PSEP Kembangkan Program Kewirausahaan Berkesinambungan

PSEP Kembangkan Program Kewirausahaan Berkesinambungan

637
0
SHARE

Jakarta, CSRINDONESIA – Sebagaimana diketahui, generasi milenial atau yang lebih dikenal dengan generasi Y (Gen Y) yang lahir di rentang 1980-1999 mulai mengubah lanskap korporasi di Indonesia. Generasi yang fasih dalam mengadopsi teknologi digital dalam beragam aspek bisnis ini beberapa diantaranya telah menduduki posisi puncak, baik di perusahaan yang sudah mapan maupun di usaha rintis (star up) yang mereka kembangkan.

Memasuki 5 tahun kerjasama PermataBank dan Prestasi Junior Indonesia (PJI), Permata Student Entrepreneurship Program (PSEP) yang diikuti oleh Gen Y dan generasi setelahnya yaitu generasi Z (Gen Z) yang lahir tahun 2000-an keatas ini telah berhasil mencetak lebih dari 450 alumni dari 19 sekolah tingkat SMA/SMK. Dengan cara berfikir yang strategis, memiliki visi, semangat, antusiasme, ketegasan dan ketrampilan interpersonal yang kuat, generasi milenial ini menaruh orientasi pada bisnis mandiri.

Semangat kewirausahaan inilah yang ingin dikembangkan secara berkesinambungan melalui beragam program yang terstruktur dan implementatif. Sebagaimana yang dilakukan pada hari ini, para siswa/i dari tiga SMK di Jakarta dan Tanggerang Selatan yang mengikuti PSEP yaitu SMK Farmasi DITKESAD Jakarta, SMKN 27 Jakarta dan SMK Bina Infomatika Tanggerang Selatan bertandang ke kantor pusat PermataBank di WTC II Sudirman untuk mempresentasikan rencana bisnis dan produk yang telah mereka kembangkan sebagai bekal mereka di Junior Achievement (JA) Job Shadow.

Acara Job Shadow Day ini merupakan bagian dari PSEP, para siswa/i diajak berdiskusi langsung dengan manajer senior PermataBank untuk belajar bagaimana menjalankan suatu perusahaan, mengetahui tugas dan kewajibannya agar dapat diaplikasikan di perusahaan rintis yang sedang mereka kembangkan. Setelah sesi mentoring di PermataBank, mereka akan berkunjung ke SMESCO untuk belajar mengenai pengembangan pemasaran produk, agar dapat mengakses pasar yang lebih luas lagi. Selain itu PermataBank juga akan mengadakan serangkaian kegiatan seperti kunjungan ke perusahaan atau pabrik sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan, workshop, dan juga coaching dengan para pengusaha muda agar para siswa/i dapat mengasah kreatifitas mereka dan juga menambah ilmu dalam bersosial media yang baik dan benar.

Hadir dalam acara ini Sarwono Kusumaatmadja – Board Member Prestasi Junior Indonesia, Roy Arfandy – Direktur Utama PermataBank, Sopan Adriyanto – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Julian Foong – Wakil Direktur Utama PermataBank, Robert Gardiner – Management Advisor PJI, Chiki Fawzi – Pekerja Kreatif & Animator, Kepala Sekolah dan Guru Pendamping serta 65 calon wirausaha dari ketiga sekolah binaan PermataHati.

Roy Arfandy – Direktur Utama PermataBank mengatakan, “Kami menyambut gembira program Job Shadow Day ini, mengingat Gen Y dan Gen Z tersebut dapat secara langsung berinteraksi dan belajar dari para mentor yang memiliki posisi kunci dan berada dalam jajaran senior manajemen di PermataBank. Pengalaman dalam mengelola bidang yang menjadi tangggung jawabnya, kemampuan melihat peluang bisnis, antisipasi dalam melihat potensi resiko dan kecepatan serta ketepatan dalam mengambil keputusan yang diberikan oleh para mentor, merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para pimpinan perusahaan tersebut. Hal ini tentunya tidak didapatkan dari teori yang ada dalam buku-buku bisnis yang menjadi bahan referensi mereka, namun menjadi aspek strategis dari kegiatan Job Shadow Day, sehingga kami mendukung penuh rangkaian acara ini.”

Di sisi lain, Sarwono Kusumaatmadja sebagai Board Member Prestasi Junior Indonesia mengatakan “Program kewirausahaan bagi generasi muda amat penting dilaksanakan di Indonesia sehubungan dengan kenyataan bahwa mulai sekarang dan 20 tahun ke depan, mayoritas penduduk Indonesia adalah generasi muda dalam rentang usia produktif, sedangkan negara-negara tetangga kita mengalami gejala sebaliknya. Era ini dinamakan era bonus demografi, yang memberi peluang bagi Indonesia untuk melakukan loncatan kemajuan ke depan. Tentu pendorong kemajuan adalah para wirausaha, di antaranya yang sekarang menjalani Program PermataHati.

Sebagaimana perusahaan modern pada umumnya, para siswa/i peserta PSEP harus membuat struktur organisisi layaknya korporasi dengan beberapa posisi kunci seperti Direktur Utama, VP Human Resources, VP Production, VP Marketing, VP Finance & VP Public Relations. Ketiga SMK tersebut memfokuskan diri dalam pengembangan usaha rintis sbb:

  1. Titermiti dari SMK FARMASI DITKESAD JAKARTA dengan produk Cerbera Pembasmi rayap ramah lingkungan dari buah Bintaro.
  2. Co dari SMK N 27 JAKARTA dengan produk Pencil Case Multifungsi.
  3. NEXUS dari SMK BINA INFORMATIKA dengan produk Digital Comics.

Hal ini selaras dengan program pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore pada tahun 2010, Jakarta dengan nilai 3.6977 memasuki tingkat kemampuan daya saing yang cukup baik dalam menghadapi MEA.

Indikator dari penilaian tersebut dilihat dari keterbukaan terhadap perdagangan barang dan jasa dan kapasitas daya tarik daerah terhadap investasi asing (FDI). Untuk meningkatkan daya saing tersebut dibutuhkan peningkatan kualitas tenaga kerja, diiringi oleh upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah pengganguran usia produktif dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Dengan adanya pembekalan ilmu tentang kewirausahaan dan kesiapan kerja pada siswa tingkat SMA/SMK, harapannya mereka yang telah lulus dari program PSEP, menjadi alumni yang dapat membangun bisnis dengan kualitas tenaga kerja yang baik atau siap kerja dengan SDM yang kompetitif. (WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY