Tambang Emas Martabe Dukung Universal Akses 100.0.100 yang Pertama di Tapanuli Selatan

Tambang Emas Martabe Dukung Universal Akses 100.0.100 yang Pertama di Tapanuli Selatan

435
0
SHARE
Perwakilan karyawan Tambang Emas Martabe bersama sejumlah petugas kesehatan lingkungan Batangtoru meninjau akses sanitasi salah satu rumah warga di Batangtoru. Tambang Emas Martabe mengadakan kegiatan Pelatihan Wirausaha Sanitasi selama empat hari (28 September - 1 Oktober 2016) bagi 18 orang calon wirausahawan sanitasi yang terdiri dari sanitarian, petugas kesehatan lingkungan, dan para tukang bangunan dari Kecamatan Batangtoru yang bertujuan untuk memenuhi akses sanitasi masyarakat dan menjawab kebutuhan jamban setelah adanya pemicuan oleh fasilitator STBM.

CSRINDONESIA – Batangtoru, Guna mendukung program pemerintah Universal Access 100.0.100 (100% akses air bersih, 0% pemukiman kumuh, 100% sanitasi layak) 2019, Tambang Emas Martabe mengadakan kegiatan Pelatihan Wirausaha Sanitasi bagi 18 orang calon wirausahawan sanitasi yang terdiri dari sanitarian, petugas kesehatan lingkungan, dan para tukang bangunan dari Kecamatan Batangtoru. Kegiatan pelatihan selama 4 (empat) hari (28 September – 1 Oktober 2016) diadakan di Puskesmas Batangtoru, Kelurahan Aek Pining.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memenuhi akses sanitasi masyarakat dan menjawab kebutuhan jamban setelah adanya evaluasi dan riset yang mendorong masyarakat agar perilaku kebersihan dan sanitasi mereka berubah oleh fasilitator STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Bagi Tambang Emas Martabe, pelatihan ini bertujuan untuk melengkapi seluruh rangkaian program sosialisasi dan pelatihan sanitasi dengan strategi STBM.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Tambang Emas Martabe dengan Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, Puskesmas Batangtoru dan Kecamatan Batangtoru. Pemberi materi (trainer) selama pelatihan adalah APPSANI (Asosiasi Pengelolaan dan Pemberdayaan Sanitasi Indonesia).

“Kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci dalam kesehatan masyarakat. Harus diakui, masih ada di antara masyarakat yang belum begitu peduli dengan masalah sanitasi. Hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat seperti timbulnya penyakit disentri, cacingan, diare, dan infeksi kulit. Oleh karena itu, Tambang Emas Martabe ingin mewujudkan komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjadi kebersihan dan kesehatan sekaligus mendukung pencapaian program pemerintah Universal Akses di tahun 2019,” ujar Stevi Thomas, selaku Deputi General Manager General Affairs Tambang Emas Martabe.

Sebelum kegiatan pelatihan Wirausaha Sanitasi ini, Tambang Emas Martabe telah mengadakan sosialisasi Hasil Studi EHRA (Environment and Health Risk Assessment) dan STBM bagi aparat pemerintah desa se-Kecamatan Batangtoru (31/8/2016), pertemuan penyegaran dan evaluasi fasilitator STBM Angkatan Pertama (19/9/2016), dan pelatihan fasilitator STBM Angkatan Kedua (20-23/9/2016). Total ada 80 orang yang telah dilatih menjadi fasilitator STBM dan siap melakukan evaluasi yang mendorong masyarakat untuk berperilaku bersih di wilayahnya masing-masing.

Dari hasil studi EHRA Kabupaten Tapanuli Selatan 2015, terlihat bahwa 59 persen responden tidak mengetahui tempat penyaluran akhir tinja dan baru sekitar 31,3 persen yang mempunyai septic tank. Selain itu, 40,6 persen responden sudah memiliki jamban pribadi, 35 persen menggunakan MCK/WC Umum, dan lainnya BABS (Buang Air Besar Sembarangan).

Di 2014/2015, Tambang Emas Martabe dan Greencap (Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara) juga melakukan studi kesehatan masyarakat di Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru. Hasilnya, di Kecamatan Batangtoru, 72,6 persen telah menggunakan jamban baik umum maupun pribadi, dan di Kecamatan Muara Batangtoru, 50,10 persen telah menggunakan jamban baik umum maupun pribadi.

“Dari hasil pelatihan fasilitator STMB Angkatan Kedua, ada 6 (enam) desa/kelurahan yang menyatakan siap dan berkomitmen mencapai 100 persen sanitasi layak, yaitu Desa Hapesong Baru, Kelurahan Wek II, Kelurahan Aek Pining, Desa Napa, Desa Batu Hula,” ujar Stevi Thomas.

Sekilas Tambang Emas Martabe
Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam (“CoW”) yang ditandatangani April 1997. PT Agincourt Resources mengelola Tambang Emas Martabe yang memiliki sumberdaya 7,4 juta ounce emas dan 69 juta ounce perak dan mulai berproduksi penuh pada awal 2013, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak berbiaya rendah.

Pada Maret 2016, perusahaan konsorsium pertambangan yang dipimpin oleh EMR Capital, spesialis dana ekuitas pertambangan swasta asal Australia, resmi menjadi pemegang saham utama Agincourt Resources. Kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara (Pemda) tidak mengalami perubahan. Lebih dari dua ribu orang saat ini bekerja di Tambang Emas Martabe, tujuh puluh persen direkrut dari masyarakat di lima belas desa di sekitar tambang dan wilayah terdekat lainnya.(WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY