Beranda Inovasi Figur Rindu Masa Penerbangan Mantan TNI AU

Rindu Masa Penerbangan Mantan TNI AU

1735
0
BERBAGI
Eris Herryanto

Hidup sebagai penerbang sudah menjadi darah daging bagi Eris Herryanto (60th) yang adalah mantan seorang jendral TNI Angkatan Udara. Selama 17  tahun terbang mengarungi angkasa raya dan sudah sebanyak lebih dari 3500 terbang  dengan pesawat tempur. Di usianya yang menjelang senja itu dan setelah pensiun otomatis dia tidak  menerbangkan pesawat tempur lagi “Ada sesuatu yang hilang dalam diri saya jika tidak bisa melakukan terbang lagi” ungkap Eris saat ditemui pada acara launching Pusdirga dan Festival Dirgantara Fair di Cibubur pekan lalu (23-24Mei) 2015.

Pada kesempatan itu ia menunjukkan kebolehannya dengan menerbangkan pesawat pribadi jenis Pitts untuk melakukan aerobatic di udara yag bisa disaksikan oleh pengunjung dan undangan di fair itu. Ada kepuasan tersediri ketika melakukan manuver karena juga kerinduannya dengan dunia penerbangan. Untung saja ada club penerbang di Cibubur dan Asia Aero Flying Club (AAFC) yang bisa membuatnya bergairah lagi. “Saya memulai hobby ini sejak tahun 2009 namun di tahun 2003 saya sudah memulainya dengan memakai pesawat jenis trike (jenis pesawat tanpa badan pesawat yang terbungkus).

Tidak takut jatuh pak? Karena beberapa waktu ini kita sering mendengar adanya kecelakaan pesawat. Apakah itu karena faktor human error atau memang adanya kerusakan pesawat. Eris menanggapinya dengan tersenyum.”Sejauh ini dari penelitian di dunia sepenuhnya 80% karena human error. Karena pesawat sebelum diterbangkan harus diperiksa dulu kelaikannya disamping mempunyai alat-alat yang standard untuk bisa terbang apalagi kecangihan tekhnologinya. Kecil kalau karena kerusakan alat, jadi selama ini lebih karena faktor human error itu lebih banyak yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi.”jelas Eris.

Menurutnya menjadi seorang penerbang selain harus memiliki kesehatan yang prima, fisik yang memadai dan memungkinkan terbang juga harus dapat dan menguasai multitasking yaitu dalam saat yang bersamaan dapat memecahkan satu masalah. Semua panca indera digunakan dan harus peka. Selain itu untuk melindungi tubuh harus mengenakan baju anti bakar dengan ukuran pas di tubuh. Dengan demikian, jika terjadi kebakaran tubuh bisa terlindungi terlebih dulu.  (sun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here