LSPR dan Malindo Research Center Teliti Persepsi Pimpinan Perusahaan Terhadap Pelaksanaan CSR...

LSPR dan Malindo Research Center Teliti Persepsi Pimpinan Perusahaan Terhadap Pelaksanaan CSR di Indonesia

1317
0
SHARE
Istimewa

CSRINDONESIA – Temuan data dari penelitian yang telah diadakan beberapa waktu lalu terkait mengenai permasalahan pelaksanaan tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility, atau CSR) menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di peringkat terbawah dalam pelaksanaan CSR di 7 negara Asia (Chamber, 2002). Namun di sisi lain penelitian ini juga ditemukan data yang menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas aktivitas CSR di Indonesia mengalami peningkatan dan keragaman.

Indonesia juga menjadi negara pertama di dunia yang mengatur kegiatan CSR dalam bentuk Undang-Undang Perusahaan atau Perseroan Terbatas (UU PT) yang disahkan pada tanggal 20 Juli 2007. Hal ini kemudian secara teknis diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47/2012, dan masih menimbulkan perdebatan mengenai implementasinya di Indonesia.

Namun dalam perkembangannya, masih terdapat persepsi dan anggapan yang keliru mengenai pemahaman dan implementasi CSR di Indonesia. Masih banyak institusi maupun industri yang memberikan pengertian dan ruang lingkup yang berbeda untuk melihat konsep CSR.

Poster-LPPM-01Karena itu, penelitian terbaru yang dilakukan secara kolaboratif antara Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations Jakarta (LSPR Jakarta), Malindo Research Center dan Universiti Sains Malaysia (USM) mencoba melihat bagaimana persepsi atau pandangan pimpinan perusahaan di Indonesia terhadap konsep dan pelaksanaan CSR tersebut. Termasuk melihat bagaimana pemahaman mereka terhadap peran stakeholder, kebijakan serta hambatan dalam implementasi CSR dalam perusahaan.

Penelitian ini merupakan bagian dari kolaborasi kajian akademik antara institusi pendidikan di Indonesia dan Malaysia, yang juga bertujuan untuk melihat perbandingan antara persepsi pimpinan perusahaan di kedua negara terhadap implementasi CSR.

Proses penelitian ini berlangsung sejak Desember 2015, dengan melibatkan 114 responden yang sebagian besar di berlokasi Jabodetabek dan Jawa Barat. Penelitian berbentuk survei ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke kelompok responden yang menjadi target, yaitu kalangan pimpinan perusahaan yang tergabung dalam organisasi/komunitas seperti HIPMI, Komunitas TDA (Tangan Di Atas) maupun pengusaha independen, yang berada pada kategori usia muda, yaitu di rentang usia 20-45 tahun.

Hasil diskusi terkait penelitian ini rencananya akan disampaikan ke publik besok, hari Kamis, 26 Mei 2016, pukul 14.00-16.00, yang akan berlangsung di Research Centre LSPR Jakarta, Kampus C Lantai 2, Sudirman Park Campus, Jl.KH Mas Mansyur Kav 35, Jakarta Pusat 10220.

Diskusi ini juga akan menghadirkan 2 pembicara yang berprofesi sebagai akademisi serta praktisi komunikasi dan CSR, yaitu Assc Professor Mohammad Reevany Bustami (Center for Policy Research, Universiti Sains Malaysia, CSR & Philanthropy Transdisciplinary Action Group) serta Nico Wattimena, PhD (senior lecturer postgraduate LSPR Jakarta, NWA Associates). Kedua pembicara akan memberikan overview mengenai konsep dan implementasi CSR di Indonesia serta Malaysia. (WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY