Meme Garam dan Tafsir Komunikasi Massa

Meme Garam dan Tafsir Komunikasi Massa

154
0
SHARE

OLEH AENDRA MEDITA *)

Garam di laut jauh dari sungai itu kadar garamnya hampir seluruh dunia sama. Kecuali laut mati. Demikian pernyataan Nurhaji Madjid seorang ahli Bio-Kimia yang patut diapresiasi dan ini menunjukan bahwa dia bukan semata asal bicara.

Tulisannya tentang Garam bahkan dia sampaikan juga secara detail  dan menjadi viral. Nurhadi juga menyebut bahwa persoalan pengolahan garam banyak metode. Selama ini tak berkembang karena masih berpikir pola tradisional. Sehingga terpatok pada kondisi kontur tanah yang cocok untuk dibuat lantai garam. Tulisan ahli Bio Kimia memang cerdas bahkan dia mengkritik soal BUMN PT Garam yang harusnya membuat inovasi atas usaha garamnya.

Dalam tulisan ini saya tidak punya kompetensi dalam menelisik soal garam, namun asinnya garam ini masuk dalam ranah unik yang olahnya komunikasinya menjadi lebar dalam kemasan marketing komunikasi (markom).

Lewat Meme tentang garam yang ada diatas membuat saya tergelitik. Meme ini bagi saya bukan hanya cerdas dan jeli selain visualnya menarik dan elegan Meme garam itu mengandung dua makna. Tak tahu siapa yang buat, karena meme itu viral juga sama dengan tulisan Nurhaji.

Nah saya ingin menyoroti soal Meme garam ini lebih pada persoalan bagaimana kita Nusantara yang memiliki hamparan luas wilayah terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik dimana luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km² artinya laut kita yang luas hampir lebih luas daratan dua kali lipat.

Meme Garam dan Markom

Lantas apa hubungan markom Meme dan garam. Jika kita jeli dan sedikit bisa menafsir makna Meme garam itu ada dua makna. Saya mungkin coba urai dalam sudut yang sederhana, dan tidak baku, sebab tafsir bisa multi intreprestasi. Baiklah kita coab simak tafsirnya:

Pertama tafsirnya adalah mengkritik kondisi kekinian dari kasus Garam yang langka dan bahkan akan impor. Ini ironis dan sangat layak perbandingannya dengan laut kita yang luas dan berlimpah biru jika kita mau mengolah. Lantas BUMN Garam apa kerjanya?

Kedua tafsirnya adalah Meme itu ada sedikit sarkasme dalam perbandingan dengan sebuah produk berikutnya, yaitu soal Gudang yang tak lain Gudang Garam yang kini isinya rokok. Ini personifikasi yang jauh sebenarnya, cuma kita warga Indonesia sangatlah tahu apa makna Gudang Garam yang brand aware-nya sudah kental dengan publik.

Itulah tafsirnya dari visual Meme yang viral itu, dan tanpa harus berlebih memaknai bahwa Meme yang ini, sehingga tulisan ini muncul sebagai respon bahwa ada saluran komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara jelas, karena itulah makna Markom yang sejatinya.

Markom yang utuh dan mengandung pesan memang jembatannya media apapun untuk berkomunikasi. Jika menilik teks tafsirnya, kan sebuah perusahaan rokok tersambit promo kecil meski tak secara langsung adalah “promosi” bagian dari perusahaan rokok itu. Jadi sambitan teks memang bisa menjadi pembesaran ruang. Oleh karenanya Meme ini saya ulas sedikit demi sebuah makna proses komunikasi yang seutuhnya.

Saya ingin cerita sedikit pengalaman dulu saat jadi konsultan komunikasi sebuah perusahaan rokok saat itu tahun 2001 kalau tak salah ada makna besar dari teks yang tidak langsung jika saja waktu itu Meme sudah ada mungkin sudah kejadian iklan itu dibuat.

Tim kreatif saya waktu itu bahkan berseloroh iklan terbaru nanti bunyinya begini: “X…Bentoel-Bentoel Gudang ke-Sampoerna-an” tentunya pembaca bisa menebak iklan apa itu kira-kira, pastinya tahu.

Dalam iklan kan jelas tidak boleh menjatuhkan satu sama lain secara prontal terhadap produk yang sama, namun iklan-iklan produk umumnya hanya simbol jika “menghajar” kompetitornya. Nah, jika saja saat itu sekali lagi Meme sudah ada di zaman itu saya yakin iklan itu akan muncul, meskipun tidak resmi….(dan hanya di medsos atau media group WA).

Jadi pembelajaran-nya adalah bahwa pesan dalam proses komunikasi dalam Meme Garam saya melihat ada ide kreatif sehingga menjadi menarik perhatian. Sehingga pesan Meme itu dalam perjalanannya ke khalayak sampai. Proses komunikasi terjadi meski dalam media yang penyampaian pesan di media social dan publik melihat Meme itu dan yang dikritiknya harusnya sadar, kecuali yang dikritiknya bebal. Gitu saja kira-kira tafsir Meme Garam itu. Tabik!

*) Adalah Pembelajar Komunikasi Massa

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY