Proyek C.A.T: Terobosan Kerjasama Discovery Communications dan WWF untuk Konservasi Harimau

Proyek C.A.T: Terobosan Kerjasama Discovery Communications dan WWF untuk Konservasi Harimau

429
0
SHARE
Black rhino

CSRINDONESIA -Jakarta, Discovery Communications kemarin (20/10) mengumumkan kerjasama bersejarah dengan World Wildlife Fund (WWF), yang mana Discovery akan mendanai suaka harimau di area seluas hampir 1 juta hektar di India dan Bhutan, dengan tujuan untuk melindungi dan meningkatkan populasi harimau liar.

“Gerakan dunia dalam melindungi harimau ini baru saja bertambah dengan area suaka seluas satu juta hektar,” jelas David Zaslav, Presiden dan CEO Discovery Communications, dalam pengumumannya hari ini. “Discovery adalah perusahaan yang bertujuan untuk mendokumentasikan keindahan planet kita yang bisa menginspirasi para pemirsa, dan selama 30 tahun kami sudah menjelajah ke seluruh penjuru dunia dan memproduksi berbagai program seperti Planet Earth dan Racing Extinction.. Sayangnya, kamera kami juga memperlihatkan betapa rentannya sebagian dari planet kita ini, termasuk hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Oleh karena itu, hari ini kami mengambil langkah tegas, untuk tidak saja berkiprah di belakang kamera, tapi berperan aktif untuk melindungi salah satu spesies yang paling langka di dunia . Hewan-hewan elok ini tidak akan musnah dari muka bumi dalam pengawasan kita. Kami akan menyoroti isu ini dan menekankannya melalui berbagai merek serta kanal global kami, agar populasi harimau liar bisa tumbuh dua kali lipat pada tahun 2022.”

Selama satu abad terakhir ini, populasi harimau liar telah menurun tajam sebesar 96% menjadi tinggal 4.000 ekor di dunia. Hal ini dikarenakan mengecilnya area habitat mereka dan banyaknya terjadi perburuan liar. Dengan memberikan ruang hidup, mangsa, dan perlindungan atas perburuan yang cukup, maka populasi harimau dapat ditingkatkan.
Dengan dukungan Discovery pada proyek lintas batas Negara ini, di mana World Wildlife Fund sudah menjadi mitra pemerintah India dan Bhutan dalam hal konservasi, maka para penjaga hutan akan terbantu dalam mengawasi secara dekat kesehatan para harimau serta mengumpulkan data ilmiah penting lainnya. Selain itu,, mereka juga akan bisa meningkatkan jumlah penjaga keamanan untuk mengatasi perburuan liar, serta meningkatkan pengelolaan lahan sehingga bisa memberikan habitat yang layak untuk seluruh hewan liar.

Upaya menggandakan jumlah populasi harimau – spesies yang berada pada tingkat teratas dari rantai makanan – akan melindungi spesies langka lainnya serta bisa menstimulasi terbentuknya ekosistem yang sehat di dalam area seluas hampir 1 juta hektar ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Proyek C.A.T., silakan kunjungi discovery.com/projectCAT.

Selain itu, Discovery juga akan memberdayakan kemampuan kreatifnya yang luar biasa serta distribusi saluran multi-platform globalnya yang bisa menjangkau sekitar 3 miliar penonton di dunia. Dukungan ini diharapkan dapat membantu upaya Tx2 WWF, yang telah dimulai sejak tahun 2010, untuk melipatgandakan populasi harimau liar di seluruh dunia pada tahun 2022, yang kebetulan merupakan Tahun Harimau.

Discovery akan memproduksi berbagai iklan layanan masyarakat serta konten dalam program- program yang dikaitkan dengan Proyek C.A.T, dengan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong penonton di seluruh dunia untuk ikut mengambil tindakan guna mendukung perlindungan harimau liar.

Sebagai bentuk awal komitmennya, Discovery akan memproduksi sebuah dokumenter baru mengenai harimau. Dokumenter ini diproduksi bersama dengan Grain Media, pimpinan Orlando von Einsiedel, sang produser VIRUNGA yang pernah mendapat nominasi Academy® Award. Dokumenter ini akan ditayangkan di jaringan Discovery secara global pada tahun 2018.

Upaya-upaya WWF dalam hal perlindungan harimau mencakup konservasi berbagai habitat harimau lainnya, di ke-13 negara. WWF melakukan juga berbagai analisa ilmiah yang tajam, mengawasi harimau dan mangsanya, serta berkampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai konservasi harimau, termasuk upaya menghapus perdagangan satwa secara ilegal di seluruh dunia.

“Populasi harimau saat mengalami peningkatan untuk pertama kalinya dalam abad ini,” ungkap Carter Roberts, Presiden dan CEO World Wildlife Fund (WWF). “Angka ini merefleksikan komitmen luar biasa dari para pemimpin dunia dan dermawan terkemuka dalam upayauntuk melipatgandakan populasi harimau di alam liar. Kami membutuhkan lebih banyak dukungan untuk mencapai tujuan ini. Komitmen Discovery dalam hal konservasi alam dan jangkauannya yang mengesankan ini akan bisa menginspirasi masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini.”

Selama 30 tahun, hiburan dan dokumenter karya Discovery telah merekam berbagai keajaiban alam serta hewan-hewan liar. Saat ini, banyak dari proyek-proyek tersebut telah terpengaruh oleh kerusakan lingkungan:

ICEBERG ALLEY, tayangan pertama yang disiarkan oleh Discovery Channel pada tahun 1985 tentang perairan membeku di Atlantik Utara, saat ini telah dipengaruhi oleh hilangnya triliunan ton es di lapisan es Greenland. Pada tahun 2008, beruang kutub telah dinyatakan sebagai salah satu spesies yang hamper punah, akibat berkurangnya lapisa es tersebut.

Seri andalan Animal Planet, THE CROCODILE HUNTER, yang mengikuti perjalanan Steve Irwin melalui kerajaan hewan liar Australia, sering kali di dalam air, saat ini menghadapi ancaman pengikisan Great Barrier Reef dengan hilangnya setengah jumlah karang.

SHARK WEEK, tayangan sepekan terkemuka Discovery Channel, saat ini sedang terganggu kasus pembunuhan ilegal 75 juta ekor hiu per tahun, yang terutama dikarenakan meningkatnya permintaan untuk masakan sup sirip hiu. Tahun ini, Discovery bermitra dengan Oceana dan mendorong penonton untuk mengirim surat untuk pembuat undang-undang guna mendukung Keputusan Penghapusan Perdagangan Sirip Hiu untuk melarang pembelian dan penjualan produk sirip hiu di
Amerika Serikat.

RACING EXTINCTION, yang ditayangkan di lebih dari 220 negara dan wilayah selama 24 jam Desember lalu, memberikan pandangan yang luas akan spesies langka, dan mendorong penonton untuk mengambil tindakan guna membalikkan penurunan tersebut serta perubahan iklim.

Baru-baru ini, Discovery dan U.S. Wildlife Trafficking Alliance, bersama dengan U.S. Fish and Wildlife Service, meluncurkan iklan layanan masyarakat yang diciptakan dengan orisinil serta dinarasikan oleh aktor Edward Norton, dengan tujuan untuk mendorong imasyarakat untuk ikut mengambil tindakan dan menghentikan perdagangan ilegal serta pembelian produk hewan di seluruh dunia. Iklan layanan masyarakat ini sedang ditayangkan di Amerika Serikat dan Afrika, dan akan hadir pada jaringan Discovery di Asia. (WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY