Home CSR CSR Pendidikan Kolaborasi Indonesia-Australia Dorong Kota Cerdas, Perlindungan Warga dan Hubungan Pendidikan

Kolaborasi Indonesia-Australia Dorong Kota Cerdas, Perlindungan Warga dan Hubungan Pendidikan

3182
0
SHARE
Profesor Anthony Burke dan Mariam Kartikatresni, memberikan presentasi kepada media di sesi Media Briefing tentang Kolaborasi Antara Indonesia dan Australia dalam Mendorong Kota Cerdas

CSRINDONESIA – JAKARTA, University of Technology Sydney (UTS) yang merupakan universitas muda nomor satu di Australia dan jalur perguruan tinggi UTS Insearch – memperluas kolaborasi mereka di Indonesia dengan menandatangani dua Memorandums of Understanding pada minggu ini (31/1).

Profesor Anthony Burke, Dekan Kerjasama Internasional & Eksternal untuk UTS School of Architecture, University of Technology Sydney dalam acara Australian Department of Foreign Affairs and Trade’s Australia Indonesia Digital Forum (AIDF) di Jakarta mengatakan, “Kami senang dapat berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mendukung prakarsa Kota Cerdas di Jakarta. Kami melihat banyak bidang untuk kepentingan bersama yang akan menguntungkan banyak orang bagi kedua negara dan juga di seluruh wilayah Asia Pasifik.
Kami antusias dengan kesempatan untuk solusi perancangan yang baik, didukung oleh teknologi dan data, untuk melibatkan warga dalam memperbaiki lingkungan kota dan juga kota masa depan.”

Mengacu pada temuan PBB yang memprediksi bahwa dunia berkemungkinan memiliki 41 mega-kota dengan 10 juta penduduk atau lebih pada tahun 2030, maka membangun Kota Cerdas yang berkelanjutan serta memenuhi kebutuhan warga sangatlah penting.

(Ki-Ka): Kate Dennis, Profesor Prasuna Reddy, dan Profesor Dr Ir Suhono Supangkat pada saat memberikan presentasi kepada media di Media Briefing Kolaborasi Antara Indonesia dan Australia dalam Mendorong Kota Cerdas

Setelah seminar dan workshop Role of Smart Citizenship in Smart Cities: Lessons Learned pada tahun lalu, UTS telah berkolaborasi dengan Prof Dr Ir Suhono Harso Supangkat dan perwakilan dari ITB. Kolaborasi ini berlanjut pada penandatanganan MOU antar universitas secara resmi.

“MOU ITB-UTS akan mendukung kami dalam mengembangkan sebuah kerangka kerja untuk membantu banyak kota di Indonesia, Australia dan Asia Pasifik dalam menciptakan solusi Kota Cerdas, mendorong lebih banyak start-up, mempromosikan kehidupan perkotaan yang berkelanjutan, kesehatan dan kesejahteraan, yang melibatkan seluruh warga,” kata Profesor Suhono yang merupakan Ketua dari Institute for Innovation and Entrepreneurships Development dan Ketua dari Smart Indonesia Initiatives.

Memperluas pengajaran bahasa Inggris
MOU kedua yang ditandatangani pada minggu ini adalah untuk kesepakatan antara UTS Insearch dan Universitas Brawijaya (UB) untuk kolaborasi dalam program bahasa Inggris akademik di Jawa Timur.”UTS Insearch memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam mengembangkan kurikulum bahasa Inggris dan pengajaran bahasa Inggris kepada para mahasiswa internasional,” kata Mariam Kartikatresni, Direktur, Indonesian Development, UTS Insearch.

“Kerja sama antara UTS dan UB dengan program bahasa Inggris yang dilaksanakan oleh UIG English, akan mendukung lebih banyak mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan bahasa Inggris akademis mereka untuk studi, bekerja, penelitian akademisi maupun publikasi.”

(ki-ka): Mariam Kartikatresni (Direktur, Indonesian Development, UTS Insearch), Profesor Anthony Burke (Dekan Kerjasama Internasional dan Eksternal, University Technology of Sydney), Kate Dennis (Head of Corporate Communications, UTS Insearch), Profesor Prasuna Reddy (Dekan (Internasional dan Kemajuan), Fakultas Kesehatan, University Technology Sydney), Prof Dr Ir Suhono Harso Supangkat (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Ketua dari Institute for Innovation and Entrepreneurship Development, Ketua dari Smart Indonesia Initiatives)

Mariam menambahkan, “Kemampuan bahasa Inggris adalah sangat penting untuk membangun hubungan kolaboratif jangka panjang dalam pendidikan tinggi antara Australia dan Indonesia.”
Beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Sydney
Dengan hampir 20.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Australia pada akhir tahun 2017, kesempatan bagi sektor pendidikan tinggi Australia untuk berkolaborasi dengan masyarakat Indonesia dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan, kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan potensi kepemimpinan.

“Pada tahun 2017, UTS Insearch menawarkan Beasiswa Future Leaders Scholarship bagi para mahasiswa terpilih yang belajar diploma bersama kami di Sydney. Dengan senang hati, setengah dari beasiswa ini diberikan kepada para mahasiswa Indonesia, yang memungkinkan kami untuk menawarkan beasiswa sebesar AUD 300.000 kepada mereka,” kata Mariam.

“Kami sangat terdorong oleh potensi minat dan kepemimpinan dalam kalangan mahasiswa dan pemuda Indonesia di Asia Pasifik sehingga kami memutuskan untuk Future Leaders Scholarship pada tahun 2018 dan 2019,” Mariam menambahkan.

Setelah aplikasi diterima Beasiswa Future Leaders Scholarship yang baru dapat memberikan beasiswa sebesar AUD 3.000 bagi para mahasiswa untuk biaya kuliah semester kedua mereka dan dijamin masuk ke UTS Insearch Leadership Program (senilai AUD 2.000) untuk melakukan pengembangan profesional serta pengalaman kerja di Sydney juga memperluas cakrawala kepemimpinan dan karir.|CSRI/WAW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here