Kurikulum SAMSUNG TECH Institute untuk SMK Muhammadiyah 3 Weleri

Kurikulum SAMSUNG TECH Institute untuk SMK Muhammadiyah 3 Weleri

179
0
SHARE

CSRINDONESIA – Meneruskan komitmennya untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia, Samsung Electronics Indonesia berkolaborasi dengan institusi pendidikan formil dan pemerintah setempat, meluncurkan program Samsung Tech Institute di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Weleri di Kendal, Semarang, Jawa Tengah. Samsung Tech Institute adalah sebuah fasilitas dengan program pelatihan dasar elektronika untuk para siswa, yang akan memperkaya kurikulum pendidikan SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kendal. Adanya fasilitas dan pelatihan ini mendukung Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK serta program Kemenperin, “Pendidikan Vokasi Industri” dalam rangka meningkatkan kualitas para lulusan SMK sehingga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja.

Samsung Tech Institute menyediakan kurikulum dan materi pelatihan perbaikan alat-alat elektronika, seperti TV, telepon pintar, dan peralatan elektronik rumah tangga yang sejajar dengan keterampilan dasar yang ditetapkan oleh Samsung Service Center. Fasilitas ruang belajar berukuran 8x9m yang dibangun Samsung di SMK Muhammdiyah 3 Weleri Kendal yang  dilengkapi 41 produk elektronik Samsung untuk praktek langsung para siswa, terdiri dari Smart  TV, kulkas, pendingin ruang, mesin cuci, tablet dan telepon pintar. Selain itu juga ada program pelatihan berkala untuk para guru agar selalu mendapatkan informasi terkini dan semakin menguasai teknologi dan mengoptimalkannya untuk proses belajar yang lebih efektif.

“Ada 4 poin yang menjadi fokus revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden No. 9 tahun 2016, yaitu revitalisasi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, kerja sama dan lulusan. Kurikulum untuk jenjang SMK seringkali dianggap kurang sesuai dengan kebutuhan yang ada di dunia usaha dan industri. Dengan revitalisasi yang sedang dijalankan, dari tiga kurikulum di SMK, ada satu kurikulum yang dirancang lebih fleksibel. Artinya kurikulum ini menyesuaikan kebutuhan industri. Karena itu kami sangat senang dapat bekerjsama dengan Samsung Electronics Indonesia melalui Samsung Tech Insitute, yang tidak hanya menyediakan fasilitas yang lengkap, namun juga menyediakan kurikulum sesuai kebutuhan industri yang dapat langsung diterapkan dan memperkaya proses belajar mengajar siswa,” terang Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.PMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Hingga tahun 2019 pemerintah menyasarkan untuk memajukan kualitas 1.775 SMK, yang meliputi 845.000 siswa, salah satunya melalui program Pendidikan Vokasi Industri, kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, dan kementerian dari 3 bidang pembangunan lainnya. Untuk tahap pertama, program difokuskan pada SMK di area pulau Jawa.

“Kami sangat berterimakasih dan bangga karena SMK Muhammadiyah 3 Weleri terpilih untuk berkolaborasi dengan Samsung Tech Institute. Kami percaya kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas dan daya saing siswa-siswi kami sebagai tenaga siap pakai yang berprestasi, sehingga semakin banyak peluang yang dapat terbuka untuk mereka. Merupakan kebanggan bagi kami juga apabila lulusan dari siswa kami ini dapat memberikan kontribusi positif di dalam masyarakat setelah lulus nanti,” ujar Yusuf Darmawan, M.Pd. Dip. Kmd, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kendal.

Selain di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kendal, Samsung Tech Institute saat ini telah ada di lima area di Indonesia, yaitu Cikarang, Jakarta, Medan, Makassar, dan Banjarmasin. Sejak tahun 2013 sampai saat ini, Samsung Tech Institute sudah menghasilkan 2.507 lulusan dengan 585 lulusan telah berasil mendapatkan pekerjaan, salah satunya di Samsung Service Center dan pabrik Samsung Electronics Indonesia yang berlokasi di Cikarang. Beberapa dari lulusan Samsung Tech Institute juga berhasil membangun usaha sendiri dibidang jasa perbaikan elektronik. Sebanyak 1.067 lulusan juga tercatat meneruskan pendidikan formil mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (SUN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY