Pelaksanaan CSR ala Sekolah Bisnis yang Bonafid

Pelaksanaan CSR ala Sekolah Bisnis yang Bonafid

890
0
SHARE
indonesia-now.com

Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) selama ini lebih diperuntukan dunia bisnis. Bila pun perguruan tinggi terlibat dalam CSR, biasanya sebagai pelaksana kegiatan CSR atau mitra kerja sama dalam melaksanakan CSR dunia bisnis.

Namun kali ini, giliran sebuah institusi pendidikan bisnis bertaraf internasional menggelar secara serius dan berkelanjutan program-program CSR-nya, khususnya di bidang lingkungan dan pendidikan. Dia adalah Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) International Business School, yang Sabtu (25/10) kemarin, secara resmi melaunching program CSR tersebut, dalam acara seminar sehari.

Director of Corporate Communication IPMI Dana Afriza menjelaskan kepada CSR Indonesia, sejak berdiri tahun 1984, sebenarnya IPMI telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya kepada para pemangku kepentingannya, terutama masyarakat di sekitar kampus IPMI berdiri, yaitu di kawasan Rawajati, Kalibata, Jakarta selatan.

Namun pelaksanaan tersebut baru sebatas charity. “Misalnya saja, jika terjadi bencana banjir, kami akan mengirimkan bantuan,” katanya.

Namun kali ini, lanjutnya, IPMI secara resmi melaunching program CSR-nya. Pelaksanaan program CSR ini pun terkait erat dengan program studi CSR paska sarjana IPMI.

“Jadi antara program CSR dan program studi CSR di IPMI saling berkaitan, dan saling mendukung. Para mahasiswa di sini dapat melakukan studi secara langsung praktik CSR,” tutur Dana.

Pelaksanaa program CSR di bidang lingkungan ini sudah mulai dilakukan oleh alumnus IPMI bernama Tesa, yang melakukan pengelolaan sampah-sampah dari lingkungan kampus IPMI. “Tesa mengumpulkan sampah-sampah di lingkungan kampus IPMI, dan membelinya. Kemudian uang hasil penjualan sampah tersebut kami berikan kepada koperasi,” tutur Dana.

Cara pengelolaan sampah tersebut, yang disebut dengan Bank Sampah, akan disosialisasikan kepada masyarakat sekitar, dengan harapan masyarakat dapat mengelola sampah-sampahnya melalui Bank Sampah, sehingga mempunyai nilai ekonomis. Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksanaan launching program CSR tersebut dihadirkan masyarakat setempat, juga Dr. Meuthia Naim dari Pusdiklat Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Rumah Pelangi, dan juga mahasiswa Paskasarjana IPMI yang sedang belajar CSR.

Awaluddin dari Rumah Pelangi menuturkan kepada peserta seminar tentang manfaat Bank Sampah tersebut. Ia mengatakan, jika dikelola dengan baik, sampah bisa membawa manfaat ekonomis yang tidak sedikit. Dalam satu bulan, ada Bank Sampai yang mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 5 juta. Bahkan ada pula yang mempunyai program tabungan untuk umrah.

Mengenai Program CSR IPMI di bidang pendidikan, Dana mengatakan, CSR di bidang pendidikan sudah dilaksanakan sejak 24 September lalu. IPMI memberikan bantuan buku-buku yang dikumpulkan dari civitas akademika IPMI, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga manajemen. Buku-buku tersebut diserahkan kepada perpustakaan yang berada di RW Rajawati.

Selain itu, tutur Dana, IPMI juga membuka kelas bagi masyarakat yang ingin belajar tentang bisnis dan manajemen secara gratis. “Mereka tinggal mendaftarkan diri. Berapa orang yang akan mengikuti kuliah, dan kami akan menyiapkan kelas serta tenaga pengajarnya. Kapan pun mereka menginginkan, kami akan segera menyiapkannya,” kata Dana.

Berkaitan dengan alokasi dana untuk program CSR IPMI, Dana mengatakan, IPMI tidak menentukan besaran dana tersebut. “Asalkan logis, kami akan mengeluarkan dana tersebut,” katanya. Ia juga mengatakan, IPMI akan konsisten menjalankan program-program CSR-nya.

IPMI International Business School merupakan pionir sekolah bisnis di Indonesia. Sejak berdiri, IPMI telah banyak melahirkan CEO dan direktur di perusahaan-perusahaan bonafid di Indonesia. (MAW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY