Beranda CSR CSR Lingkungan Mundurnya Bank Standard Chatered Dipuji Aktivis Lingkungan

Mundurnya Bank Standard Chatered Dipuji Aktivis Lingkungan

966
0
BERBAGI
Greenpeace International

Jakarta, CSR INDONESIA – Kabar baik mengenai nasib terumbu karang terbesar di dunia dirayakan penuh sukacita oleh para aktivis pemerduli lingkungan. Mundurnya Bank Standard Chatered sebagai investor utama dianggap sebagai aksi keberpihakan mereka terhadap kelestarian lingkungan.

“Bank Standard Chartered, penasihat utama keuangan untuk mega proyek tambang batubara Carmichael, telah menarik diri dari proyek kotor yang akan merusak terumbu karang Great Barrier Reef ini. Sebanyak 13 bank kini akhirnya memilih terumbu karang daripada batubara. Sudah saatnya investasi untuk yang baik, bukan untuk yang merusak seperti batubara,” begitu dirilis Greenpeace Indonesia.

Sebelumnya telah tersebar kabar bahwa Australia telah mensahkan proyek tambang batu bara senilai US$15,5 miliar atau sekitar 170 trilyun rupiah walau ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kerusakan lingkungan. Menteri Lingkungan Australia, Greg Hunt, mengatakan dasar dari disahkannya proyek tersebut adalah telah dipenuhinya 36 persyaratan ketat yang difokuskan pada perlindungan air tanah.

Terimakasih untuk dukungan kamu, ayo sebarkan berita baik ini #SaveTheReef
Terimakasih untuk dukungan kamu, ayo sebarkan berita baik ini #SaveTheReef

Dinamai sebagai Proyek Carmichal dari Queensland, proyek ini akan menjadi salah satu tambang batu bara terbesar di dunia lengkap dengan jalur kereta api untuk pengangkutannya. Perusahaan tambang asal India, Adani, sudah mendapat persetujuan membanhgun pelabuhan yang baru di Abbott Point, Queensland.

Tentu saja proyek ini segera memicu kritik karena akan menggunakan cadangan air di sana dan diperkirakan akan berdampak secara tidak langsung ke kawasan karang laut terkenal dunia, Great Barrier Reef. Diperkirakan kebutuhan akan air mencapai 12 miliar liter setiap tahun, yang akan menguras cadangan air tanah di Galilee Basin, lokasi proyek.

Istimewa
Istimewa

UNESCO sendiri segera mengancam akan memasukkan Great Barrier Reef ke dalam Warisan Dunia dalam keadaan Berbahaya di tengah rencana pembuangan endapan kerukan. UNESCO menyatakan adanya “ancaman serius” terhadap karang dan seharusnya dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam daftar bahaya.

Pembuangan endapan ini adalah bagian dari proyek besar yang memungkinkan beberapa perusahaan mengekspor cadangan batu bara dari daerah Galilee Basin melalui pelabuhan Abbot Point yang berada di selatan Townsville di pantai Queensland. (WAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here