Mendulang Mutiara Penerang Bangsa di Serambi Mekkah

Mendulang Mutiara Penerang Bangsa di Serambi Mekkah

451
0
SHARE
(Ki-ka) Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2012 Noviyanto, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Ir. Bahagia, Dipl.SE, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Ir. Tri Mumpuni yang juga merupakan salah satu juri SATU Indonesia Awards 2016 dan Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman dalam acara bincang inspiratif SATU Indonesia Awards 2016 di gedung Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (17/3).

Banda Aceh, CSRINDONESIA – Setelah melaksanakan kick-off sekaligus pembukaan pendaftaran pada 8 Maret, program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards pada hari ini (17/3) memulai pencarian mutiara penerang bangsa di provinsi paling barat Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam.

Semangat dan antusiasme para pemuda-pemudi kota Serambi Mekah ini begitu terlihat dalam diskusi dengan nara sumber acara Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2016, yang terdiri dari: Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Ir. Bahagia, Dipl.SE, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Ir. Tri Mumpuni yang juga merupakan salah satu juri SATU Indonesia Awards 2016 serta penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2012 bidang kewirausahaan Noviyanto.

Bicang Inspiratif yang digelar di Universitas Syiah Kuala ini dihadiri oleh para pelajar, mahasiswa, anggota komunitas, lembaga swadaya masyarakat serta perwakilan dinas pemerintah daerah kota Banda Aceh.

Dalam acara ini, Tri Mumpuni mengatakan, “SATU Indonesia Awards sangat diperlukan untuk Indonesia dalam rangka mencari putra-putri terbaik yang telah berkontribusi untuk menciptakan perubahan di negeri ini. Mereka bekerja untuk sesama dan membuat perubahan ke arah yang lebih baik dalam kesunyian, tanpa pamrih.”

Tri Mumpuni juga melihat SATU Indonesia Awards sebagai sarana terbaik untuk memunculkan ‘mutiara bangsa’ agar menginspirasi pihak-pihak lain untuk berbuat yang sama demi negeri ini menjadi lebih baik.

“Aceh memiliki potensi yang tidak kalah dengan kota-kota lainnya, hanya saja aksesnya masih kurang. Saya berharap pada tahun ini ada makin banyak pemuda-pemudi dari luar pulau Jawa yang sudah dan mau untuk selalu berkontribusi untuk bangsa ini,” tambahnya.

Sementara itu, dalam acara bincang inspiratif, Bahagia mengatakan bahwa salah satu kategori dalam SATU Indonesia Awards 2016 adalah usaha kecil & menengah (UKM). Ini sesuai dengan misi pemerintah kota Banda Aceh yang ingin memberdayakan masyarakatnya. “Kami ingin masyarakat terutama yang selama ini bergerak di bidang UKM dapat berpikir di luar dari kebiasaan (out of the box). Program SATU Indonesia Awards merupakan salah satu medium yang bisa mewujudkannya.”

Dalam pelaksanaannya yang ketujuh ini, SATU Indonesia Awards ingin mengajak pemuda-pemudi Aceh yang telah memberi manfaat bagi masyarakat luas di bidang: Pendidikan, Lingkungan, Wirausaha, Kesehatan dan Teknologi menjadi kandidat penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 menyusul 32 pemuda-pemudi yang telah terpilih sebelumnya.

“Selama ini belum ada penerima SATU Indonesia Awards dari Aceh. Padahal saya yakin banyak pemuda- pemudi Aceh yang berpotensi dan telah melakukan banyak hal untuk masyarakat sekitarnya. Semoga tahun ini kita bisa menemukan mutiara-mutiara penerang bangsa dari kota Aceh,” ungkap Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah, yang juga merupakan salah satu juri.

Noviyanto: “Keju Indrakila Kebanggaan Boyolali”

Boyolali telah lama dikenal sebagai sentra penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah. Kini Kabupaten Boyolali dikenal dengan produk Keju Indrakila. Hal tersebut tak lepas dari usaha yang dilakukan oleh pemuda asli Boyolali, Noviyanto. Pada tahun 2008, harga susu yang fluktuatif membuat para petani dan peternak susu kewalahan dalam memasarkan susu segar ke industri pengolahan susu. Bahkan mereka pernah terpaksa membuang hingga 200 liter susu per hari karena kelebihan produksi.

Pemuda lulusan jurusan arsitektur ini kemudian mendirikan Koperasi Unit Desa yang khusus memproduksi keju. Pabrik Keju Indrikila hingga saat ini telah memberi semangat dan manfaat bagi 100 peternak sapi, 20 anggota, ribuan mitra koperasi, delapan karyawan, hingga masyarakat setempat. Inovasi Noviyanto pun tak berhenti sampai di situ setelah menerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2012. “Berkat SATU Indonesia

Awards, Keju Indrakila mendapat banyak pemberitaan. Tahun 2012 menjadi momen awal yang membuat saya termotivasi dan semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha ini,” tuturnya.

Saat ini, Noviyanto fokus membina peternak, menjaga kualitas produk, serta memperbesar jangkauan produk keju Indrakila dengan menambah titik-titik penjualan di kota lain. Salah satunya dengan membuka gerai di Pati (Jawa Tengah) yang memberdayakan anak-anak panti asuhan dalam memasarkan produknya.

Dia juga mengatakan: “Melalui pembinaan yang Astra berikan, saya mendapatkan solusi-solusi ketika mengalami kebingungan. Astra sangat serius dan objektif dalam menyelenggarakan program ini.” (WAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY