Ananda Sukarlan dan 80 Tahun Mantan Presiden RI, B.J. Habibie

Ananda Sukarlan dan 80 Tahun Mantan Presiden RI, B.J. Habibie

618
0
SHARE

CSRINDONESIA – Mantan Presiden RI, B.J. Habibie merayakan ulangtahunnya ke 80 pada Sabtu 25 Juni 2016 ini. Bukannya minta kado, justru Habibie yang ingin memberi kado spesial ke almarhum istrinya, Ainun yang wafat 22 Mei 2010.
Habibie sudah beberapa kali meminta komponis Ananda Sukarlan untuk membuat karya-karya musik yang didedikasikan ke istrinya, tapi tahun ini beliau meminta sesuatu yang lebih spesial, serta bukan hanya untuk “ibu”, tapi juga untuk ibu yang lain, yaitu Ibu Pertiwi. Untuk itu, Ananda Sukarlan menggubah pidato dan doa-doa Habibie ke dalam musik, baik tentang cintanya ke Ibu Ainun, maupun tentang visinya terhadap tanah air.
habibie 9Karya ini akan diberi judul “An Ode to the Nation” untuk tenor, paduan suara anak dan orkes kamar. Tenor yang dipercayakan untuk menyanyikannya adalah Widhawan Aryo Pradhita, pemenang kompetisi vokal Tembang Puitik Ananda Sukarlan yang telah sukses memerankan sang polisi di opera CLARA yang membawanya meraih penghargaan Best Performing Arts 2014 dari majalah TEMPO.
Sedangkan paduan suara anak-anak Unity Children Choir lah yang akan mengiringinya, beserta orkes pimpinan Ananda Sukarlan sendiri.  “An Ode to the Nation” akan diperdanakan 3 kali : pertama eksklusif untuk para undangan di kediaman Habibie tepat pada saat ulangtahun Ainun 11 Agustus, kemudian keesokan harinya 2 kali. Siang hari cuplikannya dibawakan untuk pembukaan The Habibie Festival di Museum Nasional, dan malamnya baru untuk umum di Goethe Haus (Pusat Kebudayaan Jerman) pk. 8 malam. Karya ini juga akan direkam dalam bentuk CD yang akan diterbitkan akhir tahun ini.
Karya-karya Ananda Sukarlan yang diminta oleh Habibie sebelum ini semua telah direkam dalam bentuk CD dan telah, antara lain, mendapat 4 bintang serta pujian dari harian The Australian : “Sukarlan is an unabashed melodist; one of his duets sounds as beautiful as anything by Monteverdi. Sukarlan also has a deft ear for instrumental colour, shown in the 21-minute Chamber Symphony No 1 for 10 instruments, commissioned by former Indonesian president BJ Habibie in memory of his wife.  This album provides an impressive introduction to an internationally significant composer and his music.” (untuk lengkapnya silakan klik http://www.theaustralian.com.au/arts/review/reviews-mclaughlin-chris-mcnulty-ananda-sukarlan-newpoli/news-story/6503c1e8e49bdf6772689908b8361560)  Sebagai catatan bahwa konser karya baru ini diselenggarakan oleh Yayasan Habibie-Ainun sebuah yayasan yang dibentuk langsung leh Habibie.- AEME/SENI.co.id 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY