Beranda Berita Astra Serahkan Bantuan Dua Mikroskop Bedah Portabel Untuk Papua

Astra Serahkan Bantuan Dua Mikroskop Bedah Portabel Untuk Papua

501
0
BERBAGI
Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security Astra Pongki Pamungkas berbincang dengan Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perdami didampingi Head of Environment & Social Responsibility Astra Riza Deliansyah dan Ketua II Perdami Johan Hutauruk pada acara penyerahan bantuan berupa dua mikroskop bedah portabel untuk Papua (29/6).

CSRINDONESIA – Jakarta, Turut berikan wujud kontribusi sosial Astra Untuk Indonesia Sehat, PT Astra International Tbk pada hari ini (29/6) menyerahkan bantuan berupa dua unit portable ophthalmic microscope (mikroskop bedah portabel untuk operasi mata) kepada rumah sakit di Merauke, Papua, dan sekitarnya melalui Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Penyerahan bantuan dua unit mikroskop bedah portabel tersebut dilakukan langsung oleh Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security Astra Pongki Pamungkas kepada Ketua II Perdami Johan Hutauruk dan disaksikan oleh Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perdami.

“Terima kasih atas bantuan ini. Mikroskop tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat Papua karena alat ini portabel dan mudah dibawa kemana-mana. Ini salah satu solusi mengatasi tingkat kebutaan yang masih cukup tinggi,” ujar Menteri Nila F. Moeloek.

Seperti kita ketahui, di Indonesia, setiap tahun ada 200.000 – 250.000 penderita katarak baru, padahal kemampuan operasi katarak hanya 800 – 1.000 operasi per 1 juta penduduk per tahun. Rendahnya tingkat operasi ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya peralatan operasi yang cukup mahal.

Diharapkan dengan bantuan mikroskop ophthalmic portabel ini, dokter mata atau rumah sakit di Merauke dapat dengan mudah melakukan operasi katarak. Harapannya, bantuan peralatan seharga Rp 290 juta ini dapat memudahkan para dokter untuk melakukan operasi, terutama di lokasi terpencil di Papua.

Berdasar hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, ada tiga alasan utama mengapa penderita katarak di Indonesia belum menjalani operasi katarak. Tiga alasan itu adalah tidak mengetahui jika menderita katarak, tidak mampu membiayai operasi dan takut operasi. Di Papua, alasan utama penderita katarak belum melakukan operasi adalah karena penderita tidak mengetahui jika menderita katarak dan alasan ini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Kesehatan merupakan satu dari empat pilar kontribusi sosial Astra yakni Pendidikan, Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. (WAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here