Djarum Gelontorkan Rp16 Miliar Untuk Pembangunan Ikon Kudus Kota Kretek

Djarum Gelontorkan Rp16 Miliar Untuk Pembangunan Ikon Kudus Kota Kretek

1618
0
SHARE
Kudus adalah kota religi yang dikenal sebagai kota kretek yaitu perpaduan daun tembakau dan cengkeh, yang digagas dan dibuat pertama kali oleh Haji Djamhari warga asli Kudus. Gerbang Kudus Kota Kretek sebagai icon baru kota Kudus, baru-baru ini telah diresmikan oleh Bupati Kudus H. Musthofa, dan difasilitasi oleh PT Djarum. Perpaduan bahan stainless steel dan beton dengan bentuk simetris menjadi simbol kekinian kota industri dan kekokohan religiusitas masyarakat dalam kehidupan yang penuh harmoni.

CSRINDONESIA – Kehadiran sebuah bangunan gerbang masuk kota yang berada di kawasan Taman Tanggul Angin, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tiba-tiba mencuri perhatian banyak pengguna jalan yang melintas. Gerbang tersebut melambangkan kota asal dari rokok kretek yaitu Kudus. Oleh karena itu diberi nama Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK). Pekerjaan pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek dimulai 2 Januari 2014. Tetapi karena banjir maka groundbreaking atau peletakan batu pertamanya baru dilaksanakan 22 April 2014. Dan proyek ini selesai pada 12 Juli 2015. Atau total yang diperlukan untuk pembangunan selama 1,5 tahun. Biaya total pembangunan gerbang yang difasilitasi PT Djarum ini sebesar Rp 16.125.000.000,- (Enam belas miliar seratus dua puluh lima juta rupiah).

Menurut Purwono Nugroho, Senior Manager Public Affairs PT Djarum, GKKK yang berada di kawasan Taman Tanggul Angin yang terletak di jalur Pantura tersebut yang merupakan jalan nasional. Karena itu, GKKK diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Kretek. “Dengan bangunan gerbang yang futuristik, Kudus diharapkan bisa mengokohkan diri sebagai Kota Kretek. Karena, selama ini jargon tersebut memicu perdebatan di sejumlah kota lain di Indonesia, yang memiliki industri rokok besar. Perdebatan tersebut terkait klaim beberapa kota lain selain Kudus, sebagai kota pertama munculnya rokok kretek,” ujar Purwono Nugroho.

Gerbang Kudus Kota kretek tidak sekedar artistik tetapi juga memiliki filosofi dalam setiap unsur bangunannya. Bagian atas yang berbentuk daun tembakau dengan jumlah jari jari sebanyak 59, memiliki makna tersirat. Angka 5 sebagai lambang Rukun Islam, angka 9 memaknai Walisanga. Bagian bawah, berbentuk 4 tiang cengkeh yang menopang daun tembakau, sejatinya melambangkan 4 pilar kebangsaan : Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Perpaduan Bahan stainless steel dan beton dengan bentuk simetris menjadi simbol kekinian kota industri dan kekokohan religiusitas masyarakat dalam kehidupan yang penuh harmoni.

Bangunan yang berada di sebelah timur Jembatan Tanggul Angin, atau perbatasan Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak ini dibuat dengan menggunakan pondasi tiang pancang. Sementara dinding, balok, dan kolomnya adalah beton bertulang. Berdiri di atas lahan seluas 1106 m2, bentuk bangunan GKKK menyerupai daun tembakau yang memayungi sisi kiri dan kanan ruas jalan. Tinggi bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek adalah 12 meter dari permukaan jalan. Sementara bentang daun atau lebar gerbang adalah 21 meter. Sedangkan panjang daun adalah 48,75 meter.

Sekitar awal tahun 2015, Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) sudah dibuka untuk umum dan mulai menampakkan kemegahannya. Banyak pengendara yang sengaja mengurangi kecepatan dan berhenti di pinggir jalan untuk melihat kemegahannya. Keberadaan GKKK diharakan menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang ke Kabupaten Kudus. (WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY