Menristek Dikti: Guru Harus Punya Passion dan Motivasi untuk Mengubah Bangsa

Menristek Dikti: Guru Harus Punya Passion dan Motivasi untuk Mengubah Bangsa

2112
0
SHARE
Menteri Ristek & Dikti M. Nasir (tengah) mengunjungi Politeknik Manufaktur (Polman) Astra didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kiri), Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek & Dikti Intan Ahmad (kedua kiri) berdiskusi tentang mobil listrik karya mahasiswa Polman Astra bersama Direktur Polman Astra Tony H. Silalahi (kedua kanan) dalam rangka peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional sekaligus menutup gerakan sosial “Guruku Inspirasiku” (19/5).

CSRINDONESIA – Sebagai peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional sekaligus menutup gerakan sosial “Guruku Inspirasiku” yang dilaksanakan sejak 23 Maret hingga 18 Mei 2016, PT Astra International Tbk pada hari ini (19/5) mengadakan talkshow bertema “Optimalisasi Teknologi Informasi dan Inovasi Dalam Bidang Pendidikan”.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. sebagai keynote speaker, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Desa dan Transmigrasi Republik Indonesia Ir. Razali M.Si, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas dan para pimpinan yayasan Grup Astra.
Empat nara sumber menarik yang hadir dalam talkshow tersebut adalah pemerhati dan praktisi pendidikan sekaligus pendiri Inibudi.org Najeela Shihab, Kepala Bidang Analisis & Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian & Pengembangan, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Suprananto, peraih penghargaan Kepala Sekolah Terbaik Nasional 2015 Surahman serta penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2010 M. Farid yang memiliki program sekolah alam untuk tingkat SD dan SMP dengan cara pembayaran uang sekolah menggunakan sayur atau bahkan gratis.

Dengan kehadiran para nara sumber tersebut, para peserta yang hadir diharapkan dapat memperoleh masukan dan wawasan baru mengenai inovasi pembelajaran dalam peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Menteri Nasir memberikan dorongan dan semangat kepada para penggerak pendidikan baik formal maupun nonformal agar senantiasa berinovasi dalam menyalurkan layanan pendidikan yang bermutu, berkarakter dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang saat ini memasuki era digitalisasi.

Contoh Polman Astra

“Guru harus menjadi inspirasi untuk para penerus bangsa, bukan hanya sekadar pekerjaan,” ungkap Menteri Nasir. “Contohlah Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) yang memiliki program komprehensif dan dosen-dosen yang merupakan praktisi di bidangnya. Terima kasih untuk Astra, karena dana CSRnya dialokasikan untuk bidang pendidikan. Mudah-mudahan ini adalah investasi yang dilakukan Astra untuk membangun Indonesia,” tambahnya.

“Dari talkshow yang baik ini diharapkan dapat meningkatkan jejaring para penggerak pendidikan di Indonesia untuk bertukar informasi dan ilmu serta memotivasi kita semua untuk terus berjuang meningkatkan mutu pendidikan dalam mencetak generasi mendatang yang lebih baik,” ujar Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah. (WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY