Miniatur Lab IIoT Honeywell Kelas Dunia Bagi Enjiniring Masa Depan

Miniatur Lab IIoT Honeywell Kelas Dunia Bagi Enjiniring Masa Depan

396
0
SHARE

CSR – Arus Informasi dan perkembangan teknologi tak bisa dibendung saat ini. globalisasi dan penggunaan internet telah merambah ke segala kalangan. Perkembangan kemajuan tehnologi meliputi kontrol lab yang dilengkapi Indutrial Internet of Things (IIoT) dari Honeywell, memberikan hibah kepada Institute Tekhnologi Bandung (ITB) senilai 1 Milyar (U$. 700.000). Peresmian ditandatangani oleh Alex J.Pollack,Presiden Director Honeywell International Inc untuk Indonesia dengan Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, Rektor ITB,  yang ditandai dengan pemotongan pita di depan miniatur alat lab. itu pada Kamis, (1/12/16) di ITB, Bandung.

Alex Pollack mengatakan,  ini adalah satu bentuk kerjasama nstitusi pendidikan, dimana  kontrol laboratorium yang diberikan dengan menggunakan teknologi baru dan mutakhir di dunia global. Miniature laboratorium bukan hanya refinery (kilang minyak) kecil yang bisa dimanfaatnya untuk bisa mengurai minyak mentah menjadi macam – macam  jenis bensin bahan bakar dan untuk peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi/insinyur.

“Kami percaya bahwa posisi ITB sebagai institusi pendidikan terdepan akan membantu mahasiswa agar lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan seiring dengan perkembangan sector industry di Indonesia, khususnya di sector minyak dan gas agar  menciptakan lingkungan operasi yang lebih aman, produktif, dan efisien,” kata Alex.

honeywell-itb-3Dalam kesempatan itu rektor ITB juga menyatakan rasa terimaksihnya  pada Honeyweel. “Kami sangat berterimakasih pada komitmen Honeywell dalam mendukung peningkatan kualitas kurikulum dan fasilitas belajar kami. Lab ini sangat membantu untuk memastikan agar para mahasiswa mendapatkan pendidikan teknis kelas dunia yang mereka butuhkan ketika masuk ke dalam dunia kerja setelah lulus nanti, khususnya di era ini, dimana bangsa Indonesia telah bertekad untuk meningkatan daya saing di industri manufaktur,” ungkap Suryadi.

Dekan STEI ITB, Dr. Jaka Sembiring, M.Eng juga menyampaikan, pada saat lulusan mahasiswa itu nantinya dapat mencetak lulusan yang siap kerja tidak hanya berbekal teori saja namun juga pengetahuan dan praktik dengan teknologi terakhir  sehingga tercukupi semua keahlian dan ketrampilian yang dimiliki.

“Melihat dari institusi pendidikan adalah bagaimana mempersiapkan mahasiswa kita ini dapat lulus dengan baik. Untuk itu harus diupayakan adanya training pengetahuan dan laboratorioum yang memadai untuk bekal bekerja di dalam negeri dan luar negeri agar bisa bersaing keja di dunia kerja global, oleh karenanya maka dibutuhkan laboratorium yang Advans” jelas Jaka.

Hal itu juga dikatakan oleh Alex Pollack, “Dikarenakan pertumbuhan permintaan energy di Indonesia, kebutuhan terhadap insinyur yang berkemampuan dan siap kerja telah meningkat di semua sektor  teknologi. Kontrol lab baru Honeywell ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir Honeywell yang sangat bermanfaat bagi ITB untuk tahun-tahun mendatang.”

hwIa juga percaya bahwa posisi ITB sebagai institusi pendidikan terdepan akan membantu mahasiswa agar lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan seiring dengan perkembangan sektor industry di Indonesia, khususnya di sektor minyak dan gas agar menciptakan lingkungan operasi yang lebih aman, produktif, dan efisien.

Miniatur mini laboratorium berkelas dunia ini dapat terealisasi atas dukungan dari Honeywell Hometown Solution, sebuah inisiatif Corporate Citizenship perusahaan, yang berfokus pada lima bidang yang sangat penting bagi perusahaan dan komunitas dimanapun yang berada di seluruh dunia. Bidang-bidang ini meliputi keamanan, keselamatan keluarga, rumah dan tempat berteduh, ilmu pengetahuan dan pendidikann habitat dan konservasi dan bantuan kemanusiaan.

“Kontrol lab yang letaknya di Sekolah Tehnik Elektro dan Informatika (STEI – ITB) dan dilengkapi dengan Experion PKS Orion, menggunakan  system pengendalian terdepan. Terbuka dan cyber-secure di pasar. Sistem ini akan digunakan untuk  memberi pelajaran tentang termodinamika, pengendalian proses dasar, dan advanced control yang lazim digunakan di industri minyak dan gas, penyulingan, petrokimia, energi, dan pertambangan. Sesuai dengan kurikulum ITB, lab ini akan berfokus pada proses belajar mengajar para mahasiswa mengenai praktik-praktik dan kemampuan terkini pada system pengendalian beserta teknologi dan solusi IIoT,” jelas Alex

Alex menjelaskan tentang miniature unit manufactur operasi penyulingan yang terdapat di lab ini termasuk di dalamnya satu (1). Unit Distilasi Skala Kecil (Distilation Unit Pilot Plant) yang dirancang sebagai sebuah miniatur  dari unit pegoperasian untuk memperlihatkan berbagai teknik sistem pengendalian yang digunakan untuk menyuling minyak mentak,biodiesel, minyak tanah, kimia, pelarut, dan materi lainnya.

Dua (2) Sistem Kendali (Control System) yag bisa digunakan sebagai pendukung proses belajar mengajar seputar Operasi Pabrik, Tuning, Troubleshooting Model Identification and Testing, Advanced Process Control, dan Manajemen Aset, yang terbagi dalam: a) Sistem Pengendalian Terdistribusi : Menggabungkan  arsitektur Experion PKS yang mengintegrasikan Teknologi Sistem Pengendali Terdistribusi (Distributed Control System – DCS Tekhnogies) yang inovatif dengan aplikasi mutakhir dan.  b) Sistem SCADA : solusi yang dapat dikembangkan dimana solusi ini melengkapi Honeywell RTU2020, pengendali modular dan scalable, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan otomatisasi jarak jauh yang komplek, khususnya di industri minyak dan gas.

Kerjasama ini adalah terobosan baru bagi dunia teknologi khususnya di dunia pendidikan kearah teknologi yang mutakhir. Sejalan dengan itu Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemneterian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia, Prof Intan Ahmad mengatakan, “Kerjasama antara institusi pendidikan dan sektor swasta sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dukungan Honeywell pada ITB adalah salah satu contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan dapat  membantu institusi pendidikan tinggi,“

Intan  juga menandaskan, Kemenristekdikti sangat bangga akan fasilitas baru ini, dan yakin bahwa lab ini dapat menjadi contoh sebuah center of excellence di bidang riset dan pengembangan (R&D) untuk system pengendalian untuk Indonesia dan dunia. (SUN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY