Home Berita SMA Al-Izhar Jakarta – Nishi High School Tokyo Ciptakan Program Kemitraan Pendidikan...

SMA Al-Izhar Jakarta – Nishi High School Tokyo Ciptakan Program Kemitraan Pendidikan Antar Bangsa

1022
0
SHARE
Penyambutan Kedatangan Siswa Nishi HS Jepang di AL Izhar/ist

CSRINDONESIA – Program Kemitraan Pendidikan yang dilakukan SMA Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta bersama dengan Nishi High School, Tokyo Jakarta merupakan salah satu program yang telah berjalan di Al-Izhar dalam satu tahun terakhir.

Selain dengan negara Jepang, Al-Izhar juga bekerjasama dengan Australia dan Taiwan. Program ini merupakan perwujudan visi yang dimiliki oleh Al-Izhar itu sendiri, yaitu “Menjadi Pusat Pendidikan yang Menumbuhkembangkan Intelektual Islam Berwawasan Luas”.

“Perlu diketahui bahwa Indonesia dan Jepang telah melakukan bentuk kerjasama di berbagai sektor untuk memperingati, 60 tahun hubungan diplomatik dan Al-Izhar Pondok Labu telah melakukannya pada sektor pendidikan,” demikian keterangan tertulis dari Humas Al-Izhar Pondok Labu Jakarta, Merikanti Mardati Selasa, (13/2/18).

Dikatakannya bahwa siswa dari kedua negara saling berbagi pandangan mereka mengenai kehidupan sehari-hari, mulai dari budaya hingga ilmu pengetahuan yang mampu menciptakan tali persahabatan antar negara, sebagai bekal untuk menjadi warga dunia.

Ada sebelas siswi yang turut berpar,sipasi dalam program ini, mereka adalah Minori Yamaguchi, Mikiko Ichinose, Chihiro Kabashima, Kotoha Kimura, Reiko Morisaka, Rino Takeuchi, Yui Hirano, Yui Terao, Rena Yokoyama, Tamaha Ogawa, Aimie Murasaki. Mereka didampingin dua orang pembimbing guru yang turut berpartisipasi dalam program ini, diantaranya Rumi Sato (English Teacher) dan Koyabu (PE Teacher).

Grup Nishi High School tiba di Jakarta pada Sabtu, 10 Februari 2018. Para siswi menginap di rumah host family dan mengikuti jam belajar pada Senin (12 Februari 2018) dan Selasa (13 Februari 2018) Nishi High School dengan SMA Al-Izhar telah menjadi teman dekat dan saling mengenal satu sama lain, karena sebelumnya sepuluh siswa-siswi Al-Izhar telah melakukan kunjungan ke Nishi High School, Tokyo pada tanggal 9-17 Desember 2017. “Saat itu siswa-siswi Al-Izhar Pondok Labu yang melakukan program sekolah Nishi  diantaranya Geody, Aristo, Hanif, Raihan, Annisa Rindani, Jilan, Vania, Aira, Syifa, Annisa Salmanida dan didampingi Arzena Faizal, guru SMA Al-Izhar,” ungkapnya.

Penyerahan souvenir dari Kepala Sekolah SMA Al Izhar kepada salah satu siswi Nishi High School Tokyo

Kunjung Siswa Al-Izhar ke Nishi HS Tokyo 17 Desember 2017

  Foto bersama di Perpustakaan Bustanil Arifin Al-Izhar Pondok Labu Jakarta

 

Penyambutan Kedatangan Siswa Nishi Hight School Tokyo Metropolitan

Siswa Nishi bersama Host Parent

Siswa-siswiNishi High School Tokyo belajar di kelas Al-Izhar 

Siswa Nishi High School, Tokyo Belajar gamelan membawakan lagu “Kebo Giro”

Dalam acara penyambutan kedatangan Nishi High School Tokyo seluruh siswa Al-Izhar menyelenggarakan Apel Senin pagi. Dalam apel tersebut kepala sekolah SMA Al-Izhar, Vivi Luthfiyan, menyampaikan sambutannya dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ms. Rumi dilanjutkan dengan penyerahan souvenir dari kedua belah pihak.

Souvenir yang diterima oleh pihak Al-Izhar merupakan persembahan dari Kepala Sekolah Nishi, Miyamoto. Apel Senin Pagi diakhiri dengan persembahan lagu dari siswa/i Al-Izhar Pondok Labu yaitu “Manuk Dadali” (lagu tradisional Sunda).

Dalam program kemitraan selama di Indonesia Nishi High School Tokyo melakakan  kegiatan selama di SMA Al-Izhar Pondok Labu Jakarta antara lain: Mempelajari alat musik tradisional gamelan dengan memainkan lagu “Kebo Giro”, dipimpin oleh Bapak Andes selaku guru musik SMA, Olahraga bersama yang dipimpin oleh Mr. Koyabu, Presentasi oleh siswi Nishi High School kepada siswa/i Al-Izhar Pondok Labu mengenai aktifitas sekolah mereka. Menyanyi bersama dengan murid TK Al-Izhar.

Sekolah Al-Izhar H. Bustanil Arifin, S.H., mendirikan Sekolah Al-Izhar Pondok Labu, pada 11 Maret 1987. Sekolah ini mampu melahirkan kader pemimpin dan intelektual Islam dengan wawasan luas. Cita-cita ini didukung dan dikuatkan oleh para ahli pendidikan antara lain: Dr. Anggani Soedono, MA, Prof. DR. Fauzia Aswin Hadis, Henny Supolo Sitepu, MA. Bersama ketiga ahli pendidikan inilah, Al-Izhar mengembangkan model pembelajaran bermakna, yaitu proses pembelajaran yang membimbing siswa mengetahui falsafah di balik ilmu yang dipelajari dengan tujuan agar siswa terlatih dan pada akhirnya mahir melakukan riset sekaligus berkreasi. Disamping itu, siswa-siswi AlIzhar juga dididik peka terhadap lingkungan, mampu bekerja sama, dan menjadi pemimpin yang baik. Dalam prosesnya, penekanan pada penanaman nilai-nilai keislaman melalui aspek mental, fisik, sosial, emosional, dan spiritual juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.|CSRI/RED/DSW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here