Home CSR CSR Sosial 3.000 Cahaya Lentera Surya dari Samsung Untuk Indonesia

3.000 Cahaya Lentera Surya dari Samsung Untuk Indonesia

2423
0
SHARE
Program ‘3000 Cahaya untuk Indonesia’ sangat membantu kegiatan masyarakat khususnya bagi anak – anak supaya bisa belajar di malam hari. Penerangan yang minim menjadi salah satu kendala bagi anak-anak di malam hari. Hadirnya donasi lentera tenaga surya dari PT Samsung Electronics Indonesia menjawab permasalahan tersebut. Samsung Electronics tidak hanya membuat produk dan layanan, namun juga memberikan cahaya di kegelapan untuk menuju peluang baru bagi masyarakat Flores Timur.

CSRINDONESIA – Jakarta, Samsung Electronics Indonesia, kembali lakukan aksi donasi “3.000 Cahaya untuk Indonesia”, sebuah aksi donasi lentera tenaga surya untuk masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dan penerangan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Lentera tenaga surya yang ramah lingkungan dan mudah digunakan ini diberikan dalam rangka mendukung Hari Bumi 2018 yang diperingati setiap tanggal 22 April, untuk memberikan kehidupan yang lebih bahagia dan produktif bagi warga Kutai Timur dan Flores Timur.

“Berkomitmen membawa kebahagiaan untuk masyarakat Indonesia, tahun ini kami kembali memberikan 3.000 lentera tenaga surya bagi warga Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang belum secara maksimal mendapatkan akses listrik secara merata. Lentera tenaga surya yang kami berikan mudah digunakan, tidak memerlukan listrik maupun pemeliharaan yang rumit sehingga dapat mendukung produktivitas di malam hari serta interaksi antar anggota keluarga yang lebih berkualitas,” papar Kanghyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia.  

Kanghyun Lee, Vice President Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia menyerahkan lentera tenaga surya secara simbolis kepada Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hajon, dan didampingi oleh Azalea Ayuningtyas, Direktur Utama Du’Anyam Indonesia dan para mama pengrajin anyaman dari Pulau Solor. Simbolisasi ini sebagai tanda terlaksananya program “3000 Cahaya untuk Indonesia”, dimana Samsung Electronics Indonesia memberikan 1500 lentera tenaga surya untuk Flores Timur agar warga Flores Timur dapat melakukan lebih banyak hal termasuk di malam hari.
Donasi 3.000 lentera tenaga surya ini didistribusikan ke daerah – daerah yang paling membutuhkan penerangan di Kutai Timur dan Flores Timur masing-masing sebanyak 1.500 unit, yang disambut baik dan dibantu langsung oleh masing-masing Pemerintah Daerah Kabupaten.

“Kami sangat senang menerima donasi lentera tenaga surya ini, yang sangat tepat dengan kebutuhan masyarakat Flores Timur. Dengan memanfaatkan lentera tenaga surya pemberian Samsung, anak-anak dapat belajar di malam hari dan warga perempuan dapat menyelesaikan pesanan produk anyaman dan tenunan dengan cepat dan lebih banyak,” papar Antonius Gege Hajon, Bupati Kabupaten Flores Timur.

Produk-produk anyaman yang dibuat warga Pulau Solor menjadi salah satu komoditi ekspor favorit yang banyak mendapatkan pesanan dari berbagai Negara serta menjadi salah satu produk merchandise resmi Asian Games 2018.

Pulau Solor merupakan salah satu desa sentra pengrajin anyaman daun lontar. Kerajinan dikerjakan oleh kaum perempuan sambil mengisi waktu kosong mereka di malam hari karena siang hari mereka berkebun di ladang. Peran perempuan di Pulau Solor memiliki peran penting dalam memutar roda perekonomian keluarga karena para suami mayoritas pergi merantau atau menjadi TKI. Sebanyak 500 lentera tenaga surya dibagikan kepada pengrajin anyaman binaan Du’Anyam yang tersebar di Flores Timur, lentera tenaga surya tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas menganyam, tetapi juga membantu aktivitas lain warga di malam hari.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mengungkapkan pada 2018 Indonesia ditargetkan sudah bebas dari rumah dan desa tanpa penerangan. Jika hanya sekedar memperoleh penerangan atau dialiri listrik ala kadarnya, jumlah desa yang belum memperoleh penerangan sekitar 12.500 desa, sementara 2.500 desa diantaranya membutuhkan sambungan atau aliran listrik yang juga digunakan untuk berbagai keperluan lainnya seperti televisi dan lainnya.

“1.500 lentera tenaga surya kami distribusikan ke beberapa distrik di Kutai Timur dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi penerangan setempat. Kondisi penerangan saat ini di Kutai Timur sudah mulai terakses oleh listrik, namun belum teraliri dengan maksimal. Merupakan hal yang lazim dimana listrik padam di malam hari. Dengan adanya donasi Samsung ini, masyarakat kami lebih bahagia karena dapat melanjutkan rutinitas kegiatan mereka di malam hari tanpa kecemasan cahaya” ungkap Ir. H. Ismunandar, MT, Bupati Kabupaten Kutai Timur.

Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship PT Samsung Electronics Indonesia memberikan secara simbolis lentera tenaga surya kepada Bupati Kutai Timur, Ismunandar, didampingi oleh Camat Kaubun, Muhammad Amin, dan perwakilan dari PMI Kutai Timur, Kamis (2/5) di P{endopo Bupati Kutai Timur. Sebanyak 1500 lentera tenaga surya akan didistribusikan ke daerah yang membutuhkan penerangan, khususnya di wilayah Kaubun yang belum teraliri listrik secara maksimal.
Turut berpartisipasi aktif dalam gerakan peduli lingkungan seperti Hari Bumi, lentera tenaga surya diberikan oleh Samsung sebagai pilihan penerangan yang ramah lingkungan. Sesuai namanya, lentera ini cukup dipaparkan pada matahari secara langsung selama sepuluh jam untuk mendapatkan energi penuh dan memberikan penerangan selama duabelas jam. Ada tiga moda pencahayaan yang dapat dipilih, yaitu terang, sangat terang, dan berkedip, sehingga bisa disesuaikan kebutuhan pemakai. Lentera ini juga dapat dilipat dan mudah disimpan, bisa digantungkan atau dibawa sambil berjalan, sehingga juga mendukung mobilitas di malam hari.

“Di Samsung, kami tidak hanya membuat produk dan layanan, namun juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat dunia yang lebih baik di mana pun Samsung beroperasi. Hari ini, kami wujudkan dengan membantu komunitas Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur untuk memiliki kualitas hidup lebih baik,” tutup Kanghyun Lee.|CSRI/WAW.

Seorang ibu yang sedang memasak dengan menggunakan penerangan dari lentera tenaga surya . Meskipun sudah teraliri listrik, warga desa Kaubun belum bisa yakin malam hari dapat melakukan aktivitas dibawah penerangan karena suplai listrik yang masih dibawah kebutuhan membuat jaringan listrik belum menjamin penerangan. Lentera tenaga surya mudah digunakan, tidak memerlukan listrik maupun pemeliharaan yang rumit sehingga dapat mendukung produktivitas di malam hari serta interaksi antar anggota keluarga yang lebih berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.