Home Berita Suzuki Nobuyuki: Film Membuat Saya Hidup

Suzuki Nobuyuki: Film Membuat Saya Hidup

4864
1
SHARE

Nama Suzuki Nobuyuki mencuat di dunia hiburan setelah ia membintangi serial “Kelas Internasional” sebuah serial situasi komedi (sitkom) di NetTV. Ia aktor asal Jepang yang 26 tahun tinggal di Indonesia. Awal kenal Indonesia dari kakaknya yang seniman lukis yang sering ke Indonesia. Sebelum mengenal jauh Indonesia. Ia hanya sebagai turis ke Bali. Lalu mulai kepincut Indonesia dan sangat senang di kota Bandung. Hingga akhirnya ia masuk kuliah di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang kini menjadi Institut Seni Budaya (ISBI) Bandung, namun sayang Kang Juki panggilan akrabnya biasa disapa di STSI itu ia tak selesai.

Tak patah semangat Kang Juki pindah ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan lulus dari IKJ jurusan teater, meski dengan nilai rendah. “Nilai saya rendah atau pas-pasan,” kisah Juki. Namaun akhirnya Juki pun berjuangan dalam banyak proyek film dan teater di Indonesia. Di Bandung ia pernah bermain dengan kelompok teater Laskar Panggung pimpinan Yusef Muldiyana, Kelompok Longser Antar Pulau dan kelompok lainnya. Untuk mengenal siapa sebenarnya Juki ini, dalam pekan ini redaksi berhasil menampilkan sosok unik yang sangat suka akan Indonesia dan bahkan sudah meminang istrinya asli Jawa Timur. Berikut kiprah dalam dunia akting Juki yang pernah terlibat sejumlah film layar lebar Naga Bonar, Soegija garapan Garin Nugroho dan sejumlah film lainnya di Indonesia. Berikut petikan obrolan Juki dengan Redaksi yang dilakukan di dua tempat di Kawasan Jakarta Selatan:

Dunia akting, apa yang mendasari kekuatan itu?

Untuk menjadi seniman film cita-cita sejak kecil dan  sejak SMA kelas 2, ketika membaca artikel di majalah  ada megenai wawancara aktor Kaoru Kobayashi, beliau berhenti sekolah, keluar dari jalur sistem masyarakat pendidikan, tapi berhasil di dalam dunia teater dan perfilman, sementara pada saat itu saya ingin keluar dari sekolah juga. Pengalaman saya selama ini mengingatkan nasehat-nasehat dari sang guru maupun teman-teman, teman kuliah saya pernah mengatakan kepada saya “Jangan lupa, pada awalnya kamu pernah mengatakan ingin berubah dunia akting disini.”  Selain itu saya dulu di Jepang pernah belajar teater dan kelompoknya masih ada bahwa saya ingin jadi aktor dan akan terus belajar teater.  Itu kira-kira dasar kenapa saya mencitai dunia ke aktoran.

Bakat seni Anda mengalir dari siapa?

Keluarga, ibu saya guru seni kaligrafi, kakak saya pelukis, kakek saya punya toko sepatu traditional, dan om saya arsitek, dari masa kecil saya bisa merasakan ekspresi  dunia seni.

Kenapa Anda memilih dunia akting?

Saya di Jepang terjun dunia seni rupa, kuliah saya seni grafis. Dunia penulis dan akting ternyata  bisa merasakan menyatukan hati dan raga itulah yang saya rasakan di saat berakting atau bahkan menari menari saya merasakan penyatuan hati.

SUZUKI NOBUYUKI dalam Sitkom Kelas International
SUZUKI NOBUYUKI dalam Sitkom Kelas International

Anda main dibanyak film, pada produksi film apa yang anda suka selama ini?

Ya saya main “UNTUK RENA” sutradara Riri Reza, Naga Bonar Jadi 2 bersama Deddy Mizwar, CINTA SETAMAN, RUMA MAIDA 2,  SEOGIJA  sutradara Garin Nugroho, SANG KIAI, SEOKARNO, LA TAHZAN, 12 MENIT, VIVA JKT 48, MALAM MINGGU MIKO MOVE, SUNSHINE BECAUSE OF YOU dll yang berkesan saya di  “LA TAHZAN”, karna saya terlibat produksi film itu sebagai aktor, tapi ternyata harus banyak yang di kerjakan selain bagian saya nya, karena crewnya minim, skedulnya tidak teratur dan terjadi kejadian ini  tidak terduga. Sehingga semangat teman-temannya luar biasa dan menghasilkan karya yang punya reputasi bagus.

Suzuki sedang mendengarkan arahan Riri Reza saat syuting Film Untuk Rena/dok
Suzuki sedang mendengarkan arahan Riri Reza saat syuting Film Untuk Rena/dok

sang kiai

Suzuki mail dalam Film 12 Menit photo by Julianto Soeroso
Suzuki mail dalam Film 12 Menit photo by Julianto Soeroso
12 Menit photo by Julianto Soeroso
Suzuki dalam Film 12 Menit photo by Julianto Soeroso

Apa ada pesan dalam akting Anda mau kemana?

Pembuktian kemampuan saya dari 0, sampai manakah akhirnya bisa menghasilkan karya yang bagus dan berguna untuk dunia. Itu saja.

Pengaruh seni lain dalam dunia ada?

Dunia tari, dunia seni rupa.  Dari pandangan saya teman-teman disini sangat berpotensi di bidang tersebut, walaupun kadang orang yang belum ada nama bisa menghasilkan karya yang luar biasa.

Anda punya kekaguman pada seniman lain?

Saya suka beberapa filmnya Stephen Chow yang “tak bosan”, bisa apresiasi berkali-kali. Seperti karya komik yang berpotensi tinggi. Saya temukan itu di film-film Stephen Cow.

Bagaimana menurut Anda soal sejarah seni di Jepang atau Indonesia dan dunia?

Mungkin sedikit pandangan saya. Menurut saya dunia seni perlu kerja sama berdasarkan inisiatif peribadi atau tanpa sengaja, tidak ada perkaitan inisiatif politik. Seperti seni lukis UKIYOE menpergaruhi kepada  pelukis eropa pada abad 19.

Apakah berkarya di film sudah puas?

Belum karena belum menjadi pemain utama, tapi saya tekad saya ingin berperan sebagai antagonis sehabis-habisan.

BAGI PENIKMAT FILM INDONESIA, WAJAHNYA SUDAH FAMILIAR. BELASAN FILM NASIONAL SUDAH DIBINTANGINYA SEJAK TAHUN 2005 YANG MAIN DALAM FILM UNTUK RENA SUTRADARA RIRI REZA.  SUZUKI MASIH MEMEGANG KEWARGANEGARAAN JEPANG DAN BETAH BERADA DI INDONESIA.

JUKI DALAM BERBICARA BAHASA INDONESIA SUDAH SEMAKIN LANCAR DIBANDING TAHUN 97-AN SAAT IA BARU BERADA DI INDONESIA. LOGAT SUNDA AGAK KENTAL JIKA JUKI BERBICARA BAHASA INDONESIA MAKLUM BELAJAR BAHASA INDONESIA DI KOTA BANDUNG

KECINTAAN JUKI TERHADAP DUNIA FILM INDONESIA LUAR BIASA. TAK HANYA ITU, IA JUGA BERKEINGINAN IKUT MEMAJUKAN PERFILMAN NASIONAL. SEHINGGA FESTIVAL FILM BANDUNG (FFB) JUKI SEMPAT MASUK NOMINASI AKTOR PERAN PEMBANTU TEBAIK DALAM FILM “12 MENIT” SUTRADARA HANNY SAPUTRA

Untuk jadi ternama sebagai aktor adakah harapan?

Ada. biar bisa kasih kabar untuk teman-teman saya yang di Jepang. Ha..ha..ha..ha…ha..ha..

juki2jukiKekuatan Anda dalam akting dimana?

Ini yang menarik, saya tidak berubah dari ketika saya pertama kali bermain film di Jepang. Ada buktinya, kalau nonton film saya yang pada saat itu, jelas. Ternyata saya rasakan berperan sebagai siapa, kecocokan karakter itulah, bisa merubahkan potensi aktor.

Bisa Anda gambarkan tentang akting yang baik bagaimana?

Akting yang penonton bisa merinding tanpa dialog. Saya pernah merasakan di dalam film INCEPTION, aktingnya Ellen Page.

Bagaimana anda memilih sebuah proyek film?

Kalau prinsip saya, “saya dibutuhkan saya terima”, tapi yang memutuskan adalah sang manager.

Kalau seni akting di Indonesia saat ini?

Bagus, sudah  Go International.

Bisa membandingkan film di indonesia dan di Jepang?

Dua negera inu masih tema filmnya mayoritas menuju ke tema domestik, hanya orang Indonesi atau Jepang saja mengerti…seperti itu.

Adakah kesulitan yang dirasakan Anda sebagai seniman disaat ini?

Saya merasakan saya hanya bisa berakting sebagai orang Jepang saja, sedangkan secara penampilan muka oriental seperti saya seharusnya bisa bermain beberapa karakter orang asia maupun latin.

Bagaimana pengaruh hidup dan jiwa anda selama ini ke publik sebagai orang Jepang dan akting di Indonesia?

Sifat saya menjadi lebih berani, buktinya saya sekarang bisa menghadapi YAKUZA di Jepang. Ketika mobil mereka menjepit mobil saya, saya bisa suruh mereka pindah mobilnya. Itu yang biukin saya menjadi lebih berani.

Apa yang ingin anda ceritakan selama Anda jadi aktor di Indonesia?

Sekali lagi peran di film yang saya jalani belum utama. Tapi saya berjuang terus. Saya mengharap generasi berikutnya lebih berani berhadap tantangan bidang masing-masing secara peribadi. Misalnya saya buka kedai kopi dari 0, dan selama 30 tahun bekerja, ternyata kedai kopinya bangkrut kemudian tutup, meskipun keadaannya seperti itu, saya bisa bangakan saya sendiri, karena selama 30 tahun saya menikmati orang banyak melalui kopi saya. Ha….ha…ha… Dan saat ini bagi saya dunia Film membuat saya lebih hidup.

Arigatou gozaimashita 

 

TENTANG SUZUKI NOBUYUKI

juTahun 1963, lahir di Tokyo. Aktor.

1981 lulusan Hosei second hight school

1981 kuliah di Universitas Meiji jurusan sastra Jepang tidak lulus,

1985 belajar di Kuwasawa Desingin School, mayor grafik desingn

1986 masuk sanggar teater “Tokyo Kandenchi”

1989 menjadi asistennya “Mieko Osanai” sebagai penulis skenario

199i bekeja di “Ingals” sebagai penulis skenario

1993 bermain di film “Ohaka to Rikon” (Kuburan dan Perceraian) sebagai pemain

1996~1999 kuliah di STSI Bandung, jurusan teater, mengikut program belajar sebagai mahasiswa asing

1999~2006 kuliah di Institut Kesenian Jakarta, lulusan jurusan film, mayor film dokumenter

Filmografi

UNTUK RENA 2005
NAGA BONAR JADI 2 2008
CINTA SETAMAN 2008
RUMA MAIDA 2 2010
SEOGIJA 2012
SANG KIAI 2013
SEOKARNO 2013
LA TAHZAN 2013
12 MINIT 2014
VIVA JKT 48 2014
MALAM MINGGU MIKO MOVE 2014

SUNSHINE BECAUSE OF YOU 2015

TV

DANDUT MANIA YUKUR JADI 2 2008 CANDA BULE 2012
YUK KITA SAHUR 2012
SKETSA 2013

KELAS INTERNATIONAL 2015-2017

FTV

SILAT BOY 2010
SUPER YEIIOW 2011
UJI NYALI BELUM SELESAI 2012 BASO SI LUKMAN 2013 … DLL

Alamat Fans:

Pejaten Green Land ,Jl. Gunuk V Pejaten timur Pasaar Minggu Jak-Sel Hp: 0818-728-255

PEWAWANCARA : SUKARDI   & AENDRA MEDITA                                                    FOTOGRAFER      : FEKO SUPRIYADI  & DOKUMENTASI SUZUKI                  EDITOR               : AENDRA MEDITA

sumber: seni.co.id

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here