Saat Go Public Astra Ingin Menjadi Pohon Rindang yang Teduh

Saat Go Public Astra Ingin Menjadi Pohon Rindang yang Teduh

601
0
SHARE
Direktur Independen PT Astra International Tbk Gunawan Geniusahardja (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur PT Bursa Efek Indonesia Alpino Kianjaya (tengah) didampingi Direktur PT Astra International Tbk Suparno Djasmin (kedua kiri), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security Astra Pongki Pamungkas (kiri), Corporate Secretary Astra Gita Tiffany Boer (ketiga kanan), Deputy Chief Corporate Development and Strategy Meliza M. Rusli (kanan) dan Head of Investor Relations Astra Tira Ardianti (kedua kanan) pada acara pembukaan perdagangan saham (4/4).

CSRINDONESIA – Direktur Independen PT Astra International Tbk (ASII) Gunawan Geniusahardja dan Direktur PT Astra International Tbk Suparno Djasmin didampingi para eksekutif Grup Astra membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka peringatan HUT pencatatan saham ke-26 tahun saham Astra International (ASII) (4/4).

Sepanjang 26 tahun listing di BEI, Astra telah membagikan deviden selama 20 tahun karena kepada seluruh pemegang saham. Per 31 Maret 2016, kapitalisasi pasar saham ASII mencapai Rp 294 triliun dengan bobot 5,7% dari total kapitalisasi pasar di BEI yang mencapai Rp 5.143 triliun.  Kapitalisasi pasar Astra tersebut merupakan terbesar ke-5 di BEI.

“Terima kasih atas dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan, BEI dan berbagai pihak yang terkait, baik perusahaan efek/penjamin emisi, biro administrasi efek, bank kustodian, wali amanat serta profesi penunjang pasar modal lainnya dan para investor yang telah mendukung Astra selama 26 tahun sebagai perusahaan terbuka. Kami berharap dukungan tersebut akan terus berlangsung pada masa-masa yang akan datang,” ujar Gunawan Geniusahardja dalam sambutannya sebelum menekan tombol pembukaan perdagangan saham (4/4).

Hingga hari ini, banyak manfaat yang diperoleh Astra beserta stakeholder-nya. Mulai dari keterbukaan informasi, profesionalisme, hingga penerapan manajemen risiko yang lebih baik daripada sebelumnya.

Keputusan Astra untuk go public 26 tahun yang lalu merupakan murni keinginan pribadi dari pendiri Astra, yaitu William Soeryadjaya, untuk menjadikan Astra seperti pohon rindang tempat berteduh dari hujan dan panas bagi banyak orang, dan beliau ingin Astra sejahtera bersama bangsa.

Saat ini, Astra sebagai perusahaan induk dengan 198 perusahaan, bergerak di enam bidang usaha, yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat & pertambangan, agribisnis, infrastruktur, logistik dan lainnya serta teknologi informasi. Astra, yang juga memiliki 9 yayasan di dalamnya semakin matang dan profesional serta mampu berkontribusi lebih kepada shareholders melalui payung kegiatan corporate social responsibility (CSR) Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia).(WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY