Beranda Berita Kilas Nusantara Sikapi Tragedi Kebakaran Hutan, Greenpeace Mendesak Transparansi Informasi Kehutanan

Sikapi Tragedi Kebakaran Hutan, Greenpeace Mendesak Transparansi Informasi Kehutanan

891
0
BERBAGI
Haze from the ongoing burning of the peatland forest in Teluk Meranti village, Pelalawan, Riau.

CSR INDONESIA – Kebakaran hutan dan bencana asap tahun ini adalah sebuah tragedi besar bagi kemanusiaan. Lebih dari 43 juta orang terpapar asap berminggu-minggu lamanya dan bahkan mengambil korban 17 nyawa.

NGO Internasional pemerduli lingkungan hidup, Greenpeace mengharap hal ini tidak terjadi lagi pada masa mendatang, untuk itu mereka mengajak semua harus mencari solusi untuk mengatasi masalah ini bersama-sama.

Setiap orang termasuk Presiden Jokowi tahu bahwa krisis ini berakar dari proses pembukaan hutan secara masif dan pengeringan gambut untuk perkebunan monokultur skala besar selama bertahun-tahun. Sayangnya, publik sering tidak tahu data atau informasi mengenai kehutanan ini, dan sering sekali proses pemberian ijin-ijin konsesi (HGU) dilakukan dengan tidak transparan.

Peta-peta terbaru kehutanan yang akurat pun sulit sekali didapatkan, bahkan informasi mengenai sebaran titik-titik api yang ada di berbagai konsesi perusahaan-perusahaan perkebunanpun tidak tersedia untuk publik. Padahal informasi dan data pengusahaan kawasan hutan dan gambut perlu dibuka seluas-luasnya karena publik berhak tahu! Dan kita bisa bersama-sama mengawasinya.

Karenanya, Greenpeace saat ini menggelar kampanye untuk mendorong proses transparansi informasi dan secara resmi telah meminta agar informasi mengenai kehutanan dibuka ke publik atas nama Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Upaya ini akan terus dilakukan bahkan termasuk apabila memerlukan langkah-langkah advokasi hukum.

“Saya harap Anda bersedia mendukung kampanye ini dan tetap bersama kami untuk mengawal proses keterbukaan data dan informasi tersebut dan turut menjadi saksi bagi hutan Indonesia,” pungkas Teguh Surya Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia penuh harap. (WAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here