Home Kilas Nusantara Memperebutkan Piala Prabowo untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan

Memperebutkan Piala Prabowo untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan

1996

CSRINDONESIA – JAKARTA, Sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta mendorong Pencak Silat Go to International,‎ Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)‎ akan kembali menggelar Kejuaraan Pencak Silat Open Turnamen tingkat Nasional 2018 ini.

Rencananya turnamen ini berlangsung selama empat hari, mulai hari Minggu – Kamis dari tanggal 4-8 November 2018 di Gedung Olahraga (GOR) Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta Timur.

Kejuaraan nasional pencak silat ini terbuka untuk peserta remaja, dewasa, pelajar, mahasiswa, perguruan pencak silat, beserta atlit binaan daerah baik Pengprov, Pengkab, Pengkot. Adapun hadiah yang diperebutkan adalah Piala Ketua Umum PB IPSI H. Prabowo Subianto. Hanya saja untuk Kejurnas kali ini pihak panitia membatasi peserta sampai 500 atlit saja.

Adapun pelaksanaan kejurnas ini ditangani oleh Korps Lembaga Wasit Juri Provinsi DKI Jakarta bersama lembaga terkait dengan mempertandingkan 2 kategori yakni Tanding (fight) dan Seni Tunggal, Ganda, Regu (TGR).

Mengusung tema “Pendekar Pencak Silat Adalah Pejuang dan Ksatria Pembela Tanah Air NKRI” pelaksanaan kejurnas ini dibagi kelas-kelas antara lain kelas A sampai H untuk putra dan putri, dan Kelas I untuk PA kategori Tanding. Selanjutnya terdapat 6 kelas tanding PA/PI Dewasa dan 3 kelas lain khusus PA. Untuk menjaga mutu dan kualitas pertandingan, semua peraturan menggunakan Munas IPSI 2016 dan Digital Scorring.


ISMD Putra Setia
Untuk mendukung turnamen yang diikuti oleh pesilat dari seluruh penjuru nusantara tersebut, perguruan Pencak Silat Nasional ISMD Putra Setia akan andil dan menurunkan atlet pesilatnya yang tersebar di beberapa lokasi.

“Keikutsertaan para pesilat ISMD Putra Setia di Kejurnas Pencak Silat open turnamen tingkat Nasional 2018 sebagai salah satu ajang untuk menempa kepercayaan diri mereka tampil di muka umum dan di atas matras dengan lawan yang belum mereka kenal. Selain itu juga untuk menunjukkan kemampuan para pesilat dengan pelajaran jurus-jurus yang didapat di tempat latihan selama ini,” ujar Jhon Winarto, Litbang dan Pelatih saat dijumpai wartawan, di Jakarta, Minggu, (21/10).

Menurut Jhon pesilatnya sudah siap tampil dan bertranding menunjukkan prestasinya.
“Intinya para pesilat kami sudah siap untuk tampil, baik di kelas tanding ataupun di kelas seni tunggal. Kami terus menggembleng mereka dalam setiap kesempatan latihan. Semoga apa yang telah diajarkan para pelatihnya dapat dilaksanakan. Soal urusan menang ataupun kalah bukan hal yang terlalu utama. Memang semua pelatih dimanapun ingin para atlet didiknya dapat menang. Tapi yang paling penting adalah mereka menang untuk menaklukkan rasa takut dan rasa kurang percaya dirinya saat tampil di arena pertandingan,” tegasnya.

Mengamini pernyataan Jhon, Evi Julianti yang juga sebagai pelatih mengungkapkan bahwa para pesilatnya sudah siap tampil di arena kejurnas. “Yang utama kami sebagai pelatih mempersiapkan mental dan psikologis mereka agar saat tampil tidak nervous. Kemudian dari segi kemampuan gerakan dan fisik semakin baik. Karena dalam setiap kali pertemuan kami tingkatkan durasi latihan tanding dengan teman seperguruan. begitu juga dengan latihan fisiknya pun kita tingkatkan. Kami ingin mereka bisa tampil yang terbaik dengan hasil yang terbaik pula. Karena itu kami mohon doa dari seluruh anggota PSN ISMD Putra Setia agar kami bisa ikut bertanding,” pungkas Evi. | CSRI/WAW.