Beranda Berita Benarkah Wakil Ketua MPR Kurang Membaca?

Benarkah Wakil Ketua MPR Kurang Membaca?

647
0
BERBAGI
illustrasi DPR (istimewa)

CSR-INDONESIA – Entah siapa yang membisiki, entah memang kurang membaca, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengatakan, Presiden Joko adalah presiden pertama dalam 10 tahun terakhir yang  turun langsung meninjau kebakaran lahan dan hutan. “Ini yang pertama kali faktanya, presiden turun langsung ke lapangan melihat kondisi terdampak asap,” kata Oesman Sapta dalam acara Press Gathering MPR di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat malam lalu (23/10).

Diakui Oesman, apa yang dilakukan Joko belum 100% berhasil langsung menghilangkan asap, namun langkah Joko itu katanya patut diapresiasi. Kepedulian turun langsung melihat rakyat itu, menurut dia, yang dibutuhkan. “Saya tidak bilang beliau sudah berhasil. Tapi, turun ke lapangan itu yang dibutuhkan,” tuturnya.

Tentu saja, apa yang diucapkan Oesman Sapta itu dicemooh banyak orang, termasuk warga Twitland. Karena, faktanya, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono telah melakukan itu pada Maret 2014 lampau dan itu diberitakan banyak media, termasuk media internasional.

SBY malah menginap dua malam di Riau dan memantau langsung penanganan bencana asap di di Desa Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Siak. Ketika itu, Presiden SBY  didampingi Kapolri dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bukan hanya itu, SBY juga mengumpulkan Forkopimda Provinsi Riau, seluruh bupati/ walikota, kapolres/kapolresta serta jajaran Polda Riau, para dandim, kapolsek, camat, serta unsur pimpinan lainnya. Dalam kesempatan itu, SBY memberikan pengarahan cara menangani bencana asap.

Dalam kesempatan tersebut, SBY menegaskan tiga pekan ke depan harus hilang asapnya. Titik api harus dipadamkan. Untuk warga yang sakit harus diobati agar kegiatan penduduk kembali normal. Dia pun menjelaskan, ukuran keberhasilan adalah hilang asap, sakit disembuhkan, dan pelaku ditangkap serta diproses secara hukum.

Menurut SBY, para pembakar lahan dan hutan itu adalah penjahat kemanusiaan. Karena kebakaran itu, jutaan warga Riau, Sumatera Barat, dan lainnya menderita akibat asap.

Dikatakan pula oleh SBY, di Indonesia tidak ada orang yang tidak tersentuh hukum. “Saya ingin betul penyelesaian sampai akarnya. Jadi, jangan ada orang yang melakukan terus menerus dan ini dijadikan biasa. Bussiness as usual,” tuturnya.

SBY sebelumnya juga menunjuk Kepala BNPB untuk memimpin operasi terpadu tanggap darurat. Alasannya: Kepala BNPB selama ini dinilai efektif dan mampu memimpin operasi di Tanah Air.

Tidak sampai di situ, SBY juga berhasil membuat menarik kesimpulan penyebab dan akar masalah mengapa kebakaran hutan dan lahan terus terjadi. “Setelah saya dalami, termasuk dialog saya dengan masyarakat, ada tujuh penyebab dan akar masalah mengapa kebakaran terus terjadi di Riau,” kata SBY.

Oesman Sapta mau tahu apa saja tujuh penyebab dan akar masalah yang diuraikan SBY itu? Tanya saja ke Mbah Google dan jangan malas membaca. (Ton/Pur/prb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here