Topeng Klana Nani Sawitri, Membuka Getar Batin Budaya

Topeng Klana Nani Sawitri, Membuka Getar Batin Budaya

295
0
SHARE

Tari Topeng Losari yang dimainkan cucu Mimi Sawitri, Nur ‘Anani M Irman, alias Nani Sawitri yang ikut meriahkan Reuni Akbar Seluruh Angkatan ASTI/STSI/ISBI 8 Oktober 2016 di Gedung Sunan Ambu ISBI Bandung  memuka mata saya dan mengetara jiwa batin budaya yang liar biasa. Dari inilah saya menulis catatan dibawah ini. 

Oleh Aendra H. Medita *)  

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Reuni Akbar Semua Angkatan ASTI-STSI-ISBIkampus negeri seni di kota Bandung Jawa barat yang saya banggakan. Momentum indah yang dahsyat terasa saat 48 tahun kampus ini atau hampir mendekati Setengah Abad jelang dua tahun kedepan.

Puluhan tahun saya telah lulus di kampus ini, saya menimba ilmu yang paling dahsyat dan menjadikan pemberalajaran kuat atas nilai luhur estetika dan nilai sebuah kekuatan budaya yang hakiki.

Reuni…sebuah kata asing dari kata dalam Bahasa Inggris yaitu reunion yang artinya pengumpulan kembali atawa pertemuan kembali. Jika kita dihubungkan dengan frase reuni kampus berarti pertemuan kembali atau berkumpul kembali para teman yang berasal dari lingkungan kampus atau sekolah yang sama. Kampus tempat menimba ilmu, belajar bersosialisasi dengan para kawan sebelum terjun ke masyarakat dalam konteks yang besar.

Saya melihat di suasana Reuni Akbar Semua Angkatan ASTI-STSI-ISBI hakikatnya menjalin tali silaturahmi ulang, rajut keakraban para teman yang dulu sama-sama  di kampus yang sama, wadah yang pernah sama. Yang tiada akan terulang kembali.

Reuni Akbar Semua Angkatan ASTI-STSI-ISBI adalah bagi saya silaturahmi batin yang sublim, selalin secara psikologis membuat rohani kenyaman, karena interaksi sosial yang hangat, intim dan penuh keakraban mengenang memori.

Kalau dilihat para peserta reuni dapat tertawa lepas mengenang masa-masa lalu, saling berbagi cerita perihal keluarga atau pekerjaan, saling berbagi informasi dan berlanjut dengan bersambungnya tali silaturahmi, tali batin budaya bagi kampus kami. Jika setuju dengan ini bahwa reuni batin merpuakan kegiatan reuni sangat menyehatkan rohani, yang selanjutnya akan berimbas pada kesehatan raga. Tentunya jika sepakat maka akan membuat awet muda karena raut muka yang berseri gembira.

 

img_20161008_131145

img_20161008_131150

img-20161008-wa099img-20161008-wa087img-20161008-wa101Di Reuni Akbar Semua Angkatan ASTI-STSI-ISBI yang dinanti saat kita sudah lama tak jumpa menjadikan keriduan tak terbeli. Jika menengok ke belakang sejenak, perjalanan menempuh pendidikan di kampus seni adalah paling unggul sebuah keniscayaan muncul selalu. Saat kuliah kita dituntut kreatif, ruang dan waktu menyatu dengan ide-ide. Inilah kampus tempat saya menimba ilmu.

Manfaat silaturahmi sesuai Hadist Riwayat Muslim: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang langkah prosesnya (perjuangan, jasa, kebaikan), maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”.  Kita telaah: Saat reuni hendaknya saling berbagi informasi pekerjaannya sekarang, beberapa akan saling bertukar informasi. Mulai lah proses sharing dll.

Di dunia  yang fana, tidak ada yang abadi saling mendukung adalah cara terbaik dan reuni 48 tahun kampus ini luar biasa, terbesar.  Reuni dapat menjadi wadah ilmiah untuk mengkaji kecenderungan peningkatan atau penurunan kualitas dan selanjutnya dapat menjadi masukan kepada pihak almamater. Saatnya membalas jasa tempat kita menimba yang telah menjadi wadah proses jiwa pribadi kita. Menyambung tali kasih kepada pendidik kita senior kita dan semuannya.

Reuni Akbar Semua Angkatan ASTI-STSI-ISBI secara psikologis mata batin budaya dan juga energi penting  dan kegembiraan adalah salah satu elemen manfaat positif reuni yang menyehatkan jiwa-jiwa kita, makanya saya katakan dalam judul diatas adalah Ke Dahsyatan Reuni di Kampus Seni digelar pada 8 Oktber 2016 di Jalan Buah Batui 212 Bandung adalah ruang jiwa-jiwa batin budaya yang terbangkitkan oleh  semangat karena harus dierartkan tanpa ada pretensi hal lain.

Sejarah

ISBI adalah sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Bandung yang menyelenggarakan pendidikan di bidang Seni dan Budaya. Awal sejarah kampus ini berawal dari aspirasi masyarakat Jawa Barat yang menghendaki adanya lembaga pendidikan tinggi seni tari di Bandung, dengan melalui Surat Keputusan Walikota-madya Bandung nomor 5539/68, tanggal 31 Maret 1968 di Bandung didirikan Konservatori Tari (KORI) yang pengelolaannya berada bawah Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Bandung. Atas meningkatnya animo masyarakat dan besarnya perhatian pemerintah, maka KORI berupaya agar keberadaannya dapat diakui sebagai lembaga formal. Dengan adanya kesepakatan antara Dirjen Kebudayaan Kantor Daerah Kodya Bandung, Pemerintah Kodya Bandung, Inspektorat Pendidikan Kesenian Jawa Barat, dan Direktur Akademi Seni Tari Indonesia di Yogyakarta, terbitlah Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 016/A.I/1970 tentang Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang merupakan kelas jauh ASTI Yogyakarta. Dengan demikian, sejak tanggal 27 Februari 1971, Konservatori Tari berubah menjadi Akademi Seni Tari Indonesia Jurusan Sunda di Bandung. Sebagai bagian dari ASTI Yogyakarta, kegiatan pendidikan di ASTI Jurusan Sunda di Bandung menginduk kepada peraturan dan ketentuan-ketentuan ASTI Yogyakarta. Dalam hal kurikulum, ASTI Jurusan Sunda di Bandung menginduk kepada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Ken nomor: 088/0/1973 tentang Kurikulum ASTI Yogyakarta. Pada salah satu bagian dari Surat Keputusan tersebut tersurat teknis penggunaan kurikulum untuk ASTI bidang tari Sunda. Pada tahun 1976 ASTI Jurusan Sunda di Bandung berada dalam pembinaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud bersama dengan perguruan tinggi lainnya, yaitu Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Yogyakarta, Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padangpanjang, dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar. Semuanya dihimpun dalam satu proyek, yaitu Proyek Pengembangan Institut Kesenian Indonesia (IKJ) Jakarta. Di antara perguruan tinggi tersebut, yaitu ASTI Yogyakarta, ASKI Surakarta, dan ASTI Denpasar, statusnya telah ditingkatkan. ASTI dan akademi-akademi lainnya yang ada di Yogyakarta dilebur dan kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Institut Seni Indonesia (ISI), ASKI Surakarta menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), ASTI Denpasar menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), dan ASTI Bandung mendapat giliran menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 59 Tahun 1995. STSI Bandung terdiri dari jurusan Tari, Karawitan, Teater, dan Seni Rupa Pertunjukan. Melalui SK Menteri Pendidikan Nasional No. 66/E/0/2011 STSI Bandung Mendirikan Program Pascasarjana Penciptaan dan Pengkajian Seni, Pada 13 Januari 2011 terbentuklah Program Studi Senirupa Murni jenjang Diploma III (D-3), Kemudian menyusul Prodi Rias dan Busana jenjang Diploma IV (D-4) berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 141/E/O/2012 tanggal 4 April 2012 tentang penyelenggaraan program Studi Televisi dan Film jenjang Diploma IV (D-4) pada STSI Bandung, serta Program Studi Angklung dan Musik Bambu Jenjang Diploma IV (D-4), berdasarkan Kemendikbud Republik Indonesia, Nomor: 149/E/O/2012, tanggal 27 April 2012. Selanjutnya pada tahun Akademik 2012/2013 secara resmi menerima mahasiswa baru angkatan pertama. Beralihnya status STSI menjadi ISBI adalah bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan (MP3EI) untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan khususnya Seni Budaya. Perubahan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sesuai dengan Perpres No. 86 Tahun 2014 tanggal 25 Agustus 2014, ditandatangan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 6 Oktober 2014 pukul 14.32 WIB bertempat di Gedung Nala, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (MAKO ARMATIM), Surabaya.

Tak hanya ISBI Bandung yang diresmikan tetapi juga Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua dan Institut Seni dan Budaya Indonesia Aceh. Kini Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sudah memiliki Fakultas dan Program Studi Fakultas Seni Pertunjukan Prodi Seni Tari Prodi Seni Karawitan Prodi Seni Teater Prodi Angklung dan Musik Bambu, Fakultas Seni Rupa dan Desain Prodi Seni Rupa Kriya Prodi Seni Rupa Murni Prodi Tata Rias dan Busana, Fakultas Budaya dan Media Prodi Film dan Televisi Prodi Etnostudi, Program Pascasarjana Magister Penciptaan/Pengkajian Seni. Diharakan tahun dean akan ada rgram S3 yang segera di buka di ISBI Bandung. 

Akhinya seklias tentang sejarah diatas juga hendaknya membuat kuat dari keakraban silaturami Reuni Akbar Semua Angkatan ASTI-STSI-ISBI yang hadir tidak kurang dari seribu ini membuat kita lebih kuat. Dan saya sampaikan salut bagi panitia yang telah berjuanga mebnjadikan silaturahmi ini bermakna. Daya sampaikan salam bahagia jiwa raga dan batin budaya membuka cakrwala yang hakiki bagi semua saudaraku dikeluarga besar dalam Reuni Akbar Semua Angkatan ASTI-STSI-ISBI. Dan Topeng Klanayang dimanikan Nani Sawitri telah membuka mata batin jiwa saya yang bergetar. Tabik!

*) AENDRA MEDITA, Adalah Alumni Teater Angkatan 1991, kini tinggal di JAKARTA 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY