Chatib Basri: Perekonomian Indonesia 2016 Diprediksi Lebih Baik

Chatib Basri: Perekonomian Indonesia 2016 Diprediksi Lebih Baik

751
0
SHARE
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) F.X. Sri Martono (kanan) menceritakan produk UKM Kerajinan hasil karya UKM YDBA kepada Pakar Ekonomi Dr. Muhammad Chatib Basri (tengah) dan Ketua Pengawas YDBA Henry Eric Wirawan (kiri) saat acara Seminar Makro Ekonomi Tahun 2016 yang diselenggarakan YDBA dengan tema “Peluang dan Tantangan Ekonomi Tahun 2016” di Kantor Pusat PT Astra International Tbk (25/02).

Jakarta, CSRINDONESIA – Pakar ekonomi Chatib Basri menyampaikan gambaran peluang dan tantangan ekonomi tahun 2016 khususnya bagi UMKM di Indonesia. “Kondisi ekonomi Indonesia tahun 2016 diprediksi lebih baik dibandingkan tahun 2015. Walaupun dampak ekonomi tahun 2015 masih dirasakan pada tahun ini. Namun, semua akan menjadi baik apabila para pelaku ekonomi tetap bersabar, tidak melakukan PHK besar-besaran dan menyusun strategi-strategi khusus dalam mempertahankan bisnisnya.”

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam seminar makro ekonomi dengan tema Peluang dan Tantangan Ekonomi Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) hari ini (25/2) di auditorium PT Astra International Tbk untuk 250 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mitranya. YDBA berharap UMKM sebagai pelaku bisnis dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengembangkan bisnis pada era pasar bebas ini.

Ketua Pengurus YDBA F.X. Sri Martono dalam sambutannya menambahkan: “Secara global ekonomi masih menunjukkan sinyal yang belum terlalu menggembirakan. Salah satunya karena kondisi perekonomian di kawasan Eropa yang belum membaik, sehingga memicu penurunan pangsa pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh berbagai negara seperti Indonesia.”

Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan bagi para UMKM agar dapat menjalankan bisnis dengan baik. “UMKM perlu memiliki keberanian dalam menerapkan rencana dan membuat keputusan yang didukung dengan penguasaan kompetensi dan data serta informasi yang akurat,” ujar Sri Martono.

Sri Martono juga berharap para pelaku UMKM Indonesia harus memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi kondisi perekonomian tahun 2016 di mana seluruh negara ASEAN turut meramaikan pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah berlaku sejak 1 Januari 2016 yang lalu.

“Mari kita berpartisipasi dalam MEA dengan semangat dan optimisme yang kuat. Tidak perlu khawatir atau cemas dengan keberadaan negara lain. Namun kita harus saling merangkul, menjadi mitra untuk mencapai tujuan bersama,” ucapnya.

Salah satu peserta seminar Eki Komarudin menyampaikan harapannya. “Banyak harapan dalam mengikuti seminar kali ini. Selain ingin tahu gambaran besar ekonomi tahun 2016, kami juga ingin tahu seberapa besar dampak ekonomi tersebut terhadap bisnis di Indonesia khususnya untuk UKM. Kami ingin bergegas menyusun strategi bisnis sepulang seminar ini, sehingga semuanya menjadi tidak sia-sia. Kami juga berharap semoga perekonomian Indonesia segera bangkit bersamaan dengan bangkitnya industri komponen otomotif di Indonesia,” pungkasnya. (WAW)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY