah mengantarkan Frans Bambang Siswanto meraih gelar doktor bidang Ilmu Manajemen Program  Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Jatim.

Pada Frans Bambang Siswanto meraih gelar doktor dengan nilai A, Prof Dr Djumilah Hadiwidjoyo mengakui desertasi yang ditulis mahasiswanya itu tergolong berat dan luar biasa, karena tidak banyak desertasi yang mengupas masalah Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut. Frans meraih gelar Doktor pada tahun 2013.

“Saya berharap CSR yang telah dilakukan PT Bali yang dinakhodai Pak Frans ini menjadi pioner dan mampu menggugah perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama, namun CSR itu juga diberikan dengan hati, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban sesuai kebijakan pemerintah,” tegas Djumilah saat itu dilansir Antara 29 Juli 2013.

Ia mengakui selama ini banyak perusahaan yang menganggap pemberian CSR bagi kegiatan sosial itu akan merugikan perusahaan, karena sebagai biaya yang mengurangi profit sebuah perusahaan.

Kalau pun ada perusahaan yang memberikan CSR-nya untuk kegiatan sosial, lanjutnya, itu diberikan dengan setengah hati, bukan dengan ketulusan seperti yang dilakukan oleh PT Bali.

Sementara itu Frans yang dicecar berbagai pertanyaan oleh lima orang tim penguji, baik dari kalangan Universitas Brawijaya (UB) maupun penguji dari luar kampus itu menjawab dengan tegas dan lugas, apalagi yang berkaitan dengan CSR yang telah dilakukannya sejak 42 tahun silam.

Ketika salah seorang penguji dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Prof Christantius Dwiatmadja menanyakan soal CSR yang telah dilaksanakan PT Bali tersebut janggal, Frans dengan tegas mengakui mungkin memang irasional, namun CSR yang diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru melipatgandakan keuntungan usahanya.

“Sepertinya memang tidak masuk akal, tapi di situlah ada kekuatan doa yang dipanjatkan oleh setiap penerima manfaat CSR yang diberikannya, apalagi setelah terjadinya bom Bali pertama (2003), CSR yang kami berikan pada masyarakat juga lebih banyak dan ternyata itu telah memberikan keuntungan luar biasa bagi perusahaan,” tegas Frans saat itu.

Dengan modal CSR tersebut, kini perusahaan yang dipimpinnya justru menguasai pasar di Bali. “Saya yakin kekuatan doa dari para penerima CSR inilah yang mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan,” ujarnya, menambahkan.

CSR PT Bali yang dinakhodai Frans Bambang Siswanto itu diberikan kepada 17 lembaga, termasuk rumah-rumah ibadah berbagai agama, anak-anak cacat, dan fakir miskin. Dan, CSR tersebut tidak hanya diberikan begitu saja, namun penerima juga diarahkan dan dididik untuk mengubah nasibnya agar lebih baik.

Frans lulus desertasi ke-437 program doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB dengan nilai A.

Desertasi Frans Bambang Siswanto mengambil judul “Corporate Social Responsibility: Strategi Mencapai Market Leader” (Studi Kasus pada PT Bali di Denpasar, Bali).

Kami di redaksi CSR INDONESIA yang belum lama ini menggelar #CSRINDONESIA AWARD2019 sempat mengundang Frans sebagai Keynote Speaker, dan memang dlaam pandangan di CSR memiliki kekuatan memberi dan memulyakan manusia.

“Pak Frans menyambut baik CSR INDONESIA AWARDS, dan dia respek sekali kepada acara kami. Dan saat ada kabar bahwa Pak Frans berpulang kami kehilangan,” ujar Ussie Samsi Pemimpin Redaksi Majalah CSR INDONESIA, Kamis, 8/8/2019.

Dalam pemaparan saat event #CSRINDONESIA AWARD2019 tokoh Bali ini juga memberikan gambaran yang telah dilakukan sejak 1971. Istri Frans yang juga tokoh di Bali sempat hadir di acara #CSRINDONESIA AWARD2019.

“Pak Frans Ibu Prof.Dr.Ir.Anastasia Sulistyawati M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D., D.Ag.
memang menyambut #CSRINDONESIA AWARD2019,  sebagai event yang baik dna harus terus dilanjutkan.

Selamat jalan Pak! Baktimu akan senantiasa menjadi saksi sejarah bangsa ini. |DBS/AENDRA