Program CSR Bedah Rumah ‘Menganggur’

Program CSR Bedah Rumah ‘Menganggur’

608
0
SHARE
foto Istimewa

Jakarta, CSR Indonesia– Sudah direalisasikannya program bedah rumah bagi 57 rumah di Kota Malang, kini belum ada lagi rumah yang bisa masuk daftar masuk program yang dibantu juga oleh CSR perusahaan.

Walikota Malang Moch Anton mengakui pihaknya kesulitan melakukan bedah rumah bagi warga kurang mampu yang didanai dari anggaran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) karena hampir di 57 kelurahan sudah tersentuh program tersebut.

“Kami sudah melakukan pendataan dan di 57 kelurahan yang ada di kota ini sudah tersentuh program bedah rumah, bahkan saat ini masih ada anggaran dari CSR untuk sekitar 50 unit rumah. Namun, tidak ada lagi, sehingga tim program bedah rumah ini sekarang ‘menganggur’,” kata pria yang akrab disapa Abah Anton, ketika ditanya soal penuntasan program bedah rumah, Minggu (19/4).

Ia mengakui dari seluruh warga yang rumahnya sudah didaftarkan untuk dibedah, masih ada satu warga yang sampai sekarang belum diselesaikan karena pemiliknya sulit untuk diberi pengertian, bahkan barang-barang yang ada di dalam rumah tak layak itu tidak boleh dikeluarkan.

Sebenarnya, lanjut politisi PKB itu, tim bedah rumah sudah mendatangi, bahkan “merayu” pemilik rumah tersebut, namun tidak berhasil, sehingga sampai sekarang belum dilakukan pembedahan. “Tapi beberapa hari lalu, saya sudah bertemu dia (pemilik rumah) di acara Jumat Legian, sempat saya minta untuk menurut pada tim bedah rumah karena yang bersangkutan juga menanyakan kapan rumahnya dibangun,” katanya. Sejak kepemimpinan Moch Anton pada September 2013 hingga saat ini sudah ratusan unit rumah tidak layak huni dibedah dengan anggaran dari CSR yang disediakan sejumlah pengusaha di daerah itu. Sedangkan bedah rumah yang dilakukan Pemkot Malang dengan anggaran dari pemerintah pusat masih terus berjalan. Tahun 2019 Kota Malang ditargetkan sudah benas dari kawasan kumuh.(SEA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY