Pemuda-Pemudi Sorong Antusias Ikuti Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2016

Pemuda-Pemudi Sorong Antusias Ikuti Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2016

1219
0
SHARE
Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2014 bidang kesehatan Marsellinus Wellip saat memberikan salam perjumpaan kepada para peserta acara bincang inspiratif SATU Indonesia Awards 2016 di Sorong, Papua Barat hari ini (25/5)

CSRINDONESIA, Sorong – Program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards pada hari ini (25/5) melanjutkan pencarian ‘mutiara penerang bangsa’ di sebuah kota di Provinsi Papua Barat yang dikenal sebagai kota minyak, yaitu Sorong. Pencarian ini menutup rangkaian roadshow SATU Indonesia Awards 2016 setelah kegiatan serupa sebelumnya diadakan di Banda Aceh, Palangka Raya dan Kupang.

Pemuda-pemudi kota Sorong terlihat begitu antusias dan semangat berdiskusi dengan nara sumber dalam acara Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2016 yang terdiri dari Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Sorong Julian Kelly Kambu, ST., Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Fasli Jalal yang juga merupakan salah satu juri SATU Indonesia Awards 2016 serta penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2014 bidang kesehatan Marsellinus Wellip.

Bincang Inspiratif yang digelar di Aula Samu Siret Kantor Walikota Sorong ini dihadiri oleh para pelajar, mahasiswa, anggota komunitas, lembaga swadaya masyarakat serta perwakilan dinas pemerintah daerah kota Sorong.
Julian Kelly mengatakan, “Banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemuda-pemudi Sorong tanpa memikirkan penghargaan. Dengan adanya SATU Indonesia Awards ini kami bisa mencari kreasi- kreasi pemuda-pemudi Sorong untuk bisa kami daftarkan untuk SATU Indonesia Awards.”

Ia juga menambahkan kebanggaannya pada SATU Indonesia, karena mengingatkan bahwa kita tetap satu. “Bahwa di Indonesia ini kita punya peluang yang sama untuk berkreasi. Jika kota Keerom bisa mendapatkan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2014, yaitu Marsellinus Wellip, mengapa Sorong tidak bisa?” ucapnya lagi.

Sementara itu, Fasli Jalal menyampaikan optimismenya, “Jika pemuda-pemudi Indonesia bias terus berkarya, melakukan banyak hal untuk bangsa tanpa ada intensi untuk mendapatkan penghargaan dari mana pun, maka Indonesia emas pada satu abad Indonesia merdeka tahun 2045 mendatang, mudah-mudahan bisa kita peroleh. Contohnya sudah didapat dari Marsellinus Wellip.” (WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY