Home Berita HILL ASEAN 2019, Penelitian dan Pengaruh Teknologi Pengaruhi Pilihan Merk

HILL ASEAN 2019, Penelitian dan Pengaruh Teknologi Pengaruhi Pilihan Merk

22
Irfan Ramli Chairman of Hakuhodo Network Indonesia saat memberikan keterangan terkait HILL 2019 /ist

CSRINDONESIA – Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN), lembaga think tank Hakuhodo, merilis hasil penelitian terkait dengan masa depan ASEAN sei-katsu-sha (life living person).

Director HILL ASEAN & Executive Director of Strategy Hakuhodo Network Indonesia Farhana E. Devi Attamimi mengatakan, Internet of things (IoT) device dua kali lipat akan lebih banyak pada 2021 mendatang dibandingkan smartphone device. Hal itu akan mengubah segala perilaku konsumen saat ini. 

“Kita kan sekarang masih mengontrol smart device dari aplikasi, tapi dengan banyaknya IoT Device di mana mereka itu rata rata sudah memiliki Artifial Intelligence (AI), IoT device mampu untuk berpikir sendiri,” paparnya dalam pagelaran dengan tema “Think Future Forward: How ASEAN Lives Evolve As Technology Gets Smarter” di Empirica SCBD, Jakarta, Jumat (26/4/19). 

Era smartphone sebentar lagi akan digantikan oleh era IoT, ini benar-benar different era, karena cara kita berperilaku sangat berbeda. IoT diperkirakan akan mampu mendorong format bersifat proaktif dengan memberikan solusi dari semua kebutuhan manusia, termasuk dalam hal berbelanja. Sebab, IoT akan merekam kebiasaan manusia sehari-hari. 

“Ini akan mendorong Assistive Media, jadi asistennya kita. Asisten yang sangat aktif, bukan asisten yang harus kita suruh dulu, mereka yang akan terus terusan kasih rekomendasi,” jelasnya. 

Sementara itu Kepala Hakuhodo Network Indonesia, Irfan Ramli mengatakan, masyarakat dunia, khususnya Indonesia harus mempersiapkan diri agar tidak ketinggalan pengetahuan soal teknologi, khususnya IoT. 

“Kami mengingatkan bahwa kesiapan kita, terhadap hal ini adalah hal yang paling penting. Dari sekarang kita harus siap,” tegasnya.

Berbicara bagaimana kehidupan di masa depan, maka sama artinya dengan membicarakan bagaimana teknologi berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian HILL ASEAN 2019, menunjukkan bagaimana pengaruh teknologi pada pemilihan merk, perubahan pola belanja, dan  tentunya apa yang harus dilakukan perusahaan sebagai pemegang merk untuk bersiap menghadapinya.

“Kita melihat bahwa masa depan yang ada itu sangat bergantung dengan adanya device smartphone yang ada sekarang. Kita tidak bisa menghindar lagi. Terbukti dari riset kita, kita temukan sangat banyak di Indonesia bahkan yang tinggal di perkampungan sudah menggunakan devicenya untuk mengnotrol rumah, mengontrol anaknya yang semuanya dilakukan melalui kamera yang selama ini orang menganggap masih jauh,” terang Irfan.

Lebih jauh, pihaknya memperkirakan dalam kurun waktu 2 – 3 tahun ke depan, akan lebih cepat lagi perubahan itu terjadi. Sama halnya seperti pada 5 tahun lalu, orang beranggapan tidak bisa menonton melalui divice. Tetapi sekarang yang ditemukan tidak hanya handphone yang menjadi pintar tetapi alat di sekitar sudah mengontrol dengan hal yang pintar, sehingga setiap orang harus siap.

Penelitian HILL ASEAN ini dilakukan di enam negara ASEAN seperti Thailand, Singapore, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Filipina pada Juni 2018 lalu, dengan target responden berusia 20-49 tahun sebanyak 5.400 orang.

“Ini membuat kita berpikir ke depan tidak hanya menggunakan iklan pada media-media tertentu. Sudah banyak platfoam baru yang ada dikarenakan pembaharuan dari sebuah teknologi. Teknologi akan berkembang begitu hebatnya, tetapi tepat ide adalah milik manusianya. Kita mengembangkan alat baru ini akan lebih cepat lagi. Jangan under estimate terhadap masyarakat kita, di mana masyarakat kita sudah sangat pintar bahkan sangat luar biasa,”jelasnya. | EKYZACH/CSRI