Control Lab Kelas Dunia yang Pertama di Indonesia untuk Insinyur Masa Depan

Control Lab Kelas Dunia yang Pertama di Indonesia untuk Insinyur Masa Depan

301
0
SHARE
Presiden Honeywell Indonesia Alex Pollack sedang memberikan penjelasan mengenai Honeywell kepada Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA dalam acara peresmian Honeywell Control Lab di Labtek VIII STEI ITB.

CSRINDONESIA – Honeywell (HON) kemarin (1/12) meresmikan control lab terbaru di Institut Teknologi Bandung (ITB). Lab ini dilengkapi dengan teknologi Industrial Internet of Things (IIoT) yang memungkinkan mahasiswa ITB untuk mempelajari dan meningkatkan kemampuan teknis dan keinsinyuran global terkini.

Lab ini dapat direalisasikan atas dukungan dari Honeywell Hometown Solutions, sebuah inisiatif corporate citizenship perusahaan, yang berfokus pada lima bidang yang sangat penting bagi perusahaan dan komunitas dimanapun kami berada di seluruh dunia. Bidang-bidang ini adalah keamanan dan keselamatan keluarga, rumah dan tempat berteduh, ilmu pengetahuan dan pendidikan, habitat dan konservasi, dan bantuan kemanusiaan.
“Kami sangat berterimakasih pada komitmen Honeywell dalam mendukung peningkatan kualitas kurikulum dan fasilitas belajar kami,” kata Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi.

“Lab ini sangat membantu kami untuk memastikan agar para mahasiswa mendapatkan pendidikan teknis kelas dunia yang mereka butuhkan ketika mereka masuk kedalam dunia kerja setelah lulus nanti, khususnya di era ini, di mana bangsa Indonesia telah bertekad untuk meningkatkan daya saing di industri manufaktur.”

Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia Prof. Intan Ahmad mengatakan, “Kerjasama antara institusi pendidikan dan sektor swasta sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dukungan Honeywell pada ITB adalah salah satu contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan dapat membantu institusi pendidikan tinggi dan kami berharap upaya ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.”

“Kemenristekdikti sangat bangga akan fasilitas baru ini, dan kami yakin bahwa lab ini dapat menjadi contoh sebuah center of excellence di bidang riset dan pengembangan (R&D) untuk sistem pengendalian untuk Indonesia dan dunia,” tambah Intan.

“Dikarenakan pertumbuhan permintaan energi di Indonesia, kebutuhan terhadap insinyur yang berkemampuan dan siap kerja telah meningkat di semua sektor teknologi. Kontrol lab baru ini dilengkapi dengan teknologi termutakhir Honeywell yang menggabungkan kemampuan perangkat lunak dengan keahlian di bidang ini. Lab ini akan sangat bermanfaat bagi ITB untuk tahun-tahun mendatang. Kami percaya bahwa posisi ITB sebagai institusi pendidikan terdepan akan membantu mahasiswa agar lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan seiring dengan perkembangan sector industri di Indonesia, khususnya di sektor minyak dan gas agar menciptakan lingkungan operasi yang lebih aman, produktif, dan efisien,” kata Alex Pollack, Presiden Direktur Honeywell Indonesia.

infografik-honeywell-experion-pksControl lab baru ini terletak di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB) dan dilengkapi dengan Experion PKS Orion yang digunakan di sistem pengendalian terdepan, terbuka, dan cyber-secure di pasar. Sistem ini akan digunakan untuk member pelajaran tentang termodinamika, pengendalian proses dasar, dan advanced control yang lazim digunakan di industri minyak dan gas, penyulingan, petrokimia, energi, dan pertambangan. Sesuai dengan kurikulum ITB, lab ini akan berfokus pada proses belajar mengajar para mahasiswa mengenai praktik-praktik dan kemampuan terkini pada sistem pengendalian beserta teknologi dan solusi IIoT.

Miniatur unit manufaktur operasi penyulingan yang terdapat di lab ini termasuk:
1. Unit Distilasi Skala Kecil (Distillation Unit Pilot Plant), yang dirancang sebagai sebuah miniature dari unit pengoperasian untuk memperlihatkan berbagai teknik sistem pengendalian yang digunakan untuk menyuling minyak mentah, biodisel, minyak tanah, kimia, pelarut, dan materi lainnya.
2. Sistem Kendali (Control Systems) yang bisa digunakan sebagai pendukung proses belajar mengajar seputar Operasi Pabrik, Tuning, Troubleshooting Model Identificaton and Testing, Advanced Process Control, dan Manajemen Aset.
a. Sistem Pengendalian Terdistribusi: Menggabungkan arsitektur Experion PKS yang mengintegrasikan Teknologi Sistem Pengendalian Terdistribusi (Distributed Control System – DCS Technologies) yang inovatif dengan aplikasi mutakhir untuk meningkatkan performa berbagai proses, kesigapan bisnis, manajemen aset, dan people effectiveness.
b. Sistem SCADA: Experion® SCADA adalah solusi yag dapat dikembangkan. Solusi ini melengkapi Honeywell RTU2020, pengendali modular dan scalable, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan otomatisasi jarak jauh yang komplek, khususnya di industri minyak dan gas.

Mulai hari ini, mahasiswa ITB akan dapat menerima manfaat dari lab ini untuk melakukan riset dan pengembangan, serta pelatihan yang akan membantu mereka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sebelum masuk ke industri dan mengembangkan inovasi mereka sendiri. ITB juga dapat menggunakan fasilitas ini untuk menawarkan pelatihan dan pengembangan kepada perusahaan-perusahaan seperti Pertamina, Rekayasa Industri, dan perusahaan nasional lainnya di Indonesia. |WAW

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY