PROSPECT Indonesia Bantu Perkuat Idustri Rotan

PROSPECT Indonesia Bantu Perkuat Idustri Rotan

384
0
SHARE

CSRIndonesia.COM  – PROSPECT Indonesia menilai Bahwa kondisi industri rotan yang beberapa tahun lalu (sebelum 2012) sempat mengalami krisis parah yang berpotensi mengancam keberlangsungan industri rotan di Indonesia. Saat ini PROSPECT Indonesia Bantu Perkuat Idustri Rotan

Banyak perusahaan rotan yang tidak mampu bertahan dan terpaksa tutup, dari sekitar 1,200 perusahaan yang ada pada waktu itu hanya sekitar 300 perusahaan rotan yang mampu bertahan.

Banyak pekerja rotan yang kehilangan mata pencariannya dan hal ini tentu meningkatkan jumlah pengangguran di daerah2 sentra industri rotan. Salah satu penyebab runtuhnya industri rotan di Indonesia pada saat itu karena mereka kekurangan pasokan bahan baku rotan.

Sebagian besar bahan baku rotan yang berkualitas di eskpor ke negara Tiongkok, hanya sebagian kecil saja yang dipasok ke sentra2 industri rotan tapi itupun dengan kualitas yang kurang bagus dan harganya tinggi. Selain masalah kelangkaan bahan baku, industri rotan Indonesia juga mengalami kelemahan dari segi kualitas dan disain produk.

Hal-hal inilah yang membuat industri rotan kita tidak mampu bersaing dengan negara2 penghasil produk rotan lainnya seperti Vietnam dan Tiongkok.

Untuk mengatasi kelangkaan bahan baku, Pemerintah melalui Kementrian Perdagangan mengeluarkan PERMENDAG NO 35/M-DAG/PER/11/2011 yang melarang ekspor bahan baku rotan. Pada waktu yang hampir bersamaan, Kementrian Perindustrian  menerbitkan Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Furniture yang pada intinya bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri rotan di Indonesia.

Prospect Indonesia

Prospect Indonesia merupakan program pengembangan industri rotan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK). Tujuan Prospect untuk membantu memperkuat program2 pengembangan industri rotan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak2 lainnya.

Prospect membantu mendorong industri rotan Indonesia agar secara bertahap beralih ke sistem produksi dan konsumsi yang keberlanjutan. Kegiatan Prospect tersebar di tiga lokasi sumber bahan baku rotan yaitu di Kab. Aceh Besar (Aceh), Kab. Katingan (Kalteng) dan Kab. Sigi (Sulteng) serta di tiga sentra industri rotan yaitu di Kab. Cirebon (Jabar), Kab. Sukoharjo (Jateng) dan di Kota Surabaya (Jatim). Program yang berdurasi empat tahun (2013-2016) ini dilasanakan oleh PUPUK bekerja sama dengan Innovationszentrum Lichtenfels e.V. (IZL – Jerman), dan SNV Netherlands Development Organization (Belanda), Kemerintrian Perindustrian dan AMKRI (sekarang sudah dilebur ke dalam HIMKI). Program PROSPECT dibiayai oleh Uni Eropa melalui Switch-Asia program (80%) dan sisanya sebesar 20% lagi dibiayai oleh PUPUK.

Kegiatan2 PROSPECT di daerah2 sumber bahan baku (Aceh Besar-Aceh, Katingan-Kalteng, Sigi-Sulteng) focus untuk melestarikan bahan baku rotan, yaitu dengan meningkatkan kemampuan petani rotan  agar mampu menjadi penyedia bahan baku rotan ramah lingkungan. Bekerja sama dengan berbagai pihak, Program Prospect Indonesia telah:

  1. Melatih 2.000 orang petani rotan dalam bidang budidaya rotan dan pengolahan bahan baku rotan ramah lingkungan
  2. Mengembangkan sekitar 200.000 bibit rotan melalui Kebun Bibit Rakyat
  3. Menanam sebanyak lebih kurang dari 120,000 pohon rotan di hutan-hutan yang ada di wilayah Aceh, Kalteng dan Sulteng
  4. Membantu memperkuat bisnis bahan baku rotan di tingkat petani rotan. Menaikan harga rotan dari Rp.1200 per kg menjadi Rp.1.500 per kg di tingkat petani karena bahan baku rotan yang dihasilkan merupakan bahan baku rotan yang ramah lingkungan.

Sedangkan kegiatan2 PROSPECT di sentra-sentra industri rotan (Cirebon-Jabar, Sukoharjo-Jateng, Surabaya-Jatim) juga dilakukan dengan bekerja sama dengan multi-pihak bertujuan untuk membantu memperbaiki kualitas dan disain produk rotan serta membantu memperluas pasar produk rotan melalui beberapa kegiatan, antara lain:

  1. Membantu pemasaran produk rotan dengan memfasilitasi UKM Rotan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan pameran di dalam negari, yaitu Plaza Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) dan International Furniture Expo-IFEX serta pameran dagang di luar negeri yaitu IMM Koln, German.
  2. Membantu meningkatkan kapastias sekitar 1.000 orang UKM rotan dalam bidang ‘cleaner production’ atau produksi bersih dengan tujuan agar mereka mampu memproduksi produk rotan ramah lingkungan yang berkualitas secara efisien dan efektif
  3. Membantu meningkatkan kapasitas sekitar 200 orang UKM rotan dalam bidang desain produk rotan, yaitu kemampuan untuk mengembangkan ‘green-design’.
  4. Membuat dan mengembangkan lebih dari 50 sample alternatf produk rotan
  5. Membantu menginisiasi pendirian RADEC Cirebon (Rattan Design Center), yaitu komunitas desainer produk rotan. Lembaga ini telah merangsang muncunya desaner2 muda.
  6. Membantu memperkuat hubungan bisnis antara UKM rotan dengan eksportir produk rotan melaui skema ‘inclusive business’, yaitu pola hubungan bisnis berkelanjutan yang ‘win-win solution’.
  7. Membantu UKM rotan agar bisa akses ke lembaga pembiayaan hijau (green finance scheme).

Disetiap lokasi kegiatan, Prospect juga menginisiasi dan memperkuat Lembaga Kolaborasi Rotan Ramah Lingkungan (LKRRL) yang beranggotakan berbagai stakeholder rotan yang ada disetiap daerah tersebut. Tujuan dari pendirian LKRRL adalah untuk memperkuat kegiatan2 pengembangan industri rotan di daerah. Pasca berakhirnya program Prospect, diharapkan LKRRL akan tetap melanjutkan kegatan2 pengembangan industri rotan.

Untuk lebih meningkatkan citra produk rotan ramah lingkungan ke tingkat yang lebih tinggi, dalam waktu dekat Prospect Indonesia akan menggelar kegiatan Forum Rotan International yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 November 2016 di Ruang Garuda, Gedung Kementrian Perindustrian yaitu bertepatan dengan pembukaan kegiatan pameran furniture Plaza Indonesia. Tema diskusi dalam forum tersebut adalah ‘Rattan for Life’ yang mengedepankan peran industri rotan untuk membantu meningkatkan perekonomian pekerja rotan indonesia dan sekaligus membantu pelestarian hutan dan habitatnya. Forum ini akan dihadiri oleh stakeholder rotan yang berasal dari Indonesia dan mancanegara.|DS/CSRI

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY